Pelaksanaan UTBK-SNBT sudah dari seminggu yang lalu, hasilnya baru akan diumumkan bulan Juni nanti, setelah pengumuman kelulusan sekolah.
Yaa benar, kelas 12 sebenarnya sudah tidak ada kegiatan apa-apa lagi sekarang. Paling ke sekolah hanya untuk urusan ekskul dan kegiatan lain seperti persiapan Pensi dan perampungan buku tahunan. Untuk pensi sendiri sebenarnya sudah ada panitia dari kelas 11 dan 10, tapi beberapa murid kelas 12 juga masih ada yang ikut menjadi panitia.
Untuk ujian akhir sekolah, Nanda bisa yakin dengan hasilnya, tapi kalau untuk hasil ujian seleksi masuk PTN itu, Nanda kurang yakin. Ia belajar kok, bahkan les juga masih rajin sampai sekarang, cuma yaa... yaaa... ternyata ujian seleksi itu susah. Nanda jadi tidak percaya diri, bahkan kini ia sudah mulai cari-cari kapan kampus pilihannya buka pendaftaran ujian mandiri.
Tujuan Nanda makin bulat, ia ingin kuliah jurusan Biologi di PTN terbaik yang ada di Bandung.
"Kenapa Bandung?"
"Akreditasi kampus disini gak sebagus di sana."
"Tapi kan jauh." gumam Nugi, ibu jarinya masih lihai, matanya juga masih fokus pada swicth yang kini sudah jadi hak milik Nugi.
"Bisa aja sih yang di Jakarta, tapi pas gue liat-liat lagi, biaya kuliahnya lebih mahal, biaya hidupnya juga."
"Hmm.."
"Lagian gue cuma kuliah, cuma Bandung. Pulang sebulan dua kali juga bisa. Kalian yang nyusul kesana juga bisa."
"Emang gue bakal disini terus ya..?"
Sontak, Nanda memoleh. "Gi."
"Maksud gue kan.. yaa gue di sini mungkin karena ada lo. Kalo lo kuliah ke luar kota, mungkin gue balik ke rumah juga."
"Lo pikir orangtua gue bakal ngebiarin lo tinggal sendirian?" jawaban yang Nanda dapat hanya Nugi yang mengangkat bahu. "Lo bisa di sini terus Gi. Selama Om Adi masih milih tinggal di sana, ya lo bisa tinggal di rumah ini, jadi anak nyokap sama bokap gue."
"Hmm.."
"Gi."
"Gue cuma tiba-tiba kepikiran.. misalnya, Om Adi udah bisa pulang... mungkin dia bakal pilih pindah, gak tinggal disini lagi. Otomatis gue ikut dia kan? Ya gue gak tau kapannya, tapi gue ngerasa kayak gitu. Lo jauh, terus gue pindah."
"Tck. Pindah apaan sih? Lo gak bakal pindah. Emang lo mau?"
"Nggak.."
"Nah. Ya udah. Lagian lo gak bakal pindah Gi. Om Adi tuh ngajak bokap bisnis bareng, mereka mau buka kafe disini. Ya gak mungkin lah lo pindah. Orang itu kafe punya bokap gue juga kok, bukan punya Om Adi doang."
"Kafe apa?"
"Gue belum tau jelasnya, bokap cuma bilang mau buka kafe kayak coffeeshop gitu, tapi pas waktu itu tuh gue denger bokap ngobrol soal menu makanan. Kayaknya sih jatohnya nih kayak resto gitu."
"Ooh, gue malah baru tau."
"Makanya lo tanya! Udah lah, lo gak usah mikir lo bakal pindah kek atau gue yang gak pulang-pulang kek. Kalo gue gak pulang, ya lo yang samperin."
"Kayak bakal boleh aja sama nyokap lo." Nugi melengos, sadar benar kalau soal pergi jauh sendirian akan sulit dapat izin dari Nina, Gunawan dan Gunadi juga. "Lo aja pulang, emang lo gak bakal kangen?"
"Males kangen sama lo, tiap ketemu malah ribut."
"Tapi seru kan?"
"Seru apanya? Minor jauh-jauh ah!"
"Ih, minggu depan gue 16 tahun loh!"
"Tetep aja masih di bawah umur. Kalo lo udah 18 tahun ke atas, baru deh gue anggap lo legal!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]
Random❝𝑻𝒉𝒆 𝑭𝒂𝒕𝒆𝒔 𝒘𝒊𝒍𝒍 𝒇𝒊𝒏𝒅 𝒂 𝒘𝒂𝒚.❞ Orang bilang, semua akan indah pada waktunya. Entah kapan waktunya juga tidak tau. Pun, memang kata-kata begitu masih berlaku? Mungkin memang hanya sekadar kata-kata saja. . . . ❀ 𝕆ℝ𝕀𝔾𝕀ℕ𝔸𝕃 ℂℍ𝔸ℝ...
![Moonflower (BL 18+) [COMPLETE]](https://img.wattpad.com/cover/366562606-64-k971978.jpg)