[FULL] Menjadi Mama | Part 18 | Kado Spesial

2.4K 6 0
                                        

Aku merasa wajahku langsung memanas mendengar kata-kata itu. Malu rasanya, bahkan seluruh tubuhku seolah ikut memerah. "Ihhh... Mama udah deh!" ucapku sambil buru-buru menutup wajahku dengan kedua tangan, berharap bisa menyembunyikan rasa malu yang jelas-jelas terpampang di wajahku.

Mama hanya tersenyum lembut setelah tawanya mereda. "Ya udah, mandi dulu sana, biar segar," katanya, nadanya kembali tenang dan penuh perhatian. "Habis itu bantuin Mama."

Aku mengangguk perlahan, tapi rasa ingin tahu muncul dalam pikiranku. "Bantu apa, Ma?" tanyaku, penasaran dengan apa yang sedang direncanakan Mama.

"Bantu Mama masak," jawab Mama sambil tersenyum lebih lebar. "Hari ini kan, Papa ulang tahun. Jadi kita masak yang spesial buat dia."

Aku tersenyum mendengar hal itu, merasa senang bisa ikut membantu untuk perayaan ulang tahun Papa. Namun, sebelum aku bisa menjawab, Mama melanjutkan dengan nada yang sedikit misterius, seolah ada sesuatu yang lebih besar dari sekadar masak-memasak. "Dan satu lagi," tambahnya dengan nada yang lebih rendah.

"Apa itu, Ma?" tanyaku, sekarang benar-benar penasaran. Ada nada serius di suara Mama yang membuatku sedikit waspada.

"Nanti setelah makan, ikut Mama ke kamar, ya. Ada kejutan buat Papa," katanya, sambil melemparkan tatapan yang penuh arti. "Dan malam ini, kamu tidur sama Mama dan Papa."

Aku mengerutkan kening, merasa bingung dan sedikit kaget mendengar ucapan Mama. "Apaaa, Ma?" tanyaku terbata-bata, mencoba memahami apa yang baru saja dia katakan. Suasana yang tadinya santai tiba-tiba berubah menjadi sedikit canggung dan aneh. Pikiran-pikiran aneh mulai muncul di kepalaku, meskipun aku berusaha untuk tidak memikirkan yang tidak-tidak.

Mama hanya tersenyum, seolah-olah tidak ada yang aneh dengan apa yang baru saja diucapkannya. "Udah, nanti kamu bakal tahu," katanya sambil melambai santai, menandakan bahwa percakapan ini ditunda sampai waktu yang tepat.

Aku masih berdiri di sana dengan ekspresi bingung, mencoba memproses apa yang sebenarnya direncanakan Mama. Meski begitu, aku tidak punya pilihan selain mengikuti arahan Mama. "Ya..., Ma," jawabku pelan, merasa sedikit canggung, tapi juga tidak ingin membuat Mama merasa tidak nyaman.

Sambil menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, pikiranku masih dipenuhi dengan tanda tanya besar tentang apa yang sebenarnya akan terjadi malam ini. Apa kejutan yang Mama maksudkan? Kenapa aku harus tidur bersama mereka? Meskipun semuanya terasa aneh, aku tahu satu hal: malam ini tidak akan seperti malam-malam biasa.

Selesai mandi, aku mengeringkan tubuh dan mengenakan pakaian bersih dengan perasaan yang campur aduk. Pikiran-pikiran tentang ucapan Mama tadi terus mengganggu. Seharusnya perayaan ulang tahun Papa adalah hal yang sederhana dan penuh kebahagiaan, tapi nada misterius Mama membuat segalanya terasa berbeda. Aku berusaha menenangkan diri, meyakinkan diriku bahwa mungkin Mama hanya bercanda atau ingin membuat sesuatu yang spesial untuk Papa, sesuatu yang belum pernah kami lakukan sebelumnya.

Sambil berjalan menuju dapur, aku terus merenung. Apa yang sebenarnya Mama rencanakan? Kenapa harus ada kejutan besar, dan kenapa aku harus tidur bersama mereka? Semakin kupikirkan, semakin tidak nyaman perasaan ini. Tapi aku berusaha menepis kecemasan itu, fokus pada tugas yang ada: membantu Mama memasak.

Di dapur, Mama sudah menyiapkan berbagai bahan makanan di atas meja. "Nah, sini bantuin Mama potong-potong sayuran," katanya dengan senyum hangat, seolah-olah tidak ada yang aneh dari percakapan kami sebelumnya. Aku mengambil pisau dan talenan, mulai memotong sayuran sesuai instruksinya.

Aku menatap meja dapur yang penuh dengan bahan makanan, lalu bertanya dengan nada penasaran, "Kita mau masak apa sih, Ma?"

Mama menoleh ke arahku dengan senyum yang lembut, sementara tangannya dengan cekatan mengaduk sesuatu di dalam panci. "Kita mau masak yang spesial buat Papa, dong," jawabnya penuh semangat. "Ayam panggang bumbu kecap, sop sayur, sama tumis buncis. Papa kan suka makanan-makanan itu."

Menjadi MamaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang