Made Hutomo menatap perempuan muda awal dua puluhan yang melangkah menuju mejanya dengan agak skeptis. Mungkinkah wanita semuda itu seorang ani-ani peliharaan orang berpengaruh?
Selama ia menjadi ahli perhiasan, beberapa kali diundang untuk QC perhiasan keluarga old money. Dan dalam pelelangan malam ini ia kaget menemukan perhiasan otentik milik keluarga old money yang notabene tak akan mungkin berada di tempat lain kecuali disimpan dalam brankas keluarga ataupun dipakai sendiri oleh sang pemilik. Kecuali keluarga itu runtuh dari masa jayanya. Setahunya keluarga old money pemilik perhiasan masih sangat berjaya dan masih sangat berpengaruh.
"Perkenalkan saya Made Hutomo."
Rania menjabat tangannya. "Rania Shareefa Zubeir."
Zubeir?
Logo yang terpatri pada gelang itu bukan keluarga Zubeir dan Zubeir hanyalah nama biasa. Jadi siapa dia? Apanya keluarga pemilik gelang itu?
Tiga puluh menit sebelumnya
"Nanti akan ada petugas lelang memverifikasi data. Tenang saja tak akan bermasalah karena perhiasan itu memang milikmu, selama tak ada yang mencet kode merah dan segera pencet kode ungu semua akan aman."
"Bagaimana kalau kode merah terpencet? Dan kode ungu telat dipencet."
Ghaz terkekeh. "Akan ada sedikit kehebohan. Mungkin?"
"Kau misterius mas."
"Tidak sayang, semua aman. Hanya saja protokol Ar-Rasyid amat menyebalkan dan merepotkan."
Rania dengan tersenyum tenang menghadapi pria yang penuh curiga di depannya. "Ada apa ya saya dipanggil?" Ucapnya tanpa prasangka hanya penuh tanya.
"Mohon tunjukan KTP anda. Karena gelang anda memiliki kode akses dan merupakan perhiasan otentik. Untuk mengurangi ketidak nyamanan, anda kami undang kemari."
Asisten wanita bergerak cepat menggiring Rania ke sofa dan menyeduhkan segelas teh sesuai permintaan.
Asisten laki-laki mengambil KTP dan mengeceknya sambil mengucap NIK dan nama Rania seraya mengetik. kemudian nampak data di layar.
Tampak di layar nama yang terpampang jelas dengan huruf kapital.
RANIA SHAREEFA ZUBEIR AR-RASYID
"UPS!" Spontan keluar dari mulutnya. Jadi ini yang dimaksud si kembar. Walau tak tercantum dalam KTP, nama belakangku Ar-Rasyid, lebih tepatnya, aku membawa marga suami.
Nama, NIK dan foto terverifikasi. Made Hutomo pun tak membantah karena tidak semua Ar-Rasyid meletakan identitas keluarga secara terang-terangan. Namun tercatat dalam semua benda berharga miliknya.
"Baiklah nona terima kasih sudah kami verifikasi. Apakah benar gelang anda akan dilelang?"
"Ya tak apa. Oh ya jangan lupa segera tekan tombol ungu."
Namun ternyata kode merah yang terpencet oleh asisten dan terdengar Alarm berbunyi.
Rania tepok jidat. Well jadi akan ada kehebohan apakah ini?
* * *
*Markas Bayangan Ar-Rasyid*
"Bos, terpantau dari semarang mengirim sinyal merah."
"Aktifkan siaga merah. Pantau berapa Ar-Rasyid di kota tersebut."
"Terpantau dua Ar-Rasyid dan dua menantu Ar-Rasyid masih dalam radar dan berada di wilayah yang sama."
"Cek Ar-Rasyid yang lain."
Anak Buah Bos Datuk Kahfi terdiam saat pengecekan.
"Ada apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
GHAZ
Roman d'amour[21+] CERITA INI MENGANDUNG UNSUR ADEGAN DEWASA. BIJAKLAH DALAM MEMBACA. Ar-Rasyid Series : #Third Story Rania menganggap Alta sebagai sosok kakak laki-laki yang ia dambakan. Namun pria itu tanpa disangka menginginkan lebih dari ikatan saudara. Disa...
