Satu jam lamanya Naruto menangis tiada henti. Danzo tak pernah melepas pelukannya. Ia mendengarkan semua keluh kesah Naruto yang terpendam selama ini.
Bagaimana Juugo menyakitinya, kebohongan Juugo soal kematian kedua orang tuanya, serta perkataan menyakitkan yang Sakura dan Juugo lontarkan, semuanya Naruto sampaikan pada Danzo.
Danzo berusaha terlihat tenang meskipun amarah dalam dirinya terus berkobar. Tunggu sampai kondisinya pulih, akan ia pastikan Sakura dan Juugo mendapatkan balasan yang lebih dari pada sebelumnya.
Kondisi tubuh Naruto yang belum pulih membuatnya kelelahan karena menangis begitu lama. Dengan pasrah ia berbaring diatas ranjang dengan Danzo disampingnya. Sedetikpun Danzo tak pernah melepaskan pelukannya.
"Maafkan Naru, Danna. Naru sudah marah pada Danna. Karena Naru juga Danna terluka" ucap Naruto penuh sesal disela isakannya.
"Luka sekecil ini tak berarti bagiku. Melihatmu terluka seperti ini jauh lebih menyakitkan"
"Kenapa?"
"Kenapa apanya?"
"Kenapa Danna sakit melihat Naru terluka"
Danzo terkekeh lucu. Naruto itu memang lugu menjurus bodoh. Tapi sifat itu pula yang membuat Danzo semakin terikat padanya.
"Bakka, tentu saja karena aku mencintaimu"
Naruto tak mengerti. Jika Juugo saja yang sedarah dengannya memperlakukannya semena-mena, mengapa Danzo yang bahkan tak memiliki ikatan kekeluargaan dengannya begitu menyayanginya. Danzo tak pernah sekalipun marah padanya. Bahkan ketika ia berbuat nakal dan sembrono.
"Naru....naru tak mengerti. Kenapa Danna cinta Naru?"
Danzo tersenyum tipis. Ia semakin mengeratkan pelukannya. Jarak tubuh mereka yang begitu dekat tanpa sekat membuat Naruto bisa mendengar dengan jelas detak jantung Danzo saat ini.
"Hmmm, entahlah. Aku tak bisa menjelaskannya. Perasaanku padamu bukan sesuatu yang bisa diwakilkan melalui kata-kata. Aku hanya bisa berharap kau bisa merasakan sebesar apa perasaanku padamu melalui tindakan serta caraku memperlakukanmu. Kau adalah orang yang paling berharga bagiku, Naru."
Jarang bagi Danzo bisa mengungkapkan isi hatinya dengan tulus. Selama ini ia selalu menyimpan semua hal sendirian. Akan tetapi, perasaannya yang begitu besar pada Naruto tak pernah bisa ia sembunyikan.
"Danna... Naru... Naru juga sayang Danna. Terima kasih sudah menyayangi Naru. Naru sangat beruntung karena memiliki Danna disisi Naru"
Bersama Naruto Danzo merasa ia menjadi manusia normal. Ia bisa merasakan berbagai macam perasaan. Seperti saat ini, ia begitu terharu karena mendengar ucapan tulus Naruto.
"Akulah yang beruntung karena bisa memilikimu, sayang"
Setelah semua yang terjadi, Danzo semakin yakin hubungan mereka kedepannya akan semakin erat. Danzo berjanji pada dirinya sendiri, ia tak akan pernah membiarkan kejadian yang sama terulang kembali. Naruto adalah miliknya dan sampai kapanpun kepemilikannya terhadap Naruto tak akan berubah.
Jika ada penghargaan orang paling bodoh sedunia, maka Sasuke yakin ia adalah pemenangnya. Tidak, bahkan kata bodoh saja tak cukup untuk memghakiminya.
Ia yang baru mengenal Naruto sesaat bisa dengan mudah menilai jelek pemuda manis itu. Sasuke menyesal. Ia sudah melukai perasaan Naruto dengan perkataannya yang tajam.
Nama baik Naruto sudah dibersihkan, bahkan kabar penculikan Naruto pun tak luput dari pemberitaan. Semua orang yang mencela Naruto pada hari itu merasa bersalah karena sudah menilai seseorang tanpa mencari tahu kebenaran terlebih dahulu. Diantara semua orang itu, bisa dipastikan Sasuke lah yang paling menyesal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Danna
FanfictionKepergian kedua orang tuanya membuat Naruto terpaksa tinggal bersama pamannya. Selama tinggal bersama pamannya, Naruto harus menerima perlakuan kasar dan tak baik. Akan tetapi kehidupannya berubah drastis setelah ia tinggal bersama seorang pria berw...
