10

1.3K 168 46
                                        

Study tour ke Jogja ini akan berlangsung selama tujuh hari enam malam termasuk perjalan. Yaa lumayan lah, daripada tidak sama sekali atau malah ke tempat biasanya. Mereka berangkat dari sekolah sore hari dan diperkirakan sampai di Jogja keesokan paginya.

Peminat study tour ke Jogja ini ternyata banyak juga, apalagi kelas 12! Mungkin karena tahun terakhir mereka di SMA, hampir seluruh murid kelas 12 ikut semua. Kelas 10 dan 11 pun banyak juga yang ikut, tapi lebih banyak yang tidak ikutnya.

Untuk kelas 12 sendiri ada empat bus, sementara gabungan kelas 10 dan 11 ada tiga bus. Jadi nanti dari sekolah ada tujuh bus yang berangkat ke Jogja.

Nanda satu bus dengan Bima dan Nando, karena bus mereka isinya kelas IPA 3 dan IPA 4. Sena juga satu bus dengan Keval, kelas XII IPS 1 juga 2 ada di satu bus. Yang terpental memang hanya Marcel sendiri, karena ia yang murid IPA 2 ini satu bus dengan IPA 1. Pembagian untuk kelas 12 sih gampang, satu bus untuk dua kelas, yang banyak randomnya bus untuk kelas 10 dan kelas 11.

Dari rumah Nanda sudah diwanti-wanti harus rajin mengabari ibunya. Pokoknya sebisa mungkin Nanda beri kabar tiap hari. Karena kan ini study tournya jauh, lama juga, untuk Nina yang khawatiran tentu inginnya selalu dikabari Nanda. Tapi tenang lah, Nanda itu anak baik-baik, selalu memegang omongannya sendiri, pasti orangtuanya di rumah dikabari Nanda.

Ini saja, baru sampai tempat makan untuk makan siang, Nanda sudah laporan pada ibunya. Seperti tiap pindah tempat, pasti Nanda kirim pesan atau telpon. Karena ternyata, kangen juga tidak ketemu adik gemoynya a.k.a si Gilang.

"Besok Kakak mau ke candi loh, nanti Kakak fotoin ya?"

"Iyaa! Aku mau liaat!"

"Okee~" Nanda terkekeh, ia pandangi adiknya di layar handphone. "Gilang, Kak Sena mau ngobrol nih."

"Manaaa?!" ternyata Gilang juga sama hebohnya.

Nanda berikan handphonenya ke Sena, biar Sena juga yang lainnya yang gantian ngobrol dengan Gilang atau bahkan ibunya Nanda. Memang sih, walau terpisah bus, walau terpisah kamar penginapan, soal makan dan saat jalan-jalan, keenamnya ini masih sama-sama.

Di Jogja ini sudah hari ke dua, rencananya besok tujuan mereka mau ke Borobudur. Itu bulan Jogja sih, tapi yaa gas lah! Nanda bingung kenapa tidak ke Prambanan, menurut isu yang tersebar katanya tujuan Borobudur ini sudah dari paketan study tour dari guide-nya. Wah tidak tau deh Nanda. Ia tau jadi saja.

Kemarin dari pagi sudah ke Keraton, lalu ke tempat wisata gerabah, lanjut lagi ke museum. Tadi ke tempat wisata Gunung Merapi, lalu ini makan siang, nah habis ini kemana Nanda kurang tau, ada yang bilang ke Kaliurang, ada yang bilang ke rempat wisata perak. Tidak tau deh tuh mana yang benar.

"Nan, bokap lo."

"Oh?" cepat Nanda terima handphonenya dari Sena, melihat ke layar handphone dan ternyata benar ada ayahnya. "Iya, Yah?"

"Nanda lagi bareng Nugi gak?"

"Nggak sih Yah, aku sama Nugi cuma ketemu sesekali gitu aja. Kenapa emang? Mau aku cariin gak?"

"Nggak, gak usah, nanti aja kalo ketemu, bilang ke Nugi buat kabarin ayahnya. Soalnya Pak Gunadi nanya ke Ayah, takutnya Nugi gak ada kuota atau kenapa gitu, sampe gak ngabarin."

"Ooh, oke-oke. Nanti aku cari deh anaknya. Atau nanti aku juga sekalian yang bilang ke ayahnya Nugi."

"Iya, makasih ya Nan."

"Iya Yaah~" senyumnya mengembang, makin lebar waktu ia lihat Gilang muncul lagi di layar, menduseli ayah mereka, minta pangku agar bisa lihat Nanda juga. "Berat itu kamu, Ayah gak kuat."

Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang