Menjadi Mama | Part 5 | Homeschooling

3.6K 13 2
                                        

Pak Chris tampak bingung dan mencoba mencerna apa yang dikatakan oleh Mama. Suasana menjadi sedikit tegang, tetapi Mama dan Papa tetap tenang, menunggu tanggapan dari Pak Chris. Setelah beberapa saat, Mama memutuskan untuk memanggilku yang berada di kamar.

"Sayang, sini sebentar," panggil Mama dengan suara lembut namun tegas.

Aku, yang sedang asyik bermain game di kamar, merasa heran dan sedikit gugup mendengar panggilan Mama. Dengan cepat, aku bangkit dari tempat tidur dan berjalan menuju ruang tamu. Saat aku melangkah ke ruang tamu, aku terkejut melihat Pak Chris, wali kelasku, duduk di sana, berbicara dengan orang tuaku. Aku hanya mengenakan celana pendek dan tanktop tanpa bra, pakaian yang sangat santai dan cukup terbuka.

Wajah Pak Chris berubah seketika ketika melihatku. Dia terkejut, matanya membelalak dan melihatku dari atas ke bawah. Wajahnya menunjukkan ekspresi bingung dan heran, seolah-olah dia masih mencoba mencerna penjelasan yang baru saja didengarnya dari Mama.

"Dimas, duduk sini sebentar," kata Papa, menunjuk kursi kosong di sebelahnya.

Aku mengangguk pelan dan duduk di kursi tersebut, merasakan tatapan intens dari Pak Chris yang tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Aku merasa canggung dan tidak nyaman dengan situasi ini, terutama karena pakaian yang kupakai tidak biasa untuk pertemuan seperti ini.

Pak Chris akhirnya mengalihkan pandangannya kembali ke Papa dan Mama, masih mencoba untuk mengerti apa yang sedang terjadi. "Jadi, Dimas benar-benar mengalami perubahan ini?" tanyanya, suaranya bergetar sedikit.

Mama mengangguk dengan sabar. "Iya, Pak Chris. Tubuh Dimas sekarang memiliki ciri fisik yang sama dengan saya. Itu adalah hasil dari pengobatan eksperimental yang kami pilih demi kesehatannya. Kami tahu ini sulit untuk dipahami, tapi itulah kenyataannya."

Pak Chris menghela napas panjang, masih berusaha menerima informasi yang sangat tidak biasa ini. "Saya mengerti, Bu. Ini pasti sangat sulit bagi kalian semua, terutama bagi Dimas."

Aku menunduk, merasa sedikit malu dengan perhatian yang begitu intens dari Pak Chris. Mama meraih tanganku dan memberiku senyuman yang menenangkan. "Pak Chris, itulah mengapa kami sangat berharap Anda bisa membantu Dimas melalui homeschooling. Dia membutuhkan dukungan dan bimbingan, dan kami percaya Anda adalah orang yang tepat untuk itu."

"Pak Chris, kami sangat memohon pengertiannya. Kami ingin kondisi Dimas tetap menjadi rahasia. Kami berharap Anda bisa menjaga rahasia ini," kata Papa dengan nada memohon.

Pak Chris tersenyum lembut dan mengangguk. "Tentu saja, Pak. Bu. Saya sangat menghargai kepercayaan yang Anda berikan kepada saya. Saya akan mendukung Dimas sepenuhnya dan menjaga rahasia ini. Bagi saya, yang terpenting adalah pendidikan Dimas. Saya akan melakukan yang terbaik untuk membantunya melalui homeschooling."

Perasaan lega mengalir di ruangan itu. Papa, Mama, dan aku merasa lebih tenang setelah mendengar komitmen Pak Chris. Kami tahu bahwa tantangan besar masih menanti, tetapi dengan bantuan Pak Chris, kami merasa lebih siap untuk menghadapinya.


Baca selengkapnya di https://karyakarsa.com/auliashara atau klik link di bio. 

Menjadi MamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang