HAPPY READING 🍂
Angin sepoi-sepoi terasa sangat menyejukkan, matahari tergantikan oleh bulan yang bersinar terang di langit malam. Banyak orang yang sedang mencari suasana sejuk pada malam ini, termasuk Jungwon dan Sunoo.
Duduk di kursi taman dengan saling berhadapan, semerbak bau wangi tercium dari lelaki dihadapannya dengan pandangan yang bertemu satu sama lain. Tawa ria yang indah, tatapan mata yang tak bisa membuat Sunoo seolah tak bisa berpaling dari tatapan itu, dengan lesung dikedua pipi yang tampak begitu manis. Sekarang Kim Sunoo lemah akan hal itu, lemah akan semua pesona milik Lee Jungwon.
Dan Jungwon pun sama, bahkan Jungwon sudah jatuh sedalam-dalamnya pada pesona milik Kim Sunoo. Mata yang cantik, sorot mata yang indah, senyumannya yang manis juga seperti bulan sabit, sifatnya yang lembut, dan bibir pink pucat yang terlihat menggoda..
"Ah anjing?! Ngapa gua mikirnya kesana? Gua udah dibuat ga waras sama Kim Sunoo..." kepalanya menggeleng pelan untuk menyadarkan dirinya agar tak berpikir mesum, membuat sosok didepannya kebingungan akan tingkah lakunya.
Setelah itu ia buang jauh-jauh pikiran negatif yang mengganggunya. Tetapi lagi-lagi pandangan Jungwon tertuju pada bibir lembut berwarna pink pucat.
"Kenapa??" tanya Sunoo heran sambil memiringkan kepalanya dengan artian sedang kebingungan.
"Cium.." tak tahu bagaimana, kata itu keluar begitu saja dari mulutnya.
"HAHH?" mata Sunoo membulat, disaat bertatapan layaknya pasangan pada umumnya, masih saja berpikiran mesum. Seketika rasanya Sunoo ingin menjewer telinga Jungwon.
"EHH, BUKAN GITU MAKSUD GUA" buru-buru Jungwon ingin menjelaskan bahwa dirinya tak bermaksud seperti itu, tetapi jika dipikir-pikir lagi, memang itu yang tadi ia pikirkan dan seolah menginginkannya.
"Gua tau yang lo maksud, pikiran lo mesum banget yak" tangan Sunoo naik perlahan untuk mengusap pucuk kepala si lebih muda, menyisir helai rambut menggunakan jemarinya, uasapan halus membuat Jungwon menatapnya berbinar seperti kucing penurut.
"Hehe"
"Dihh, nyengir lo bocah"
Mendengar kata yang tak disukai Jungwon, ia pun jadi kesal seketika. "Hm? Gua buka bocah lagi" tolaknya tak ingin dipanggil seperti anak kecil.
Seakan tak mau kalah dari Jungwon, Sunoo membalas ucapan Jungwon dengan berani. "Mana bisa gitu? Lo kan lebih kecil daripada gua"
"Lo aja yang jadi pihak bawah ya, gemeshh ihh" lanjut Sunoo sembari menggoda si Febuari.
Senyumnya yang tadi merekah dan matanya yang berbinar tergantikan dengan wajah datar dan kesal. "Apa-apaan lo? Emang gitu cara nentuinnya? Mau coba adu sama gua?"
"Hah? A-adu apaan..?" ucapnya terbata-bata akibat rasa gugupnya.
Sesuatu rencana cemerlang terlintas begitu saja di pikirannya, "Adu lidah sama gua, gimana? Yang berhenti duluan yang kalah, setuju gak?" dengan nada sombong, Jungwon mengucapkan kalimat tersebut dengan wajah datarnya yang terdapat sedikit rasa kesal.
"E-emm, won.."
"Kenapa? Takut lo?" Jungwon bahkan semakin mendekatkan badannya kearah Sunoo, membuat si Cancer semakin merasa takut serta gugup.
Berusaha mendorong tubuh Jungwon yang mendekat perlahan kearahnya dengan tangan mungilnya yang berusaha keras.
Sedangkan Jungwon menahan dorongan itu dengan mudahnya. Bingung Jungwon rasa, mengapa Sunoo terlihat sangat lucu sekarang? Ia jadi ingin tertawa lepas sebab melihat wajah Sunoo yang mendongak menatapnya dengan tatapan yang sungguh terlihat begitu lucu.
"Pftt- WHAHAHAHA, LIAT MUKA LO, PANIK BANGET, HAHAHA" ledek Jungwon dengan memegangi perutnya karena sudah tak kuat melihat mimik wajah Sunoo yang terkesan panik.
Sunoo sama sekali tak suka dengan candaan yang seperti itu, "IHH, GA LUCU LO!",
"Rasain nih" Sunoo menjewer telinga sebelah kanan Jungwon agar rasa kesalnya tersampaikan.
"Sshh, sakit anjir.."
"Yahh, padahal lucu loh?"
"Apanya yang lucu..?!" tanya Sunoo dengan heran.
"Yang nanya"
"Ck, gombal" Sunoo memalingkan wajahnya seolah merasa kesal, tetapi yang sebenarnya ia tengah salah tingkah karena perkataan yang diucapkan oleh Jungwon.
"Cieee, salting kan lo?"
"Udah ah. Em... By the way, lo mau ngomong hal penting apa sama gua?
"Itu..."
Drrtt
Drrtt
🍂
mohon maaf jika sedikit tdk jelas(╯︵╰,)
KAMU SEDANG MEMBACA
Yangsun
Krótkie OpowiadaniaLelaki culun yang dibully oleh kakak kelasnya, akankah dia terbebas dari pembullyan lagi? Siapa sangka dengan hari yang terus berjalan, sewaktu-waktu dia malah menyukai seseorang yang bahkan orang itu adalah salah satu dari pembully yang membullynya...
