Bantu revisi ya
Darenio Skalena Aldevara, darah kesombongan mengalir deras didalamnya. Prinsip seorang Daren adalah selama ada yang bisa disombongkan maka sombonglah. Menjadi pewaris tunggal keluarga yang bekerja dibidang properti membuatnya hidup dalam keadaan serba berlebihan. Apa yang diucapkannya adalah mantra yang wajib untuk dituruti. Seperti sekarang, hanya untuk memeriahkan anniversary, yang sebenarnya sudah tak perlu karena sebentar lagi ia dan Gaia akan menikah, Daren rela menodong asisten Skala untuk segera mengosongkan ball room hotel nanti malam. Pria itu memaksa para antek-antek ayahnya untuk segera terbang ke Singapura untuk membeli barang-barang mewah yang hendak ia serahkan kepada wanita yang berhasil membuatnya gila.
"Gue nggak mau ada masalah hari ini. Kalau Skala protes kenapa gue booking hotel, bilang aja gue lakuin ini buat nyeneningin cewe gue." Daren menghisap tembakau dalam-dalam sebelum dihembuskannya kepulan putih itu hingga membuat ruangan berbalut kemewahan itu penuh dengan asab. "Pastiin nggak ada yang telat dan pastiin nggak ada kesalahan sekecil apapun hari ini. Gue nggak mau ada kesalahan sekecil apapun."
Total sekitar tujuh orang yang kini berdiri menghadap Tuan Muda Darenio yang dengan kurang ajarnya bersandar di kursi kebesaran ayahnya, mereka sedang di ruang presedir yang kini ditinggal Skala karena kini ia sedang tugas ke luar kota. Daren sejujurnya tidak bisa apa-apa tanpa ayahnya. Yang ia bisa hanya menyuruh bawahan Skala, berlagak seolah menjadi penguasa dengan uang pemberian sang ayah.
"Udah gitu aja. Lakuin tugas kalian."
Para pria berstelan jas lengkap itu akhirnya pamit undur diri setelah menundudukkan tubuh beberapa derajat. Daren menghela napas berat, ia mematikan putung rokok lalu menyemprotkan pewangi ruangan agar baunya tak dapat terdeteksi oleh Skala. Menjadi satu-satunya pewaris keluarga mengharuskan ia agar sehat secara fisik. Meski kerap bertengkar dengan Skala, ayahnya itu begitu peduli dengan kondisi tubuh putra semata wayangnya. Makanan yang dikonsumsinya pun tak luput dari pengawasan ahli gizi keluarganya, pertumbuhan, bahkan cemilan kecil pun diperhatikan betul. Namun memang Daren anaknya sukar diatur, jadilah pria itu diam-diam terbiasa menggunakan nikotin dan tak jarang pula menegak alkohol bersama teman-temannya meski akhir-akhir ini mereka tak melakukannya lagi. Hubungan sahabat diantara empat orang itu sudah pupus.
"Ren, gas lah nongki, mabok lah kita. Udah lama banget kita nggak mabok bareng." Gerry si pecinta hewan lah yang akhir-akhir ini kerap mengajak Daren bergabung untuk berbuat maksiat selepas Daren dinyatakan bebas dari hukuman penjaranya itu.
Tapi Daren akan selalu menolak dengan beribu alasan, entah karena mengerjakan tugas kuliah yang menumpuk karena ia mengejar agar cepat mendapat gelar sarjana, atau karena panggilan Skala yang mengharuskan pria itu untuk segera belajar bisnis. Pokoknya, selalu saja ada alasan.
Hubungan pertemanan mereka kian merenggang terlebih ketika masalah Daren dan Reano terjadi. Ketika Reano dengan liciknya menjadikan Gaia sebagai kambing hitam, disitulah hubungan pertemanan dua pewaris tunggal keluarga kaya itu terputus. Sempurna terputus sampai hubungan keduanya dibidang bisnis pun turut terhenti.
"Aku pengen kita ketemu, tapi hari ini aku harus ngecek bisnisnya Skala yang ada di pinggir kota. Gimana dong?" kata Daren kepada Gaia melalui saluran telepon. Kini pria dengan kemeja hitam itu sedang mengendarai mobil, menikmati panasnya jakarta disertai polusi yang tidak pernah habis.
"Nanti malam aja Daren ketemunya. Hari ini kamu fokus sama kerjaan kamu dulu aja. Aku hari ini juga mau kursus menjahit."
"Kok kamu kayak nggak mau banget ketemu aku?"
"Bukan gitu maksud aku."
"Halah, kamu dari dulu emang nggak pernah suka ketemu aku. Setelah dipikir-pikir belum pernah kamu ngajakin kita ketemu duluan. Selalu aja aku yang ngajak."
KAMU SEDANG MEMBACA
Darenio [ON GOING]
De TodoDaren itu posesif, ia tak akan pernah membiarkan apa yang telah menjadi miliknya pergi. Tidak akan. Gaia juga tau, bersama Daren seperti membiarkan duri menancap tajam. Tapi kini tergantung Gaia, ia akan membiarkan duri itu kian menusuknya atau be...
![Darenio [ON GOING]](https://img.wattpad.com/cover/356711023-64-k216988.jpg)