Kedatangan Melanie dan Sergio di waktu yang hampir bersamaan pagi tadi berhasil membuat heboh jagat maya. Berita tersebar bak wabah pandemi. Begitu cepat, hanya dalam hitungan jam wajah Melanie dan Sergio memenuhi berbagai portal berita show bizz. Tidak sedikit warga net yang mengomentari air muka sang aktris. Perbedaan itu terlihat nyata. Senyum getirnya mengundang tanya.
"Aku sudah reservasi restauran yang aku yakin kau akan suka dengan makanannya. Kita makan dulu, ya sebelum ke hotel." ucap Sergio.
"Maaf kalau mengganggu rencanamu, tapi Melanie sudah ada jadwal bertemu desainer untuk fitting baju dan aku yakin kau pun juga harus bertemu dengan PR." sela Odille seraya menarik lengan Melanie agar lepas dari dekapan Sergio.
Alasan yang masuk akal dan sulit dibantah. Meski janji temunya masih enam jam lagi, Odille tidak mau aktrisnya itu jadi zombie karena tidak cukup istirahat dari kejaran Sergio. Wajahnya yang membiru karena perlakuan Sergio perlahan kembali berwarna. Napasnya kembali normal. Jantungnya kembali berdetak sebagaimana mestinya. Ia hidup kembali dari mati suri. Berkat bantuan Odille, ia bisa menghirup udara sebebas yang ia mau. Sampainya di mobil van serba hitam, Melanie langsung bersiap untuk terbang ke alam mimpi. Paling tidak, dia bisa mengisi kembali energi yang keluar terlalu banyak dua hari belakangan ini.
"Kau bertemu dengan siapa saat aku menghadang Sergio tadi?" tanya Odille terus terang.
"Hanya penggemar." Melanie sungguh kehilangan tenaga sepenuhnya. Kerinduannya amat besar kepada kasur yang empuk untuk berguling dalam selimut yang nyaman membuatnya menjawab asal pertanyaan sang manajer.
"Aku rasa bukan." telisik wanita berambut pendek itu sembari membenarkan letak kacamata minusnya yang turun.
"Aku mau tidur sebentar. Bangunkan kalau sudah mau sampai tempat fitting."
Odille mendengus pelan. Satu sisi, ia tidak ingin Melanie terus terlibat masalah atau gosip yang mencoreng nama baiknya, disisi lain ia juga sama lelahnya menanggapi sikap Melanie yang semakin hari semakin acuh akan dirinya sendiri. Sungguh memprihatinkan. Dalam keheningan, Odille mengumpulkan semua berita tentang Melanie yang naik hari ini untuk memprediksi pertanyaan lanjutan yang akan keluar dari para wartawan di luar sana.
Dari mobil yang berbeda, Sergio juga tengah memantau berita tentang kedatangannya dan Melanie pagi tadi. Ia baru tahu bahwa Melanie juga turut diundang ke acara Milan Fashion Week saat bertemu langsung dengan sang pujaan hati di bandara. Odille yang memberitahu. Entah sengaja atau tidak, Sergio tidak memusingkan hal itu. Suasana hatinya lima kali lebih baik karena bisa merangkul kembali wanitanya. Oh, selamanya ia tidak akan menyebut Melanie sebagai mantan meski ia harus mati sekali pun. Dalam lubuk hatinya, ia akan terus beranggapan bahwa Melanie tetaplah kekasihnya. Pujaan hatinya. Ia tidak akan membiarkan Melanie dekat dengan pria manapun selain dirinya.
"Sial! Berani-beraninya! Siapa dia?!" geramnya. Raut wajahnya yang tadi sumringah mendadak kusut bagai buah yang terlalu matang.
Kedua alis tebalnya menciptakan kerutan dahi, tidak terima. Bukan hanya headline beritanya yang memuat spekulasi tidak berdasar, tapi juga foto sebagai pelengkap bahwa headline tersebut benar adanya memancing kembali jiwa posesifnya yang belakangan tidak bertenaga itu. Wajah baru yang belum pernah ia lihat selama berkarir di dunia model dan hiburan.
Pria berjenggot tipis dengan kemeja hijau gelap dan kacamata bertengger di ujung hidung, menatap wanitanya dan terlibat dalam sebuah percakapan serius. Ia ingat tempat itu. Lounge tempat ia bertemu dengan Odille saat transit di Paris. Ia mendengus kasar. Tidak terima telah ditipu oleh Odille yang hanya manajer kekasihnya. Murkanya tidak dapat ia sembunyikan dari wajahnya yang kian padam. Ia tidak suka dibohongi. Ia tidak suka dikhianati. Terlebih, Ia tidak suka jika wanitanya berbicara dengan pria lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trading the Spotlight [TERBIT]
ChickLitDari sekian banyak potensi, aku rasa potensi terbesarku adalah hidup dalam bayang-bayang hutang atas kemewahan hidup kekuargaku. Hidup bagai layang-layang terbawa angin tanpa tuju, masih beruntung kait benang tidak putus. Atau barangkali, sebentar l...
![Trading the Spotlight [TERBIT]](https://img.wattpad.com/cover/370374616-64-k540838.jpg)