Ini tentang kisah Evan Antonio yang terpaksa hiatus dari boyband lantaran dia diselingkuhi pacarnya saat anniversary, hubungannya kandas di acara musik usai selesai perform. Terrific. Ya, dia adalah ketua dari boyband tersebut. Tapi, itu tidak lagi...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bisa yuk peringkat 1... Happy reading. Jangan lupa dengerin lagunyaaa. Let's gaurrr!
***
"Bajir, nih soal apaan sih," dumel Nichole. Lembar pada buku itu masih berisi pertanyaan tanpa jawaban. Nichole sudah pusing bahkan hanya sekedar melihat deretan angka di sana. Pelajaran matematika bukankah memang banyak tidak disukai kan?
Nichole adalah orang yang termasuk ada di sana. Tolong. Jika ada kesempatan untuk mendapatkan reward jago matematika, Nichole ingin mendaftarkan diri agar dia tak begitu kentara bodoh.
"Apa sih lu!" ketus Jean. Dia juga kesal dengan ocehan Nichole. "Susah njir, ini bukan ranah gue!" sahut Nichole.
"Sok banget maneh!" ketus Nichole. "Lo lebih stres dari gue, Je. Gue tau itu," tutur Nichole.
Dan sepertinya, mereka akan selalu bertengkar dalam waktu yang panjang. Di saat Nichole sedang gila dengan tugas matematika, seseorang pria yang berjalan lesu menuju kursi, baru tiba di sekolah tak kalah gila dengan keadaannya yang selalu saja ada hal-hal yang membuat harinya kacau.
"Van," sebut Jean. Namun, panggilan Jean tak digubris. Evan masih duduk dengan punggung bersandar di kursi. Dengan posisi kaki jenjang yang sedikit melurus ke lantai.
"Kenapa?" ucap Nichole, yang dia maksud adalah Evan. Jean menggeleng. Dia juga tak tahu apa yang terjadi dengan Evan. Pasalnya, hari-hari sebelumnya yang mereka tahu Evan tengah bahagia. Ditambah, Evan juga pulang dari camping dengan Alea. Lantas apa yang terjadi sampai membuat Evan seperti tengah menyimpan beban berat?
"Biarin ajah, dia pasti lagi PME," ujar Jean. "Apaan PME?" Yutha yang baru tiba pun langsung menibrung.
"Palang merah Evan," jawab Jean.
Mendengar suara Jean, Evan hanya memutar bola mata. Malas untuk menanggapi. Tenaganya seperti terkuras dan dia sudah tak tahu harus emosi seperti apa lagi dengan keadaannya.
Tak lama, sahabatnya yang lain satu persatu masuk ke dalam kelas. Zack, lelaki itu lebih dahulu dihadang oleh Nichole. "Zack, bagi tugas lo dong. Gue udah coba berusaha sekuat tenaga, tapi nggak ada hasil." Zack menghela napas, dia membawa tas itu ke atas meja. Membuka resleting tas dan meraih buku PR untuk diberikan ke Nichole. Bukan hal yang aneh lagi kalau Zack jadi sumber tempat Nichole mencontek. Tolong. Tolong jangan meniru adegan itu, ya. Itu hanya berlaku untuk mereka.
"Bukan nggak ada hasil, tapi lo memang gak pernah mau nemuin hasilnya kan?" ucap Zack.
"Hehehe. Lo udah tahu gue gimana, Zack?" ucap Nichole tertawa tanpa dosa.
Zack tak memberi respons lagi. Dia duduk di kursinya. Melihat sahabatnya, Evan, wajahnya kentara murung, Zack pun lantas menyapa.