Dua Puluh

1.2K 92 16
                                        

Open Pre Order ya, teman-teman

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Open Pre Order ya, teman-teman. Untuk yang mau baca versi digitalnya bisa baca di karyakarsa/google playbook.

Untuk yang di wattpad tentu ditamatkan seperti biasa, tapi, slow update.

Untuk yang di wattpad tentu ditamatkan seperti biasa, tapi, slow update

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Yang ingin mengoleksi buku lainnya juga bisa, ya.

Wyne melihat kamar Monnie yang gelap.hanya lampu tidur yang menyala. Wyne memang tahu bahwa Monnie lebih suka bekerja di ruangan yang temaram. Namun, bisa saja Monnie sudah tidur. Tapi, tidak ada salahnya ia mencoba memanggilnya sebab ini adalah urusanyang penting.

"Monnie? Kau sudah tidur?"

Tidak ada jawaban. Mungkin karena ia terlalu jauh, maka Wyne mendekat ke ruang tidurnya."Monnie? Kau sudah tidur?"

"Belum, Bu, sebentar."

Monnie muncul dengan kaus yang kebesaran dan rambut diikat asal seperti khas dirinya. Kali ini ia tidak mengenakan bra karena tidak sempat.

"Maaf mengganggumu malam-malam. Kau sedang menulis?"

Monnie melihat ke dalam. Ia tidak mungkin mempersilakan Monnie masuk ke dalam meskipun Hide ada di toiletnya."Tidak, Bu, aku sudah berhenti pukul delapan tadi. Ada apa, Bu?"

"Apakah sudah ada bab tambahannya?" Wyne menanyakan pekerjaan Monnie.

Monnie mengangguk."Sudah. Apa Ibu mau melihatnya sekarang?"

"Iya, sekalian aku periksa di kantor."

"Ibu pergi ke kantor malam-malam seperti ini?"tanya Monnie sambil mencetak hasil pekerjaannya.

"Awalnya aku tidak ingin pergi. Tapi, editor mengharuskan sekarang karena ia punya waktu sedikit. Aku harus memeriksakan naskah yang sudah kau tulis. Nanti akan kuberikan padamu jika ada revisi."

Semua hasil cetak sudah keluar. Wyne menyimpannya dengan cepat ke dalam tas. "Jangan bilang ke siapa pun kalau malam ini aku pergi. Termasuk suamiku."

"Tapi, ini kan hanya tentang pekerjaan, Bu. Suami Ibu juga sangat mendukung. Kenapa tidak boleh tahu?"tanya Monnie penasaran.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Aug 14, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

MUST BE A HAPPY ENDINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang