Bab 6. |sakit

1.2K 57 0
                                        

Hari sudah malam, Alma dan keluarga Ar Rasyid sedang melakukan makan malam, Alma sangat shock ketika melihat Gus Aimar menggunakan baju pendek dan sarung, biasanya Gus Aimar menggunakan baju Koko, namun malam ini menggunakan baju pendek, Alma sangat kagum dengan penampilan Gus Aimar saat ini sampai-sampai Alma tanpa sadar menatap Gus Aimar sampai tidak berkedip Gus Aimar yg menyadari hal itu langsung menunjukkan wajah dinginnya.

"Ndukk, kamu udah mendingan" tanya umi Laila

"Alhamdulillah udah ummah tp kepala Alma masih sangat sakit" ucap Alma dengan wajah pucatnya

"Nduk..,wajah kamu pucat sekali, yaAllah badan kamu juga panas sekali" ucap ummah laila sambil memegang jidat Alma

"yaAllah nduk, kamu mimisan lagii" ucap Abah Ahmad dengan sangat kaget

" Ummah, Abah,Gus, Alma ijin kekamar mandi dulu yaa" ucap Alma

" Ummah temani ya nduk, sepertinya kamu sangat lemas" ucap ummah Laila

"Tidak usah ummah Alma bisa sendiri" ucap Alma dengan senyum tipissnya

"Yasudah hati-hati ya nduk"ucap Abah Ahmad

"Iya bah" ucap Alma

Alma pun berjalan menuju kamar mandi,namun Alma merasa tidak kuat, pandangannya sudah kabur, namun sisa tenaganya untuk meminta tolong

"G-gus a-aimar t-tol---"Brukk, belum selesai berbicara Alma pun terjatuh lemas

"ALMAA YA ALLAH, UMMAH ABAHH TOLONG PANGGILKAN AMBULANCE," Ucap Gus Aimar dengan sangat panik

Namunn karena mereka yakin jika memanggil ambulance akan terlalu lama, akhirnya Gus Aimar dan abbah mengendarai mobil untuk ke rumah sakitt, saat akan dinaikkan ke mobil Alma Sadar dan tidak mau dibawa ke rumah sakit, alhasil Gus Aimar dengan keadaan yg darurat ini terpaksa untuk mengangkat Alma ke kamar Zihan, keluarga Ar Rasyid berniat untuk memanggil dokter ke ponpes

"Ya Allah maafkan hamba, hamba telah menyentuh wanita yg bukan mahram hamba"Ucap Gus Aimar dalam hati

Dokter pun sampai, setelah memeriksa Alma ternyata Alma terlalu capek dan banyak pikiran, Gus Aimar yg mendengar hal itu langsung kaget dan merasa bersalah

"Alma maafkan saya, saya terlalu banyak memberimu hukuman" ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Tidak apa-apa Gus, itu kesalahan Alma jugaa"ucap Alma dengan sedikit senyuman

"Kamu belum makan kan?,mau sya ambilkan apa?" Tanya Gus Aimar

"Alma mau teh hangat sama tempe goreng saja Gus"jawab Alma

"Tidak menggunakan sayur?" Tanya Gus Aimar

"Tidak Gus" jawab Alma dengan gelengan kepala

"Eh kamu harus makan sayur"ucap Gus Aimar dengan raut wajah yang dingin

"Alma gamau hikss" rengek Alma

" Tidak usah manja, sekarang saya ambilkan sayur kamu harus memakannya, jika tidak dimakan saya yg akan memakanmu" tegas Gus Aimar

"Iya iyaa ishhh mendingan gwe balap liar aja"gumam Alma

"Apa?? Selama ini kamu balap liar??, pantas saja kamu dipondokkan abimu"ucap Gus Aimar

"Hehehe iyaa" ucap Alma dengan cengengesan

Gus Aimar pun mengambilkan makan untuk Alma, namun Alma merasa sangat pusingg dan Alma tertidur

"Abangg, umi peluk Alma, Alma pusingg hikss"teriak Alma dengan mata yg masih tertutup

"Astaghfirullah Alma, ummah Alma kenapa ini" teriak Gus aimarr yg panik

"Biasa nakk klo orang sakit itu pasti ngigo, tp sebentar, kok Alma makin panas yaa mar, apa lebih baik dibawa ke rumah sakit aja?" Tanya ummah Laila

"Tidak usah ummah, Alma gapapa kok, Alma cuma kangen sama balap liar aja hehehe, ummah apakah malam ini Alma boleh balap liar?" Tanya Alma

"Astaghfirullah Alma,tidak boleh balap liar karena merugikan orang lain Almaa"ucap ummah Laila

"Apakah Alma boleh tidur sama ummah?" Tanya Alma kemudian

"Bolehh sayanggg, nanti biar Gus Aimar yg menemani Abah" jawab ummah

"Aimarr, malam ini ummah tidur sama Alma yaa, nanti kamu yg temani Abah"ucap ummah Laila

"Baik ummah, semoga Alma cepat sembuh"ucap Gus Aimar

"Aamiin, yasudah kamu tidur gihh" ucap ummah

"Baik ummah" ucap Gus Aimar

Skipp jam menunjukkan pukul 03.00 pagi, Gus Aimar menunaikan sholat tahajud, Gus Aimar sedang meminta tolong oleh Allah SWT agar dipermudah kedepannya dan mendoakan Alma sekalian, namun ada doa yg rahasia dan sangat khusyuk yaituui

"Ya Allah, yg maha membolak-balikkan hati manusia, luluhkanlah hati SALMA RAHMANIA AZ ZAQRAN, dan jika memang beliau jodoh hamba maka luluhkanlah hatinya ya Allah" doa Gus Aimar

Skipp keesokan paginya

Jam menunjukkan pukul 08.00,Alma pun masih tertidur pulas setelah subuh, akhirnya Alma pun dibangunkan oleh ummah Laila

"Nakk, ayo bangun, udahh pagi ayo sarapan " ucap ummah Laila

"Eughh sebentar umiii 5 menitt" ucap Alma dengan mata yg masih tertutup

"Ini ummah sayangg, ayo bangun gihh sarapan Abah sama Gus Aimar udh nungguin"ucap ummah

"Ohh baikk ummah sebentar Alma pake hijab dulu" ucap Alma dengan mata yg mulai terbuka

Alma pun turun dari tempat tidurnya dan mulai melangkah ke dapur untuk makan bersama

"Assalamualaikum semuanyaa" salam Alma

"Wa'alaikumsalam, gimana keadaanmu nak?" Tanya Abah Ahmad

"Alhamdulillah udah mendingan bahh, apakah Alma boleh pulang ke asrama nggk bah?" Tanya Alma

"Boleh nakk tapi ada satu syarat" jawab Abah Ahmad

"Apa bahh?" Tanya Alma

"Kamu ke asramanya diantar Gus Aimar yaa, takutnya kamu di berhentiin oleh Zaina lagi" ucap Abah Ahmad

"Tidak usah Abah Alma bisa sendiri kok bah" ucap Alma

"Yasudah tidak usah pulang asrama ya" ucap Abah Ahmad

"Ehh yasudah bahh Alma mau diantar Gus Aimar"ucap Alma

"Nah gituu dongg" ucap Abah sambil terkekeh

"Yasudah sana nak antarkan Alma" ucap ummah Laila

"Baik umi" ucap Gus Aimar

Saat perjalanan

"Guss" panggil Alma

"Hm" Jawab Gus Aimar

"Udh nyampe sini aja Gus" ucap Alma

"Nggak saya natar sampe depan asrama" Ucap Gus Aimar

"Ihhh gausahh gusss" ucap Alma

"Diam, jangan manja" ucap Gus Aimar

Sesampainya di asrama

"Syukron Gus sudah mengantarkan Alma" ucap Alma

"Wa iyyaki, eh sebentar, kamu belajar kata itu dari mana?" Tanya Gus Aimar

"Ohh itu dari Hazna Gus" Jawab Alma

"Oh yasudah saya balik dulu assalamualaikum" ucap Gus Aimar

"Wa'alaikumsalam"ucap Alma

"Guss jangan cuek-cuek sama calon istrimu hahahhahaha" teriak Alma dari kejauhan dengan ceplas-ceplos

"Astaghfirullah" Gus Aimar hanya menggelengkan kepalanya

Gimana nih ceritanya
Maaf yaa klo authornya typo hehe
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Happy reading semuanya
Assalamualaikum






Pancaran Sepertiga MalamTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang