HAPPY READING 🍂
Drtt
Drtt
"Siapa itu?"
Merogoh saku celananya untuk mengambil benda berbentuk segi panjang itu. "Ada deh, tar yak gua angkat telpon bentar"
"Ah.. Oke" sahut Sunoo sembari melihat Jungwon melangkah agak jauh dari dirinya, hanya untuk mengangkat telepon dari seseorang?
"Ngapa lama bet etdah?" gumam Sunoo yang sudah bosan menunggu Jungwon yang begitu lama rasanya.
"Jungwon! Gua kesana yak" dengan cepat bangun dari tempat duduknya dan menghampiri Jungwon yang tak jauh dari dirinya.
Mendengar ucapan dan langkah kaki Sunoo yang mendekat, Jungwon buru-buru untuk mengabari seseorang di sebrang telepon. "Udah woi, dia nyamperin gua. Gua tutup telponnya yak" lega dirasanya, hampir saja ia ketahuan.
"Udahan nelponnya?" Sunoo begitu heran. Tiga langkah kaki lagi untuk menghampiri Jungwon, namun lelaki itu langsung menyelesaikan dan menutup teleponnya begitu Sunoo mendekat.
Kenapa?
Apakah ada yang Jungwon sembunyikan dari dirinya?
Jika temannya menelepon kenapa tak menjawab teleponnya di hadapan Sunoo? Sebegitu penting kah telepon itu sehingga Sunoo tak dapat mendengarnya?
Banyak pertanyaan yang terlintas dipikirannya, tetapi Sunoo berusaha berpikir jika pikiran buruk tentang Jungwon tidak benar terjadi nantinya.
"Sunoo...? Kenapa ngelamun?" Jungwon merasa heran. Sejak saat Sunoo bertanya tadi, Jungwon bahkan sudah langsung menjawabnya. Namun Sunoo larut dalam pikirannya sendiri sehingga tak mendengarkan Jungwon.
"Ah enggak.."
Handphone Jungwon bergetar, suara notifikasi pesan itu terdengar. Jungwon merogoh saku celananya dan melihat dari siapa pesan itu dikirim dan apa isi pesannya.
"Siapa itu?" Sunoo penasaran akan hal itu, kali ini dia memberanikan diri untuk bertanya.
"Kagak, ini bukan siapa-siapa" Jungwon panik bukan main. Saat Sunoo ingin melirik pada ponsel Jungwon, seolah tak ingin pesan itu dilihat siapapun, Jungwon sedikit menjauhkan ponselnya membuat Sunoo kali ini jadi tak suka akan tingkah lelaki tersebut.
Jungwon sibuk bertukar pesan. Kini Sunoo hanya duduk diam seraya merasakan sejuknya malam, Sunoo ayunkan kedua kakinya perihal rasa bosan itu tak kunjung hilang.
Mengapa Jungwon mengajaknya kemari? Sedangkan Jungwon hanya fokus pada ponselnya.
"Sunoo? Gua tinggal bentar gapapa kan?" tanya Jungwon memastikan.
"Mau kemana lo?"
"Ada lah, gua mau ketemu seseorang. Bentar doang kok"
"Gua ikut yak" baru saja Sunoo ingin berdiri, namun Jungwon mencegahnya. Dia panik dan merasa tak enak akan wajah Sunoo yang kini menatapnya kesal.
"Udah. Lu disini aja. Bentar aja ya...please" Jungwon memohon kali ini agar Sunoo membiarkannya untuk pergi sebentar saja.
"Yaudah sana" Sunoo lelah juga jika terus begini. Pertanyaan Sunoo dibiarkan hilang oleh Jungwon, bagai angin, tak dia hiraukan.
Jungwon melangkah menjauh dari tempat mereka sebelumnya. Saat punggung milik lelaki itu menjauh, Sunoo masih menatap curgia sebelum akhirnya lelaki itu entah kemana. Penglihatan Sunoo tak bisa lagi menangkap kemana Jungwon pergi. Wajahnya murung, dia menundukkan kepalanya sejenak.
🍂
Untung masih inget alurnya, walau ada yang di ubah dikit-dikit..
Ayo votenya🤍
Hehehehheheee🙏🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Yangsun
Krótkie OpowiadaniaLelaki culun yang dibully oleh kakak kelasnya, akankah dia terbebas dari pembullyan lagi? Siapa sangka dengan hari yang terus berjalan, sewaktu-waktu dia malah menyukai seseorang yang bahkan orang itu adalah salah satu dari pembully yang membullynya...
