Tiga bulan kemudian
Angin sepoi-sepoi menerpa,langit malam yang indah dibubuhi oleh cahaya rembulan dengan bintang-bintang yang bertebaran digelapnya langit.
Metawin tersenyum
"Kalian bahagia disana ya?" Ucapnya pelan
Pria manis itu mendongak,menatap Dew yang mengelus kepalanya
"Mereka sudah tenang disana" Ucapnya
Senyum diwajah Dew masih terpampang,terasa lembut dan menenangkan.
"Aku tidak kuasa jika melihatmu seperti ini" Lirih Dew sembari mengusap air mata Win
"Ini sudah malam tidur na?" Win mengangguk
Kalimat itu mampu menyentuh hati Win. Karena setelah mendengarnya hati Win menghangat
Mereka terlelap,saat hujan turun dengan derasnya. Pelukan hangat Dew membuat Win nyaman dan tertidur pulas.
••••••••🔞
"Morning bunny"
"Morning juga phi"
Cup!
Dew memberikan morning kiss pada kelinci manisnya. Win tersenyum kecil
Dew tersenyum, setidaknya kini Win berubah tidak berada pada kesedihannya karena mengingat kedua orangtuanya
"Semuanya akan terbalaskan" batin Dew
"Ayo mandi bersama" Bisik Dew
Plak
Tamparan halus itu mengenai pipi kiri Dew
"AKH!"
Win terkejut karena Dew membopongnya menuju kamar mandi
"Phi aku ingin mandi sendiri saja" Ucapnya
Pria manis itu mendorong tubuh Dew saat pria itu melucuti pakaiannya
"Hemat air Win,lagi pula kita hanya mandi"
"Tidak,tidak,phi bohong!" Teriak Win karena melihat Dew yang menyimpan sebotol pelumas pada rak sabun
"Sudah lama kita tidak melakukannya" Ucap Dew dengan seringainya
"Ughh" Mata Win membola saat Dew menyerangnya
Mereka berdua berada dibawah shower ,Dew menyalakan salah satu showernya maybe hot water?
Dew memandang wajah indah Win yang sedikit memerah karena air panas yang mengguyur tubuh mereka.
Seperti biasa,Dew mulai melucuti pakaian yang Win kenakan dan pakaian miliknya. Dew mendekatkan wajahnya menyambar bibir plum Win,menghisap bibir atas dan bawah Win secara bergantian. Dew melingkarkan kedua kaki Win pada pinggangnya.
Ia mengulum bibir milik Win bahkan memaksa lidahnya untuk masuk kedalam mulut hangat Win
"Eughh" Lenguhan indah yang Win keluarkan membuat gairah Dew semakin memuncak,tangan pria itu mengelus dan meremas tonjolan kecil Win yang sudah mengeras
Dew tersenyum disela-sela ciumannya saat melihat wajah kelincinya yang menikmati sentuhan Dew pada putingnya.
Ciuman itu semakin intens dan panas. Win memukul-mukul bahu Dew karena pasokan udaranya menipis,Dew segera melepaskan pagutannya. Ia terkekeh kecil melihat Win yang mengambil udara dengan rakus ,sangat lucu.
Dew beralih atensi,kini ia menghisap dan menggigit Win's white neck.
"Akhh!" Jerit Win
Pria manis itu menjerit saat Dew menggigit lehernya kuat. Tanda biru itu bahkan sedikit mengeluarkan darah. Tanda yang Dew tinggalkan sangat banyak
KAMU SEDANG MEMBACA
You are mine forever
Random"Kau ingin menjadi milikku hm?"ucap Dew dengan tersenyum lembut "Apa m-maksud tuan?" ucap pemuda manis itu dengan tatapan polosnya "you are mine baby.forever"
