27

252 15 9
                                        

Di hari minggu yang masih sepagi ini tapi alarm Lyodra sudah sangat berisik membangunkan gadis yang masih terlelap dengan setengah kesadarannya.

Lyodra mengingat apa yang ingin ia lakukan di pagi hari minggu ini, ia langsung bergegas menuju kamar mandinya.

Sekitar setengah jam ia mandi. Gadis itu dengan senang hati bersiap siap, memakai pakaian yang cukup nyaman tapi masih terlihat cantik saat ia memakainya. Dan memakai riasan wajah yang simpel saja.

Terdengar suara ketokan dari pintu kamarnya. "Non, ada den Reegan di bawah," ucap bi ida.

"Iya bi, bentar lagi aku turun."

Tak lama kemudian lyodra keluar dari kamarnya, ia menuruni anak tangga dengan suasana hati yang cukup riang.

"Hai," Sapa Lyodra pada laki-laki yang sedang duduk di ruang tamu.

"Haii," Sapa Reegan balik.

Mereka berdua menelusuri jalan di pagi hari yang sejuk ini dengan mengendarai motor kebanggaan Reegan yang biasa ia pakai.

"Semoga bubur nya masih ada ya," ucap Lyodra.

"Emang biasanya jam segini udah habis?"

"Tergantung sih. Soalnya bubur di situ cepet banget abis nya."

"Pegangan," suruh Reegan.

"Hah. Ngapain?" agak sedikit panik tapi Lyodra menuruti apa kata laki-laki itu, kedua tangannya menggenggam jaket Reegan.

"Biar cepet sampai," ucapnya lalu menaikkan kecepatan motornya.

Siapa sangka mereka berdua bangun sepagi ini hanya untuk memakan bubur yang di rekomendasikan lyodra. Tapi memang kenyataan nya bubur yang di jual langganan lyodra itu sangat enak, dan kebetulan lyodra saat ini sangat ingin memakannya.

"Bubur nya masih ada pa?" Tanya Lyodra.

"Masih neng. Mau berapa porsi?"

"Dua ya pa."

"Oke neng. Silahkan duduk dulu."

Untungnya masih ada tempat duduk yang tersisa untuk mereka. Tempatnya benar benar ramai sekali, tempat duduk nya saja sudah hampir penuh. Untungnya tidak semua makan di tempat, yang membeli di bungkus juga banyak.

"Kamu tim bubur di aduk atau ga di aduk?" tanya Lyodra tiba-tiba.

"Ga di aduk."

"Alasannya?"

"Ya enak aja di liat."

"Ih sama dong."

"Kalo sama berarti jodoh," ucap bapak tukang bubur yang datang mengantar pesanan mereka berdua.

"Makasih doa nya pa," balas Reegan sambil mengipasi bubur lyodra yang baru saja datang.

"Ngapain?"

"Biar ga terlalu panas."

"Udah ga usah, nanti tangan kamu cape."

"Kelamaan ya? atau mau aku suapin aja?" ucapnya dengan muka yang polos.

Lyodra agak tercengang mendengar tawaran Reegan barusan. Ni orang kok bisa berubah sedrastis ini ya? gumam lyodra dalam hatinya.

"Kenapa bengong?"

"Gapapa," jawab Lyodra sambil tersenyum canggung.

"Jadi mau di suapin?" tanya nya lagi.

"Engga. Kamu kira aku anak kecil. Disini juga banyak orang, nanti di liatin aku malu."

"Ya kali aja mau di suapin."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 10, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

ReeganTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang