"Lo pikir gue nggak hampir gila?!"
Evan marah. Jean sampai menciut nyalinya untuk coba meredam emosi lelaki itu.
"Lo dengar sendiri kan tadi?"
"Semua orang di sini ngebahas Elvano selingkuh, Je!"
Elvano? Bahkan, Evan tak lagi menyebut bokapnya dengan sebutan 'papa'.
Baginya, sebutan papa terlalu sempurna untuk seorang yang sudah menyakiti sang mama.
Ya. Saat mereka berdua tengah jalan menuju rooftop bersama, gosip-gosip tentang Elvano dan selingkuhannya masih terus dibahas. Dan itu membuat Evan muak. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa. Bahkan, melindungi Elena pun tak tahu bagaimana caranya. Sampai wanita yang sudah melahirkan dirinya juga sekarang tengah masuk ke rumah sakit lantaran kondisi tubuhnya tidak stabil karena banyaknya pikiran yang membuat Elena mengalami sedikit stres.
"Gila, ya. Dulu gue kagum banget sama kekeluargaan Evan. Ternyata bokapnya selingkuh."
"Ini sih cuma pikiran gue ajah, apa Evan selingkuh ya terus dia putus sama Violet?"
"Gue juga mikirnya gitu."
"Gue jadi takut Evan juga kayak bokapnya."
"Hm, iya. Tapi, nggak tau deh."
"Ya, syukur-syukur ajah nggak."
"Padahal, ya. Mereka udah kaya raya. Ada ajah gebrakannya. Ngenes."
"Mereka tuh dulu gue pikir kaya keluarga cemara. Ternyata yang gue lihat sama realita gak sesempurna itu cuy!"
"Gak jadi iri gue."
"Dan nggak menutup kemungkinan, anak bakalan ikut jejak ayahnya."
"Malu sih kalau jadi dia. Secara punya bokap tukang selingkuh!"
Evan mengusap-usap wajahnya dengan kasar. "Gue nggak bisa balik lagi temenan sama kalian kayak dulu."
"Semua udah beda. Bagi gue udah beda."
Evan terduduk lemas. Dia sungguh terlihat rapuh dan kacau. "Ck!" Jean berdecak. Beberapa kali Jean menendang angin. Dia bergerak menuju Evan. "Lo nggak seperti bokap lo, Van. Sampai kapanpun lo tetap Evan sahabat gue."
"Jangan munafik. Lo juga pasti ilfeel sahabatan sama-"
Jean menggeleng sebelum Evan melanjutkan kalimatnya itu. Tangannya bergerak menyentuh bahu sang sahabat. "Enggak, Van. Enggak ada yang ilfeel sama lo. Gue dan yang lain justru nunggu lo buat kumpul sama kita-kita. Kita semua khawatirin keadaan lo."
Evan menyingkirkan tangan Jean yang berada di bahu. Dia berkata lirih, "gue cuma bisa bikin malu kalian...."
"Jangan dengerin omongan di luar yang bikin tambah kacau keadaan lo," suruh Jean.
"Kita semua ada untuk lo, Van."
Suara itu bersumber dari Yutha. Menoleh ke belakang, keduanya terkejut karena ke lima sahabatnya berada di sana.
"Gue harap lo bisa kembali bersahabat dengan kita," ujar Zack.
"Iya, Evan harus kembali kayak dulu," Steven turut bersuara. "Nggak ada lo, semuanya kerasa hampa, Van," aku Nichole.
Nichole pun berlari ke arah Evan dan Jean.
"Gue rasa kita nggak perlu mendrama masalah ini lebih lama, bro. Mulai sekarang kita semua bisa kumpul kayak dulu lagi."
"Hm, siapapun diri lo, kita terima dengan tulus," ucap Sagara.
Lantas, Evan dan Jean pun bangkit. Mereka bertujuh berkumpul bersama membentuk lingkaran tanpa ada aba-aba.
KAMU SEDANG MEMBACA
I'll be Better with You (Lee Heeseung) || TAMAT
Fiksi RemajaIni tentang kisah Evan Antonio yang terpaksa hiatus dari boyband lantaran dia diselingkuhi pacarnya saat anniversary, hubungannya kandas di acara musik usai selesai perform. Terrific. Ya, dia adalah ketua dari boyband tersebut. Tapi, itu tidak lagi...
