ganteng

61 22 15
                                        

"Selesai! "

Sera menatap bangga pada hasil karyanya pada lutut Adel. Lutut yang tadinya berdarah itu kini sudah dibersihkan dan diberi obat oleh Sera. Tidak lupa lutut itu di perban kecil olehnya.

"Makasih kak, udah obatin luka Adel" Adel manatap Sera lalu tersenyum yang juga dibalas  oleh gadis itu.

"Sama-sama. Lain kali mainnya hati-hati, ya" ucap Sera sambil mengusap rambut lusuh Adel

" Iya, Adel. Kamu kebiasaan suka banget bikin ulah. Jadi gini kan. Untung ada kakak ini yang mau nolongin kamu"

Sera terkekeh mendengar omelan Gyan. Cowok itu terlihat sangat menyayangi anak kecil ini.
Saat dia mengobati saja, Gyan tidak hentinya menenangkan Adel agar anak itu bisa menahan sakitnya.

Mata Sera tanpa sengaja melihat goresan yang dia lihat tadi pada pelipis Gyan, lalu matanya beralih pada punggung tangan cowok itu. Tidak ada luka apapun disana, yang berarti Gyan tidak melakukan perlawanan saat dipukul. Apa cowok ini di bully.

"Iya, bang. " ucap Adel merasa bersalah lalu beralih kearah langit berwarna jingga. Sudah hampir malam.
"Gak sadar ternyata udah mau malem"

Ucapan Adel membuat Gyan dan Sera menatap kearah yang sama. Benar kata anak itu, hari sudah hampir gelap.

"Kalo gitu abang antar kamu pulang ya. Kasian ibu, pasti lagi cariin kamu"

"Adel"

Tepat setelah Gyan selesai bicara, seorang wanita memanggil nama Adel. Mereka sekarang berada di bagasi mobil yang di buka lebar, sedangkan ibu itu di depan mobil. Makanya tidak bisa melihat mereka.

 "Itu ibu, bang, Adel pulang sama ibu aja

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Itu ibu, bang, Adel pulang sama ibu aja. Abang biar anterin kakak ini pulang. Adel pergi dulu, ya " Setelah berpamitan, tidak lupa  dia mencium punggung tangan Sera dan Gyan secara bergantian. Anak yang sopan.

Tinggallah Sera dan cowok disampingnya ini.

"Lo gurunya Adel? Tadi dia bilang gitu" selain penasaran dengan luka Gyan,  Sera juga penasaran tentang siapa cowok itu. Guru? Masa semudah dia udah ngajar sih?

"Aku cuman ngajar dia di kolong jembatan. Bukan guru sekolah "
"Hah? Maksud lo Adel-"
"Iya, adel gak sekolah dan dia tinggal dijalan. Kadang ... aku suka ngajar dia sama yang lain di kolong jembatan atau taman kota. Mereka emang gak punya biaya buat sekolah. Tapi aku suka saat kiat mereka untuk belajar. Makanya aku mau ngajarin mereka"

Sera terdiam mendengar ucapan cowok dihadapannya ini. Gyan sangat baik menurutnya.

"Mereka beruntung ketemu orang kayak kamu, Gyan" ucap Sera tulus, tidak banyak orang yang mau peduli dengan anak-anak jalanan seperti Adel dan lainnya. Tapi Gyan peduli.
"Malah aku yang ngerasa lebih beruntung ketemu sama mereka. Anak-anak itu ajarin aku untuk tetap semangat jalanin hidup walau itu gak gampang"

silentTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang