The destruction atau hancurnya.
Hancurnya sebuah hubungan karena kesalahan satu orang yang berakibat fatal bagi dirinya dan orang tersayangnya.
Jeno dan Haechan menikah karena perjodohan,setelah menikah Jeno selalu memperlakukan Haechan dengan baik...
Selesai sudah semua cerita yang ada,berakhir sudah semua kesedihan yang ada kini hanya akan ada kebahagiaan.
Dua puluh tahun kemudian....
Pemuda tampan,berusia sekitar 25 lima tahun,berkulit putih seputih susu baru bangun dari tidur nya.
Ia langsung pergi menuju kamar mandi,setelah selesai mandi ia langsung mengganti pakaiannya dengan setelan jas.
Ia langsung pergi kekamar sebelahnya,ia pun membangunkan seorang pemuda juga, tampan,tinggi.
"Dek bangun woii" ucap Chenle.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ya sosok pemuda itu adalah Na Chenle,anak pertama dari pasangan Jaemin dan Haechan,kini usia Chenle sudah hampir dua puluh lima tahun,lulus kuliah sudah setahun yang lalu,kini ia sedang melanjutkan tugas ayahnya dan kakeknya sebagai pemilik perusahaan. Umur memang boleh muda tapi uang udah banyak ya say.
"Sabar lah,bang" balas Jisung adeknya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Na Jisung adek dari Na Chenle putra kedua dari pasangan Jaemin dan Haechan. Usia nya hampir mau dua puluh tahun,masih kuliah semester empat,kadang-kadang juga bantuin kakaknya dikantor.
"Lu mau telat ke bandara?" tanya Chenle.
Jisung pun langsung bakit dan pergi menuju kamar mandi,Chenle pun pergi ke kamar orangtuanya.
Saat ia masuk hati masih ada kesedihan yang ia alami,ia lalu mengambil foto yang ada disebelah foto pernikahan Jaemin dan Haechan.
Itu bukan sebuah foto namun gambar yang Chenle buat dua puluh tahun lalu,gambar itu masih selalu ada disana meskipun Jaemin dan Haechan telah pergi.
Chenle duduk ditepian kasur,ia mengelus gambar itu,sungguh rindu ia kepada ayah dan bunda nya.
Ia mengambil gambar itu lalu meninggalkan kamar itu,ia menutup pintu kamar itu tanpa sadar air matanya menetes. Ia kembali kekamarnya.