Padahal dari sekolah, pesan ojek onlinenya ke rumah, tapi Nugi malah minta berhenti di ruko-ruko depan komplek. Ya seperti biasa, kalau tidak pulang ke rumah ya ke toko bunga milik Nina. Nugi suka gabut di rumah sendiri, Gunadi pasti di bistro, baru pulang biasanya menjelang malam, jadi yaa ke tempat Nina saja.
Pas sampai, pas lagi ramai. Pegawainya Nina ini sedang mengeluarkan beberapa karangan bunga turut berduka cita dengan nama yang sama. Nugi tidak kenal siapa, tapi bisa kebetulan sekali pada pesan di toko bunga Nina.
"Tante Nina dimana Mas?"
"Di dalem, masuk aja sana. Riweuh di sini mah Gi."
"Oke~" Nugi menurut saja apa kata pegawai Nina ini. Ia langsung masuk, di dalam juga ternyata lumayan berantakan, bahkan masih ada yang membuat buket bunga, padahal sudah sore begini.
"Eh, loh Nugi. Kok kesini Gi?"
"Lupa gak bawa kunci rumah Tan, Om Adi masih di bistro." kekehnya pelan, melenggang lebih masuk melirik tamu yang tadi sedang berpamitan dengan Nina ini, wajahnya tidak asing tapi Nugi lupa pernah lihat dimana. Ah, sudah! Tidak sopan memperhatikan segitunya. "Umm, Gilang mana Tante?"
"Di rumah. Gak ikut kesini dia hari ini."
"Tumben. Om Gunawan emang udah pulang?"
"Ya belum lah Gi, tadi kan Nanda yang jemput sekolah, makanya langsung pulang, gak kesini dulu."
"Hah? Emang Nanda udah pulang?"
"Udah dari kemaren loh. Emang Nanda gak bilang ke kamu?"
"Nggak! Nggak sama sekali Tan!"
"Ya ampun, pantes Ibu bingung kenapa kok kamu malah kesini gak langsung ke rumah. Udah dari kemaren loh dia sampe sini. Ke rumah aja gih, makan sekalian. Ibu masak banyak tadi pagi. Sana. Ibu bentar lagi."
"Oke." langsung bergegas Nugi buru-buru kerluar toko. "Aku duluan ya Tantee~"
"Iyaa, makan nanti di rumah yaa."
"Iyaa~" bodo amat yang itu terdengar Nina atau tidak, Nugi sudah melenggang cepat masuk komplek sampai akhirnya lari-larian menuju rumah.
Antara senang, tidak sabar dan kesal juga ada jadi satu semua di dada Nugi. Habis, bisa-bisanya Nanda pulang tidak mengabari saka sekali. Selama ini bilangnga, 'iya nanti pasti gue kabarin' lah manaa?? Ini Nugi malah tau dari Nina, bukan dari Nandanya langsung.
Ngeselin banget. Nanda nih paham orang kangen gak sih?!
Pintu depan di kunci, Nugi langsung ke belakamg rumah, biasanya pintu belakang yang bergaya dutch door ini hanya diganjal saja kalau di rumah sedang ada orang, dikunci hanya kalau penghuni rumah keluar semua dan saat malam. Dan benar, pintunya hanya diganjal lap meja.
Cepat-cepat Nugi masuk. Ia dengar suata TV, Nugi dekati ternyata ada Gilang yang ketiduran di sofa berakhir TV yang menontoni Gilang. Nugi langsung naik, tujuannya kamar Nanda. Habis dimana lagi Nanda kalau tidak di kamar selain di ruang tengah?
"Ih!" makin kesal Nuhi saat buka pintu. Sumpah kesal. Ini Nanda lagi enak tidur peluk guling dengan AC menyala kencang. Kesal! "Ih! Resek!" Nugi gebug saja pakai tasnya yang berat itu.
Ya sudah pasti buat Nanda bangun. Suara derap kaki sampai dumalan Nugi sih Nanda tidak dengar karena ia tidak pakai alat bantu dengarnya, cuma ya kalau dilempar tas berat begitu masa tidak bangun juga?
"Kenapa gak bilang kalo udah pulang? Gue nungguin loh! Masa gue harus tau dari nyokap lo?"
"Hah?" nyawa Nanda juga belum sepenuhnya terkumpul, mana tadi bangunnya juga karena kaget. Kalau harus langsung membaca gerak bibir Nugi yang mengomel ya susah lah.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]
Random❝𝑻𝒉𝒆 𝑭𝒂𝒕𝒆𝒔 𝒘𝒊𝒍𝒍 𝒇𝒊𝒏𝒅 𝒂 𝒘𝒂𝒚.❞ Orang bilang, semua akan indah pada waktunya. Entah kapan waktunya juga tidak tau. Pun, memang kata-kata begitu masih berlaku? Mungkin memang hanya sekadar kata-kata saja. . . . ❀ 𝕆ℝ𝕀𝔾𝕀ℕ𝔸𝕃 ℂℍ𝔸ℝ...
![Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/366562606-64-k971978.jpg)