VIII. Trending Topic

106 6 2
                                        

NEWS HIGHLIGHT

Tampil Stylish, Pioretti Menjadi Sorotan Milan Fashion Week

Vakum Dari Sirkuit, Pioretti Hadiri Fashion Week

Hadiri MFW, Intip 3 Gaya Busana Pioretti

HEBOH! Pioretti Temui Wanita di Charles De Gaulle!

Datang Bersamaan Jadi Sorotan, Melanie kah yang Bersama Fabian?

🎬🎬🎬


Pagi yang indah menurut Nigel. Menu sarapan gosipnya kali ini sungguh membuatnya kenyang. Dari atas sampai lima berita terakhir membahas tentang bosnya yang ramai dibicarakan. Bukan tentang pencapaiannya di sirkuit seperti yang selalu diinginkan oleh Fabian, justru berita kali ini yang paling dibenci oleh Fabian.

"Wah! Aku rasa kali ini kau berhasil melebihi eksistensi Jonathan." ujar Nigel tanpa berpaling sedikit pun dari layar I-Pad hitamnya. 

Keduanya sedang berada di ruang makan kediaman Pioretti untuk sarapan. Sirkulasi bagus yang didapat dari halaman belakang membuat Nigel lupa daratan, bahwa kini ia berada di rumah bosnya. Bukan di hotel atau resort. Fabian baru saja turun dari singgasananya seraya menanggapi Nigel, "berhenti omong kosong. Liburku masih sisa dua hari lagi."

Fabian mengambil tempat di depan Nigel. Mulai menikmati kopi paginya. Ia menikmati kopinya dalam diam. Seakan sudah terbiasa dengan kondisi rumah yang sepi senyap. Kedua orang tuanya sudah bisa dipastikan sibuk dengan bisnisnya. Tentu saja. Setelah acara fashion week  penjualan akan melesat naik.

"Oh, aku suka berita seperti ini. Kau tau, mereka benar-benar menghiburku." celetuk Nigel ditengah tawanya.

Tawanya terpaksa berhenti ketika ponselnya berdering. "Oh gawat!" Nigel berjengit dari duduknya lalu menjauh dari tempat Fabian berada.

Sementara itu, bosan mulai merayapi sekeliling Fabian. Ia memutuskan untuk membuka ponsel sembari menunggu Nigel. Terdapat pesan dari mamanya dan beberapa nomor tidak dikenal. Seingatnya, ia tidak pernah memberikan nomor ponsel kepada siapapun selain orang-orang terdekatnya. Ia biasa menggunakan nomor Nigel jika berkaitan dengan pekerjaan.

Sementara tahta tertinggi dalam keluarganya, ibu negara mengirim pesan agar segera setelah dia bangun dari tidurnya untuk bergegas ke kantor, tempat mama dan papanya membangun istana kekayaannya. Sayangnya, ia sama sekali tidak tertarik untuk itu. Ia buru-buru menelan semua kopi yang tersisa dalam mug transparannya kemudian melenggang ke kamar untuk berganti pakaian. Mengenakan kemeja putih tipis dengan lukisan motif garis vertikal dipadukan dengan celana kulot abu-abu monyet, ia berniat untuk berkunjung ke gereja. Memohon dan berdoa agar ia bisa menjalani hidupnya dengan lebih mudah.

"Kau tau apa yang baru saja aku dengar dari pimpinan?" tanya Nigel begitu melihat Fabian sudah rapi dan hendak pergi ke suatu tempat. Alih-alih mendapat jawaban, Nigel ditinggal begitu saja di teras rumah Pioretti.

Pikirannya suntuk. Dia mengendarai SUV Maserati dengan kecepatan penuh. Berharap pikirannya sedikit terurai bersama kecepatannya. Setibanya ia di gereja masa kecilnya, pria berjenggot tipis itu menggantung kacamatanya di saku baju lalu berlutut dan berdoa di tengah altar. Dihadapan Sang Penyelamat langsung. Dalam doanya, ia berharap agar kali ini diselamatkan kembali dari paksaan kedua orangtuanya. Dengan khidmat ia berdoa hingga tidak menyadari kedatangan orang lain yang ada di sana. Nana berdiri di belakangnya. Memperhatikan cucu laki-lakinya itu sambil tersenyum miris mendengar pujian dan doa yang terucap.

🎬🎬🎬

Jalanan Milan terpantau padat, sebab beberapa selebriti dan artis berlalu-lalang dari hotel ke bandara juga sebaliknya. Belum lagi jajaran para wartawan yang setia mengikuti kemana pun publik figur berada.

Trading the Spotlight [TERBIT]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang