Nugi kira, acara kelulusan SMAnya ini akan biasa-biasa aja. Yaa seperti acara kelulusan pada umumnya, cuma ternyata ada yang bikin jadi tidak biasa.
Sejak jauh-jauh hari Nugi sudah tanya, Nanda pulang atau tidak? Tapi jawabnya tidak, karena Nanda sedang masa UAS pas hari wisuda Nugi. Jadi Nugi juga tidak berharap apa-apa, tidak juga kepikiran kalau Nanda akan tiba-tiba ada di hall gedumg tempat acara kelulusan Nugi ini berlangsung.
Senangnya bukan main, baru turun panggung setelah terima ijazah dan foto-foto, Nugi langsung berlari ke arah pintu hall. Menghampiri Nanda yang tersenyum lebar di sisi Gunadi.
"Lo bilang gak bisa pulang!"
"Ya emang gak bisa." Nanda cekikikan, menangkap Nugi yang sengaja menubrukan dirinya pada Nanda. "Gue baru nyampe semalem, nanti malem udah balik lagi."
"Haaa cepet bangeett~!"
"Gue masih UAS, Gi. Hari ini bisa pulang karena UAS praktikumnya jadi minggu depan."
"Terus berarti ini maksain pulang?"
"Ya gak maksain juga, emang gue mau dateng, cuma tetep gak bisa lama-lama. Malem nanti gue udah harus balik lagi, besok masih ada UAS."
Lemas, jelas. Ada tetap senang karena Nanda tiba-tiba datang, bawa bunga pula yang Nugi yakin itu bunga dari tokonya Nina. Tapi tetap lemas karena ternyata Nanda tidak bisa lama-lama. Nugi masih rindu, masih mau peluk-peluk Nanda terus.
Walaupun Nanda bilang tidak memaksakan diri, cuma pasti orang-orang yang lihat akan menganggap Nanda ini memang memaksakan diri. Sengaja pulang demi datang ke wisudaan pac- eh.. eh? Ini mereka emang udah pacaran?
Kapan nembaknya weh? Perasaan belum ada momen tembak-menembak?? Terus ini belum pacaran? Kok bisa woy? Udah part 22 ini! Kok bisa?? Jadi selama ini HTSan doang?
Dih apa banget?! Gak usah HTS-HTSan! Gak jelas! Bhay!
"Tapi emang gue juga gak nganggap lo pacar kok, Nan. Maksudnya, kan emang belum ada yang confess kan?"
"Iya."
"Gue juga gak ngerasa kita HTSan."
"Gitu?"
Nugi mengangguk sekali, "Cuma kayak.. gue suka sama lo, lo juga suka sama gue. Belum resmi pacaran kan karena gue belum 18 tahun, sama karena lo gak balik-balik jadi belum confess."
"Lo mikir gitu?"
"Ya.. iya. Kan gue bilang gue bakal nungguin lo, gue juga minta lo tungguin gue. Iya kan? Sekarang gue udah 18 tahun, gue juga udah resmi lulus SMA, jadi, ayo pacaran!"
Nanda tertawa, ini gak bisa lebih romantis lagi apa? Yang bikin banyak kupu-kupunya gitu. Lucu banget nembak begini. "Yaa, tapi nanti dulu deh. Di rumah. Boleh gak ditunda sebentar lagi? Soalnya gue punya hadiah lain buat lo, gak gue bawa, lo aja nanti ke rumah gue."
"Oke!" Nugi malah jadi cekikikan juga, dua-duanya tidak jelas. Mau confess saja bisa diundur dulu. Padahal mah sudah saja sih, langsung pacaran. Ah tau lah.
Hadiah yang Nanda bilang sebenarnya bukan yang gimana-gimana juga. Yang jelas bukan cincin, uang Nanda belum sebanyak itu sampai bisa membelikan Nugi cincin. Tidak seperti pasangan sebelah. Mungkin nanti saja saat sudah kerja, biar sekalian Nanda buncinin Nugi dengan ugal-ugalan.
Pulangnya diantar Gunadi, hanya mengantar sampai rumah Nanda saja habis itu Gunadi pergi lagi bertemu klien bisnis Gunadi yang lain selain bistro. Merayakan kelulusan keponakannya itu baru nanti malam, makan-makan dengan anak-anak Gunadi juga. Cuma yang kedua dan yang bungsu, anak pertama Gunadi sudah berumah tangga, ternyata.
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]
Diversos❝𝑻𝒉𝒆 𝑭𝒂𝒕𝒆𝒔 𝒘𝒊𝒍𝒍 𝒇𝒊𝒏𝒅 𝒂 𝒘𝒂𝒚.❞ Orang bilang, semua akan indah pada waktunya. Entah kapan waktunya juga tidak tau. Pun, memang kata-kata begitu masih berlaku? Mungkin memang hanya sekadar kata-kata saja. . . . ❀ 𝕆ℝ𝕀𝔾𝕀ℕ𝔸𝕃 ℂℍ𝔸ℝ...
![Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/366562606-64-k971978.jpg)