14

474 45 14
                                        

Danzo tak pernah takut pada apapun. Ia hidup untuk dirinya sendiri dan melakukan apapun semaunya. Akan tetapi semua berubah setelah ia bertemu Naruto. Sejak pertama ia bertemu Naruto, hatinya telah ia berikan. Sejak pertama Naruto menginjakkan kakinya di rumah, maka sejak saat itu pula Naruto adalah dunianya.

Melihat Naruto jatuh tak sadarkan diri dengan tubuh dipenuhi luka membuat sesuatu dalam diri Danzo bergejolak.

"Jalang itu sudah mati, sekarang giliranmu!"

Sakura kembali mengayunkan balok kayu keudara, bersiap untuk memukul Danzo sekuat tenaga. Akan tetapi sebelum ia sempat melakukannya, Danzo menangkis balok kayu itu lalu merebutnya dari Sakura.

Tenaga keduanya jelas tak bisa dibandingkan. Danzo diam saja sedari tadi dan pasrah menerima Sakura karena takut Naruto terluka. Pikirnya, lebih baik ia yang disiksa dari pada Naruto menderita. Namun semuanya sudah terlambat.

"Kau—Arghh...!"

Jeritan penuh kesakitan terdengar dari mulut Sakura. Danzo tak peduli fakta bahwa Sakura adalah seorang wanita. Pria atau wanita dimatanya sama. Hanya Naruto satu-satunya sosok yang ia pedulikan.

Juugo menatap pemandangan dihadapannya ngeri. Danzo benar-benar sudah kehilangan kewarasannya. Ia memukuli Sakura tanpa ampun. Jeritan serta rintihan Sakura seperti musik pengiring baginya.

Tak cukup.

Emosinya masih berkobar dan kemarahannya masih memuncak.

Danzo menghentikan kegiatannya memukul Sakura ketika mihat Sakura sudah tak berdaya. Tatapan matanya begitu gelap dan dingin. Sakura yang terkulai lemas dengan luka disekujur tubuhnya tak membuatnya iba. Belas kadinya hanya untuk bocah pirang kesayangannya seorang!

Danzo membalikkan badan dan melemparkan tatapan mematikan pada Juugo yang berdiri nematung.

"Be—berhenti disana!" teriak Juugo mengancam dengan raut wajah ketakutan.

Tangan Juugo mengacungkan senjata api kearah Danzo bermaksud mengancam. Namun Danzo tak gentar. Tangan Juugo bergetar ketakutan. Hilang sudah rasa percaya dirinya melihat Danzo yang kesetanan. Ia tak bisa melarikan diri karena kaki palsunya tak bisa bergerak bebas. Berlari hanya akan membuat langkahnya tak beraturan.

Danzo semakin mendekat. Dikepalanya sudah tersusun berbagai rencana untuk menyiksa Juugo dan Sakura. Satu hal yang pasti adalah kematian terlalu ringan untuk keduanya. Danzo tak akan puas sebelum membalas semua perbuatan mereka dengan setimpal bahkan lebih.

"Ka-Kalau kau membunuhku, sama saja kau merenggut satu-satunya keluarga Naruto yang tersisa. Kau akan menjadi seorang pembunuh, Naruto pasti akan membencimu!"

Danzo tak bergeming. Juugo kira ia berhasil menaklukkan pikiran Danzo. Sayangnya, ia salah besar. Danzo diam sejenak lalu menatap Juugo datar. Ia ingin sekali menghabisi pria keparat itu detik ini juga, akan tetapi ia tidak akan puas hanya dengan membunuhnya.

Satu gerakan singkat dari Danzo dan tiba-tiba saja tubuh Juugo terhuyung. Meskipun kakinya tertembak, namun tenaga Danzo tidak berkurang. Apalagi ketika ia tengah dipenuhi amarah seperti saat ini. Satu tendangan darinya berhasil menumbangkan tubuh besar Juugo.

"Arhhhh, kau akan menyesal!"

Danzo tersenyum sinis, dengan sengaja ia menginjak kaki cacat Juugo lalu meludah ke wajahnya.

"Kau yang akan menyesal, akan aku pastikan itu"

Dengan sebelah tangannya, Danzo menjambak rambut Juugo lalu menyeretnya paksa. Rontaan Juugo tak berarti sama sekali. Tepat diujung bangunan bangunan yang belum diberi pembatas, Danzo berhenti. Juugo menahan nafas memahami apa yang akan Danzo lakukan padanya.

DannaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang