33.

1.7K 70 5
                                    

"enghhh, atasan Dikit cel.. ahh"

"Enak?"

Adel mengangguk kan kepala nya.

Saat ini Ashel duduk di punggung adel sambil memijat bahu nya.

"Suka banget ga pake baju ya?" Tanya adel.

Karena semenjak mereka menikah adel hampir setiap hari Manahan nafsu nya karena ashel selalu memakai pakaian minim ketika bersama nya.

"H'hmm" ashel mengangguk seperti anak kecil.

"Besok aku buang semua baju kamu" jahil adel.

"Ya gapapa, entar aku keluar rumah telanjang aja, terus kalau ada yg mau megang ini, aku kasih aja"

Adel melotot kan matanya mendengar ucapan ashel, apa lagi saat membahas tentang gumpalan lemak di dada ashel. Ucap ashel seraya menyentuh dada nya.

'punya ku!' batin adel.

"Gak gak, enggak aku buang" ucap adel.

"Hahaha... Anak pintar" ashel mem pat kepala adel.

***

Disisi lain dan di waktu yang bersamaan, seorang gadis menenteng tas milik setelah berpamitan kepada kedua orang tua nya.

Ia menoleh ke belakang dan melihat wajah kedua orang tua nya yg terlihat sedih.

"Maaff.." guman nya dan berlalu ke pesawat.

Setelah menemukan kursi nya ia langsung mendudukkan dirinya dan memakai earphone nya.

Setetes air jatuh di pipi mulus nya, mungkin alunan musik di telinga nya sangat menggambarkan perasaan saat ini.

Hufttt

'semunya telah berakhir... Adzana shelia.. cinta pertama dan terakhir ku...'

***

"Kok hiks, ka Zee ga ngasih tau hiks, hiks kalau di- hiks a mau pergi, hiks huaaa"

"Cup, cup, udah yaa, nanti kepala nya pusing loh" bujuk adel.

Ya barusan shani mengabari anin kalau mereka baru saja mengantar zee ke bendara.

"Huhuhuu.. adel ga bakal ninggalin acel kan?"

Adel tersenyum lalu menggesek gesekkan hidungnya ke hidung ashel.

"Ga baby"

"Beneran?"

"Iyaa"

Ashel menatap wajah adel dengan tenang."ayo main"

Hufttt

"Kata dokter belum boleh sayangg.." tutur adel lembut.

"Hmm" ashel mengerucutkan bibirnya.

"Aku ke cafe dulu, ya mau ngecek bentar" pamit adel beranjak dari sofa kamar mereka.

"Ga maoo.., ikutt.."

Adel hanya mengangguk sambil tersenyum, dan dengan cepat ashel mengganti pakaian nya.


***

A

shel memperhatikan adel yg sibuk mengecek bahan pangan di cafe nya.

Ia terlihat fokus dan hati hati, ia memegang buku catatan kecil dengan pena, lengan kemaja yg di lipat hingga siku menambah kesan tampan nya.

"Adel udah selesai?" Tanya ashel karena adel berjalan menghampiri nya, ia duduk di sofa khusus di dapur.

"Udah" adel duduk di samping ashel ia merangkul bahu nya.

"Acel mau ikut belanja kebutuhan cafe?" Lanjut adel bertanya.

Ashel mengangguk semangat."mauu"

Adel terkekeh gemas dan mengacak acak rambut ashel.

"Ihhh, berantakan..." Kesal nya.

"Permisi ka adel, ka ashel" seorang pagawi cafe meletakkan sepiring spaghetti.

"Cobain, ini resep baru" ujar adel menyuapi ashel.

"Aamm" ashel terlihat menikmati makanan nya, lalu ia mengangguk kan kepala nya.

Setelah selesai makan mereka langsung pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan untuk cafe.

Saat di dalam mobil.

"Adel lihat sini!" Pekik ashel.

Adel langsung mendekat kan dirinya ke ashel.

Ckrik

"Jahahshhaha"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Jahahshhaha"

"Hawhahha"

Tawa kedua nya di dalam mobil, dan begitu lah seterusnya hingga tiba di supermarket.












***








mau adel! (delshel)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang