"Gue nggak ngelakuin apa yang ada di mading!"
"Gue nggak pelukan seperti yang ada di foto itu!"
"Lo lebih percaya dengan editan gila itu daripada perkataan gue?"
Apakah kepercayaan itu belum benar-benar lekat pada keduanya? Kenapa mereka masih berseteru?
"Lo benar nggak percaya sama apa yang gue katakan? Gue waktu itu memang pergi, dan gue sama Zack. Gue nggak benar-benar sendiri, gue ngaku sempat mabuk, tapi kalau soal pelukan, gue nggak ngelakuin, bahkan gue nggak dekat sama cewek di sana, Lea."
"Gue mengaku frustrasi saat itu. Karena orang tua gue mau cerai, Le."
"Maaf kalau gue bikin lo malu...," lirih Evan. "Gue bener-bener nggak kenal siapa cewek itu."
"Gue harus apa biar lo percaya gue, Lea?"
Siapa yang menyangka bahwa apa yang dia lakukan di masalalunya itu kembali datang menjadi masalah seperti sekarang ini? Para siswa pun turut membenci tingkah laku Evan.
"Gue minta maaf...," lirih Evan terdengar tulus, sekaligus sesal yang mendalam.
Dia kesal karena ada seseorang yang berani melakukan itu kepadanya.
"Apa gue harus bawa Zack ke sini?"
Bukankah jika sudah seperti itu harusnya Alea percaya dengan apa yang sudah dikatakan Evan? Lelaki itu berani membawa saksi atas kejadian di klub malam itu.
"Please, Lea...," Evan melangkah, "percaya apa yang gue bilang. Seperti gue percaya mengatakan cerita ini ke lo."
Meskipun orang lain sudah mengecap dirinya buruk, tidak apa. Asal jangan Alea termasuk golongan yang tidak percaya dengannya.
***
"Wah gila! Siapa yang berani nyebae berita hoax kek gitu?" geram Jean.
"Itu sama sekali nggak bener!" sanggah Zack. Dia ikut marah. Karena, Zack yang ada di TKP bersama Evan. Foto itu bukanlah Evan. Itu foto pria lain yang sedang berpelukan dengan seorang wanita. Evan tak melakukan itu. Semua sahabat Evan geram melihat berita gila yang ada di mading. Itu fitnah. Nama Evan jadi buruk.
"Zack, itu bukan Evan kan? Yang pergi ke klub kan lo. Terus gimana kejadian sebenarnya?" ucap Nichole. Zack menggeleng kencang. "Bukan. Evan sama gue terus dan nggak dekat sama cewek selama di klub."
"Kita harus ngejelasin ini ke kepsek. Kalau semua ini berita palsu!" tegas Yutha. "Setuju. Mending sekarang. Daripada buang-buang waktu?" saran Steven.
"Ya. Mending kita semua ke sana buat jelasin. Bisa-bisa Evan kena imbas sama foto tidak benar ini." Sagara bersuara.
"Iya. Apalagi sebentar lagi kita bakalan comeback. Dan ini pasti akan jadi pengaruh buat hidup Evan dan musiknya."
Nichole menyahut. "Ya. Kita mau comeback. Kenapa masalah ada ajah?"
"Kita harus cari solusi sama-sama. Cari tahu siapa yang berani buat berita ini!" cetus Jean. Yang lain mengangguk.
"Gue nggak mau ini berdampak buruk ke karir kita selanjutnya. Kita harus bersihin ini," ucap Nichole.
"Cabut ajah berita itu. Buang ke tempat sampah," tegas Yutha. Tak perlu berpikir lama, Zack membersihkan berita sahabatnya dari mading.
Nafas Zack tak karuan. Dadanya kembung kempis. Belum pernah dia semarah ini. Padahal sahabatnya baru saja bangun dari sakit. Sekarang masalah baru datang.
"Ayok cabut!" titah Jean.
***
Masuk ke dalam kelas, semua pasang mata menatapnya dengan penuh tanda tanya. Benarkah Evan berpelukan dengan seorang gadis di klub? Bukankah Evan dekat dengan Alea?
Kenapa Evan melakukan itu? Apa Evan akan mengikuti jejak sang ayah?
KAMU SEDANG MEMBACA
I'll be Better with You (Lee Heeseung) || TAMAT
Teen FictionIni tentang kisah Evan Antonio yang terpaksa hiatus dari boyband lantaran dia diselingkuhi pacarnya saat anniversary, hubungannya kandas di acara musik usai selesai perform. Terrific. Ya, dia adalah ketua dari boyband tersebut. Tapi, itu tidak lagi...
