"Tuan Dew, saya-"
"Kau akan menanyakan jadwalmu bukan? baiklah-"
"Tidak Tuan , saya datang karena ada salah satu tamu yang ingin bertemu dengan anda"
"Tamu?" Mew mengangguk
"Siapa?" Tanya Dew kembali
"Tuan Bright Vachirawit"
"Dia?"
"Iya ,tuan kenapa?"
"Ah tidak, dimana dia mengajakku bertemu?"
"Tuan Bright mengatakan jika dia ingin bertemu di sebuah cafe Tuan"Dew mengangguk kecil dan tersenyum
"Baiklah , sekarang lanjutkan pekerjaanmu"
"Permisi" Mew melenggang pergi dari ruangan Dew
Dew,pria jangkung itu menghela nafas panjang lalu tersenyum sinis
"Aku tahu apa rencanamu, Bright."
Ting
Dew terkekeh saat melihat pesan yang dikirimkan oleh kelinci kecilnya,ia segera berlari kedalam ruangan yang ditempati oleh Win
"Ada apa?" Tanya Dew sembari menutup pintu
"Aku sulit tertidur.." Sahutnya
"Jadi kelincii ini tidak bisa tertidur dan menghubungi ku hm?" Dew segera duduk ditepi ranjang untuk menatap lekat wajah cantik Win
"Sebenarnya aku takut dengan ruangan ini"Dew mengernyit heran
"Apakah dia menyembunyikan sesuatu?"
"Kau takut?" Win mengangguk kembali
"Bisakah aku pulang dan tidur di apartemen Tuan?"
"Tuan?" Win melebur mendengar nada dingin dan datar yang Dew gunakan,kenapa juga dia bisa lupa dan keceplosan memanggil Dew dengan sebutan tuan?
"M-maksud ku...maaf aku harusnya tidak memanggil phi seperti itu" Win menunduk takut
"Jadi kau ingin pulang sekertaris ku?" Saat itu juga tubuh pria manis itu meremang
"Aku tidak akan mengizinkan mu,kau sebenarnya akan menemui Bright kan?"
"Kenapa tu- phi Dew tahu itu?"
Pria manis itu hanya diam,ia sama sekali tidak menjawab perkataan yang dilontarkan oleh Dew,Dew yang melihat Win seperti itu tersenyum menang
"Sikapmu sangat mudah untuk ku tebak babe..aku tidak akan membiarkanmu pulang dengan keadaan yang seperti ini" Win mengernyit
Pria manis itu mendongakkan kepalanya dan menatap Dew dengan tatapan polosnya
"Apa yang phi mak- mphhhh!" Kepala Win terdorong begitu saja saat Dew tiba-tiba menyerang
Dew menahan kedua lengan pria manis itu diatas dan menguncinya. Ia melumat dan menghisap bibir pink milik Win dengan kasar ,menekan tengkuk pria manis itu untuk memperdalam ciumannya
Ciuman itu berlangsung lama,desahan demi desahan yang berusaha ditahan itu lolos begitu saja dari bibir pria manis itu,hingga ia kehabisan pasokan udara dan segera memberontak agar Dew melepaskan ciumannya
"Ahhh...." Desah Win saat tautan itu terlepas dan menciptakan bentangan Saliva yang akhirnya menetes ke kasur
Dew mengangkat tubuh Win untuk ia dudukan dipangkuannya, melepaskan semua pakaian yang pria manis itu kenakan hingga ia full naked
Wajah cantik Win sudah memerah sempurna sekarang karena melihat betapa besarnya penis milik Dew ,mungkin itu sekitar 36 cm?
Tubuh pria manis itu didorong hingga ia terlentang dia atas kasur,Dew meletakkan satu bantal dibawah pinggang pria manis itu dan melebarkan kedua kakinya yang membuat Win mengangkang lebar
KAMU SEDANG MEMBACA
You are mine forever
Random"Kau ingin menjadi milikku hm?"ucap Dew dengan tersenyum lembut "Apa m-maksud tuan?" ucap pemuda manis itu dengan tatapan polosnya "you are mine baby.forever"
