06

1.3K 158 65
                                        

Kejadiannya, sekitar tiga tahun lalu. Waktu Nanda baru mau menginjak usia 15 tahun.

Harusnya hari-hari menjelang hari ulangtahun itu jadi hari-hari yang menyenangkan, karena kala itu adalah tahun terakhir Nanda di kelas sembilan, yang dimana orangtuanya menawarkan pada Nanda untuk membuat perayaan kecil-kecilan dan mengundang teman-teman terdekat Nanda. Ya, Nanda saat itu masih kelas sembilan. Sekadar kumpul-kumpul dan makan-makan saja pasti sudah amat menyenangkan.

Tapi tentu, rencana kalau tidak hanya jadi wacana ya hanya sekadar jadi rencana.

Dua hari sebelum hari ulangtahun, Nanda sudah janjian akan kumpul-kumpul dengan teman-temannya. Nongkrong-nongkrong biasa, anak muda. Nanda waktu itu berangkat dengan pacaranya, Asha. Acara kumpulnya juga bukan Nanda dan teman-teman cowoknya saja, ramean. Cewek-cowok ada. Jadi sekalian saja Nandq ajak pacarnya, biar sekalian dikenalkan ke teman-temannya.

Asha memang pacar Nanda dari kenaikan kelas 8 SMP lalu, sudah lama. Sayangnya memang mereka ini berbeda sekolah. Asha satu sekolah dengan Marcel saat itu, Marcel pula yang mengenalkan Nanda dengan Asha.

Dari awal berangkat biasa saja, Asha juga tadi sempat pamit pada orangtua Nanda. Tapi begitu sampai lokasi Asha mendadak diam, malah jadi ada konflik kecil yang lama-lama jadi besar. Ternyata Asha tidak tau kalau akan ada teman-teman cewek ikut kumpul juga, kiranya hanya yang cowok-cowok saja. Asha marah di situ.

Nanda selaku pacar ya menjelaskan, kalau beberapa teman cewek yang ikut kumpul malam itu ya sekadar teman sekelasnya saja, teman asik ngobrol saja, dan pacar dari teman-temannya, tidak lebih.

Tapi ya Asha tidak suka. "Ngapain banget coba ada cewek-cewek?"

"Orang cuma ngumpul biasa aja, main, lagian temen aku juga ada yang bawa ceweknya juga kan Sha? Marcel juga sama ceweinya kok, makanya aku ajak kamu."

"Ya ngapain? Males aku. Mending pulang!"

"Cuma main aja Sha. Kamu nih kenapa sih? Segitu gak maunya ada temen-temen aku yang cewek? Salahnya dimana? Yang bikin kamu gak suka tuh apa?"

"Itu pasti di antara cewek-cewek itu ada yang suka kamu!"

"Lah? Mereka tau aku udah punya pacar Sha!"

"Halaah, pasti mereka ikut karena mau gatel ke kamu!"

"Kamu kok jadi cemburuan gak jelas gini sih? Lagian kalo mereka gatel ke aku juga yang jadi pacar aku kan kamu. Bukan yang lain."

"Tch!"

"Terserah kamu lah. Ini aku ajak kamu, buat ngenalin pacar aku, kamu malah marah. Nanti kalo aku pergi sendiri, kamu marah lagi. Salah mulu."

"Kamu nih ngerti gak sih? Coba deh kamu ngerasain jadi cewek, Nan! Kita tuh LDR-"

"Kita cuma beda sekolah aja Sha, gak LDR yang beda kota. Pacar aku cuma kamu!" dengan geram Nanda menyela omongan Asha. Makin-makin Nanda ajak Asha ke parkiran, menjauh dari tempat kumpul-kumpul mereka. Lagi asik kumpul begini bukannya happy malah bikin makin emosi. Kalau bisa, pulang saja sekalian.

"Aku ya, kalo kamu ajak aku tapi gak ada cewek-cewek itu juga aku gak bakal marah."

"Ya kalo cuma kumpul cowok-cowok aja aku gak bakal bawa kamu Sha. Ngapain? Mau ngapain coba aku ajak kamu? Biar kamu bisa kenalan sama cowok-cowok."

"Kok omongan kamu gitu?!"

"Lah kamu yang dari tadi marah-marah gak jelas sebabnya apa. Cemburu gak jelas cuma karena ada cewek-cewek temen sekelas aku."

"Ya aku gak suka!"

Kali ini benar Nanda langsung melenggang meninggalkan parkiran, menyusuri trotoar ke jalan besar. Masa bodo, sudah tidak mood. Asha turut mengekori, masih marah-marah pada Nanda yang katanya meninggalkan Asha.

Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang