"Orang yang bisa mengerti kita adalah orang yang pernah merasakan apa yang kita alami dan orang yang bisa membantu kita hanyalah orang yang pernah menghadapi masalah yang sama dengan kita."
-Daiva Isvara Maheswari-
Sial!
Sera menyebutkan semua penghuni kebun binatang dalam benaknya. Kenapa dia harus bertemu dengan Daiva toilet dan terlebih lagi hanya ada mereka berdua disini? Tapi... apa gadis itu akan peduli jika tau Gyan sakit?
Sera melangkah menuju westafel, tepat disamping Daiva yang baru saja akan mencuci tangannya.
"Gyan sakit."
Dua kata itu sukses membuat kegiatan Daiva berhenti. Sera diam beberapa saat tapi dia tetap memperhatikan melalui cermin didepannya. Ada kilat Khawatir dari mata Daiva tapi berusaha dia tutupi.
"Kenapa? Lo mau jadi pahlawan lagi kaya waktu itu?"
Bukan itu yang ingin gadis itu katakan, Sera yakin.
"Lo sadar gak sih kalo yang buat Gyan sakit itu kembaran bang-"
"Jaga omongan lo tentang kembaran gue!"
Daiva menatap Sera tajam tentu dibalas sinis oleh gadis dihadapannya ini. Tidak ada yang boleh memaki Daksa dihadapannya. Apalagi itu adalah anak baru yang tidak tau apa-apa tentang Daksa.
"Lo masih mau belain dia yang jelas-jelas salah! Lo sadar gak sih kalo kalian itu keterlaluan sama Gyan. Dia gak ngelakuin apa-apa!"
"Denger Sera! Lo..."Daiva menunjuk Sera dengan jari telunjuknya tepat didepan wajah gadis itu. Dia sudah muak dengan sifat Sera yang membela Gyan. Gadis itu tidak tau apa-apa.
"Hanya orang baru dihidup Gyan yang gak tau apa-apa, lo-"
"Makanya itu gue heran sama kalian. Gue yang orang baru aja bisa percaya sama dia, tapi kenapa kalian enggak. Kalian orang yang kenal dia dari dulu, selalu ada buat dia, tapi kenapa gak ada satupun dari kalian yang mau dengerin dia atau kasih kesempatan buat dia jelasin. Kenapa kalian terlalu egois?"
Sebenarnya Sera tidak ingin meluapkan emosinya pada Daiva, tapi mendengar kata orang baru dari gadis itu, dia tidak terima. Setidaknya dia masih percaya dengan Gyan walau dia orang baru.
"Oh, Gyan udah cerita semua ke lo? Bagus deh, gue jadi gak perlu repot-repot jelasin semua dari awal. Tapi ada hal yang gak akan pernah lo mengerti tentang gue dan yang lain, Sera! Adek gue di perkosa, adik yang kita jaga dari dulu direnggut kehormatannya secara paksa! Lo gak tau apa yang terjadi sama gue dan daksa setelah kejadian itu, yang lo tau cuma Gyan, Gyan dan Gyan doangg! Lo cuma tau Gyan yang dibenci dan di bully sama kita. Lo gak tau kan gimana gue, Daksa dan Affandra bertahan dengan semuanya, dimana saat nyokap gue yang depresi dan bokap gue dengan brengseknya malah ninggalin kita karna malu punya Btari dan istrinya gila! LO GAK PERNAH TAU SERA!"
Ada rasa yang tidak bisa Daiva jelaskan saat tahu Gyan menceritakan tentang mereka pada orang lain. Ada rasa sesak yang dia tidak tahu karna apa. Gyan menceritakan masalah mereka pada orang yang baru saja dia kenal. Apa seberpengaruh itu Sera bagi Gyan?
Sera terdiam mendengar semua yang diucapkan Daiva. Gadis itu benar, dia hanya mau mendengar dari Gyan tanpa mau mendengar dari pihak lain juga. Astaga! Ternyata ada hal seberat itu dalam hidup mereka.
"Lo tau kenapa kita buat Gyan gak punya teman? Karna kita gak mau ada korban lagi setelah adik gue, Ser! Gue takut-"
"Gue takut benci Gyan terlalu dalam, Ser"
KAMU SEDANG MEMBACA
silent
Novela Juvenil"Anasera, terima kasih untuk tidak menjadi payung saat hujan karna kau tau selain dirimu aku juga menyukai hujan dan aku mohon, tetaplah menjadi obat saat hujan itu membuatku sakit. Tetap temani aku saat hujan itu membasahiku dan ayo kita bermain be...
