Catatan kesebelas

462 62 11
                                    

Bandung, 2020.

"Kamu marah?

"Bagaimana kalau aku cemburu?" Aku terdiam menatap wanita di depanku. Aku tidak menyangka wanita itu bisa menyampaikan kalimat yang di luar dugaanku.

"Semua, apapun selalu dia yang menjadi titik pusat perhatianmu." Lanjut wanita itu dengan mata yang berkaca-kaca. "A-aku tidak marah. Aku hanya cemburu..." Wanita itu menunduk lalu kemudian setelah terdiam cukup lama dia mengangkat wajahnya kembali, menatapku yang berada di depannya. "Apakah kau tau kalau aku sedih? Tidak kan?" Dia menarik nafas yang mulai terasa berat berusaha untuk menahan air matanya. "Ya aku mengerti tidak ada yang harus kamu perhatikan dari diriku. Aku... Aku hanya angin yang berlalu dalam kehidupanmu. Lanjutkan, aku tidak akan mengganggumu. Tidak lagi." Tambahnya lagi, berbalik kemudian berlalu meninggalkanku yang masih membisu lantaran kaget dengan pengakuan wanita yang cukup lama aku kenal. Wanita itu melangkah pergi memunggungiku, sembari sesekali menyeka air matanya. Tak mau aku tahu.

"Maafkan aku Charlotte..."

...

"Sepertinya pagi ini belum ada rintikan hujan yang terlihat di kota Bandung. Hanya hujan kenangan yang masih turun lebat menutupinya saat ini."

Bandung, 2020 oleh Freen Sarocha.

Diksi Rumpang (freenbecky)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang