Happy reading!
Maaf baru up lagi. Saya lagi berada di fase bekerja keras bagai kuda, jadi mungkin tidak akan terlalu sering update, tapi saya usahakan akan up.
******
Langit malam yang suram sebenarnya menyembunyikan bintang-bintang yang berkelip indah mengelilinginya. Aku meyakinkan hal itu pada diriku sendiri. Edgar --pangeran yang kelihatannya sangar bak harimau yang ingin menerkam mangsanya, ternyata tak se-sangar kelihatannya.
Pagi-pagi buta aku harus bangun dari mimpi indah dan harus kembali ke realita kehidupan. Kalau di duniaku yang dulu, kehidupan yang sekarang aku jalani ini jelas-jelas disebut dengan sebutan 'budak korporat'.
Bekerja keras bagai kuda. Sepertinya semboyan tersebut sangat cocok untuk menggambarkan kehidupanku saat ini.
Apakah ini hukuman bagi kehidupan lamaku yang terlalu banyak bermalas-malasan?
Namun membayangkan kalau aku bisa hidup damai dengan uang hasil kerja kerasku sebagai pelayan istana setidaknya dapat membuat senyumku memekar indah bagai bunga di taman.
Jangan kalian pikir aku berencana tinggal selamanya di istana yang dipenuhi hiruk pikuk perebutan tahkta dan kekuasaan ini. Rencana ku hanyalah hidup tenang dengan uang banyak. Tak lebih dan tak kurang.
Setelah kupikir-pikir selama sehari semalam, sepertinya memang aku ditugaskan untuk memperbaiki hidup Pangeran Edgar yang ngenes itu. Itu sih hanya kusimpulkan sendiri karena kehidupanku kali ini tak luput dari sosok pangeran yang satu ini.
Aku yang tiba-tiba menjadi pelayan di istana miliknya hingga diriku yang tiba-tiba pula menjadi pelayan pribadinya. Itu semua bukanlah sebuah kebetulan semata.
Aku percaya bahwa semua yang terjadi di dalam kehidupan itu tak pernah sekalipun mengandung unsur 'kebetulan', semuanya telah diatur dan tak ada yang namanya 'kebetulan'.
Aku melamun sejenak sebelum tersadar kalau aku harus membangunkan seekor sing --maksudku Edgar pagi-pagi buta begini. Ini hanya inisiatifku saja, sepertinya pangeran yang satu ini telah begitu lama menghabiskan waktu di kamar kesayangannya bahkan hingga melupakan betapa indahnya dunia yang fana ini.
Rencanaku hari ini hanya satu, yaitu membuat Pangeran Edgar menghirup udara segar pagi hari dan sedikit berolahraga agar tubuh menjadi lebih sehat.
Aku membuka gorden kamar sang pangeran dengan sekali tarikan,
"Selamat pagi, pangeran!!!" Suaraku yang agak cempreng memenuhi ruangan. Aku memang sengaja meninggikan suaraku agar Edgar segera terbangun dari tidur lelapnya dan memperlancar jalan rencanaku hingga tuntas.
Pria yang masih memakai piyama itu agak menggeliat manja, salah satu tangannya ia pakai untuk menutupi kedua matanya demi menjaga agar tidak kesilauan.
"Pangeran! Ayo bangun!!" Suara cempreng ku masih bergema di ruangan ini.
Pangeran Edgar tak se-menyeramkan itu. Aku yakin kalau ia tak asal bunuh orang hanya karena telah mengganggu tidur lelapnya.
"Yaraa!"
"Kamu berisik sekali!"
Pria itu mengerang kesal. Walau terlihat enggan, ia perlahan bangun dari posisi berbaringnya dan menatapku dengan tatapan tajam.
Ya Tuhan!
Nikmat mana lagi yang kau dustakan?!
Air liurku hampir menetes.
Gila! Dia tampan sekali!
Bahkan lebih tampan dari Revan!
Rambutnya yang memang sudah ala-ala badboy tongkrongan itu sangat menggoda iman sekali.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible
FantasiKata orang, kita bisa menyelesaikan masalah hidup dengan menikah. Punya penyimpangan seksual? Menikah solusinya. Pusing dengan kuliah dan skripsi? Menikah solusinya. Tak dapat-dapat pekerjaan? Maka menikah pula lah yang menjadi solusi. Kesulitan fin...
