Episode 31

736 78 25
                                        

Pemakaman.

Itu merupakan hal yang paling kubenci di dunia.

Pemakaman berarti perpisahan. 

Pemakaman memiliki arti selamat tinggal untuk selamanya.

Dan sialnya hari ini aku harus mengadakan pemakaman untuk ibu.

Rintik-rintik hujan membasahi bumi, seolah-olah ia tahu bahwa saat ini aku sedang tidak baik-baik saja. 

Aku tak berhenti meratap, kehilangan seseorang yang begitu berharga bukanlah hal mudah untuk kulewati.

Aku memandang batu nisan ibu. Mata sembab dan bengkak akibat menangis, tangan gemetaran menyentuh batu nisan itu seolah-olah berharap aku akan mendapat kehangatan ibu kembali dan membuatnya kembali tinggal bersama.

Satu per satu orang telah pergi meninggalkan pemakaman. Hanya ada aku, hujan dan kuburan yang masih basah bersamaku.

Berkali-kali aku mengusap air mata yang bercucuran, tapi sebanyak itu pula aku meneteskan air mata. Dadaku terasa sesak, bagi Yara ibunya adalah satu-satunya keluarga yang ia miliki, tak ada yang lain. Hanya sang ibu. Setelah aku menghabiskan beberapa waktu bersama ibu, aku merasakan perasaan sayang yang teramat sayang. Ia mengingatkanku pada ibu di dunia sebelumnya, ibu yang tak henti menyayangiku bahkan hingga akhir hayat.

*****

Berhari-hari aku mengurung diri di dalam kamar, berhari-hari pula aku meratapi kematian ibu.

Pekerjaanku di istana? Aku telah mengundurkan diri beberapa hari yang lalu. Dengan penuh air mata, aku menulis surat pengunduran diri lewat pos, mengirimnya dan merelakan segala yang ingin kucapai dan merasa bahwa semuanya tak lagi berguna jika ibu sudah tiada. 

Alasanku melamar pekerjaan di istana adalah untuk membuat kehidupan kami menjadi lebih baik, setidaknya ibu tak perlu bekerja keras demi kehidupan kami dan aku dapat mengirimkan uang setiap bulannya. Namun apa daya jika alasanku itu sudah tiada, terkubur bersama ibu yang juga telah meninggalkanku. 

Aku ingin kembali kepada ibu.Maksudku, ibu yang ada di duniaku sebelumnya. Ibu yang berusaha menjodohkanku dengan lelaki antah berantah yang sama sekali tak ku kenal dan mencoba untuk menyembunyikan penyakitnya dariku. Apakah masih ada waktu untuk menyelamatkan ibuku disana? Aku juga tak tahu bagaimana nasib tubuhku disana. Apakah setelah mengalami kecelakaan, tubuhku masih tergeletak koma di rumah sakit atau mungkin benar-benar sudah meninggal? 

Benar. Terus meratap bukanlah solusi dari segalanya. Aku harus kembali ke duniaku dan menemani ibu melewati penyakitnya. Entah mengapa bahwa ada keyakinan di dalam diri kalau tubuhku masih baik-baik saja disana, mungkin saja aku mengalami koma atau semacamnya seperti yang pernah kubaca di novel-novel transmigrasi lainnya. Pasti ada jalan dimana aku bisa kembali. Setelah mengalami sesuatu yang disebut sebagai perpindahan jiwa, aku menganggap kalau tak ada yang tak mungkin di dunia ini. Jika aku bisa menyebrang ke dunia lain, mungkin pasti ada jalan untuk kembali. Aku akan mencoba segala jalan untuk kembali, kembali ke duniaku yang dulu. 

******

Gelap. 

Aku ingat sekali bahwa aku tertidur setelah memikirkan berbagai cara untuk kembali ke dunia lamaku. Apakah kini aku sedang bermimpi? Atau kah ini yang dinamakan lucid dream?

Aku pernah mendengar tentang lucid dream, suatu kondiri dimana kita dapat menyadari bahwa kita sedang bermimpi dan melakuakan apapun yang kita mau dalam mimpii tersebut. SIngkatnya seperti itu. Namun kenapa mimpiku terlihat begitu gelap? Sungguh sebagai seseorang yang mempunyai riwayat fobia terhadap kegelapan, aku agak merasa takut. Takut-takut ada hewan buas atau monster yang menerkam dan memakanku hidup-hidup. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jan 29, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ImpossibleTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang