Bab 20 [Berpikir]

21 5 0
                                        

GARIS BAWAHI TYPO🗿
VOTE JANGAN LUPAA BROO

Happy Reading 💅

"Jika tidak bersamamu, maka yang lain juga tidak"
°°Revan Sagara Caesar°°

Saat sedang menonton doraemon, bibi Vana mengetuk pintu kamarnya. "Non, ada temannya di depan"

"Pasti itu Asa"

"Bentarr bi !!" Sambil membuka keluar dari kamarnya, gadis itu menata rambutnya yang berantakan karena dia tiduran seperti ulat kepanasan di kasur.

Ceklek

"Akhirnya setelah sekian lama, lo mau juga main ke rumah gue. Baru pertama kali ya?" Tanya Vana

"Iya hehe, ganggu lo ga sih? Gue ga enak Van" keluh Asa

"Ngapain ga enak? Dirumah gue cuma ada Bi Resti sama Pak Manto—satpam tuh di depan. Ga ada ortu gue Asa, udahlah ayo masuk"

Vana tipe orang yang tidak mau jika teman nya tidak enakan kepadanya. Kata dia, jika sudah dipersilahkan kenapa harus malu malu?

Lebih ke gatau diri ga sih bro?

"Lo mau minum apa?" Tanya Vana saat mereka sudah sampai di kamar Vana.

"Terserah lo aja" jawabnya

"Kalau di rumah gue ada segalanya gimana?" Tanya Vana nyeleneh

Asa sedikit syok dengan jawaban Vana, dari sekian banyaknya jawaban mengapa jawaban itu yang keluar dari mulutnya.

"Ya ga gitu Van, yaudah es teh ada?" pasrah Asa

"Ga ada, adanya es sayangku padamu selamanya"

Seolah sudah tau isi pikiran Asa, sebelum diteriaki, Vana sudah keluar kamar lebih dulu. Takut takut di kejar Asa.

"Dasar"

~~~~~~

Sesampainya di rumah, ia tidak memperhatikan garasinya. Padahal disana banyak motor sport milik temannya yang terparkir rapi.

Belum sempat bernafas, ia sudah di kejutkan oleh seseorang yang mengagetkan dia dari balik pintu.

"Baaa!!" Teriak Alvin dari balik pintu.

"Bangsat!" Umpat Ravin sambil menendang sesuatu di depannya.

Ternyata sesuatu itu adalah Alvin yang sudah duduk sambil memegang perutnya yang terkena tendangan Ravin.

"Arghhh, parah lo Vin. Temen sendiri lo tendang, dikira bola apa?" Keluh Alvin

"Lah, kok lo yang muncul? Siapa suruh ngagetin, lagian lo aneh. Udah tau punya temen yang kalau di kagetin bakal mukul lo malah ngagetin. Yaudah lah, gue tendang"

"Bener sih Vin, tapi salah juga" sambung Laksana

"Yaudah sih, siapa suruh di situ" acuh tak acuh terhadap Alvin. Bukannya meminta maaf karena tidak sengaja, Ravin malah melengos dan pergi ke kamarnya.

"Punya temen minus hati nurani!" Kesal Alvin karena tidak ditolong

"Woi sabar dah, rumah orang nih. Bukan rumah lo, enak aja main teriak teriak gitu kayak setan" Jawab Artha sambil menolong Alvin

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

RAVINSA Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang