Bagai kata pepatah 'pucuk dicinta ulam pun tiba', aku yang sedang mencari sosok penyihir yang konon katanya terhebat, dan kini orang itu tiba-tiba saja muncul di depanku.
Lenox. Aku ingat dengan sosok Lenox ini. Aku telah membaca tentangnya beberapa kali dan karena mengingat ia penyihir paling kuat yang menjadi legenda, kupikir aku harus menemukannya untuk mematahkan kutukan iblis yang ada pada diri Edgar. Dia bukan orang sembarangan. Pasti dia mengetahui tentang kutukan Edgar, kan?
Dengan begitu, aku akan bisa pulang ke duniaku, kan? Aku bisa bertemu dengan ibu, meminta maaf karena sering membantah dan mungkin saja dengan terpaksa menerima perjodohan dengan seseorang yang tak kukenal. Cinta akan datang jika sudah terbiasa, begitu kata pepatah di siang bolong.
Aku mengamati sosok Lenox. Dia terlihat sama dengan apa yang dijelaskan di buku yang pernah kubaca sebelumnya. Rambut perak panjang yang tergerai indah dan mata biru yang berkilau seperti permata. Tapi, pertanyaannya 'bagaimana Lenox bisa ada di tempat ini?'. ' Seperti yang pernah kukatakan kalau penyihir dianggap hal tabu dan terlarang. Orang yang mengunjungi penyihir akan dianggap sangat buruk bagi walaupun diam-diam mencoba mengunjunginya.
"Kau rupanya mengenalku, gadis muda."
"Sudah sejak lama dimana orang-orang mengenalku."
Lenox ini sudah berusia ratusan tahun. Entahlah, mungkin saja dia lebih tua daripada kakek buyutku, intinya dia tua dan lama-kelamaan keberadaan penyihir dianggap sebagai mitos. Seiring berjalannya waktu, kaum penyihir menghilang dalam waktu yang cukup lama bahkan ratusan tahun. Cerita-cerita tentang penyihir mulai terlupakan dan mungkin saja mulai tenggelam dengan cerita-cerita yang baru.
Pada umumnya, penyihir hidup dengan rentang usia yang lebih panjang dibandingkan dengan manusia biasa. Seratus atau bahkan sampai lima ratus tahun adalah rata-rata usia penyihir yang ada di dunia ini. Namun, walaupun berusia lebih dari seratus tahun, wajah mereka tetap awet muda.
"Maaf sepertinya aku tidak bisa banyak membantu masalahmu, gadis muda." Seolah tahu apa yang kuinginkan, kupikir pria satu ini memiliki kemampuan membaca pikiran seperti Edgar.
"Kenapa? Kau kan penyihir hebat Lenox." Aku refleks berbicara dengan nada yang gelisah dan cepat.
"Syuttt.. Jangan katakan apapun tentang itu. Kau tahu kan bahwa 'aku' itu dianggap buruk?"
Aku mengangguk. Benar juga, aku harus berhati-hati berbicara.
"Aku bukan yang terhebat lagi. Kekuatan sihirku sudah hampir terkuras habis semenjak waktu itu."
"Sekarang aku bahkan tak dapat melakukan sihir sederhana dan bahkan tak bisa menyamarkan diri, apalagi mematahkan kutukan pangeran kesayanganmu itu."
Ah, aku baru ingat dengan yang dimaksud 'waktu itu' oleh Lenox.
Menurut sejarah, dahulu kala penyihir dan semua manusia memiliki hubungan yang sangat baik. Mereka saling membantu dalam mengurusi urusan masing-masing.
Namun karena adu domba orang jahat, mereka menjadi terpecah belah dan meletuslah perang besar yang membuat para penyihir akhirnya memutuskan untuk menyembunyikan diri dan hidup dalam penyamaran. Namun seiring berjalannya waktu, rupa atau wajah para penyihir sudah terlupakan, bahkan benar-benar terlupakan dikarenakan waktu yang lama sudah berlalu.
"Aku bahkan kesulitan untuk membuat sihir yang sederhana sekarang."
Lenox berjalan melewatiku, pria itu dengan gesit naik ke atas pohon dan melompat-lompat seperti tupai ke pohon satu dan satunya lagi. Aku hanya menganga menatapnya, baru pertama kali aku melihat seseorang melompat bagai ninja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Impossible
FantasiKata orang, kita bisa menyelesaikan masalah hidup dengan menikah. Punya penyimpangan seksual? Menikah solusinya. Pusing dengan kuliah dan skripsi? Menikah solusinya. Tak dapat-dapat pekerjaan? Maka menikah pula lah yang menjadi solusi. Kesulitan fin...
