Cerita hasil karangan sendiri.
Dilarang mengcopy/screenshot.Jadilah pembaca yang bijak,hati hati dalam berkomentar
TYPO BERTEBARAN⚠

Pagi ini jendra berjalan di sepanjang koridor dengan senyum yang merekah,dengan info yang ia dapat hari ini nata akan mulai masuk sekolah
Tidak biasanya ia berangkat pukul 6 tepat,sering an juga telat
Tujuan pertamanya saat ini adalah kelas nata,jendra yakin anak itu sudah berada di kelas
Dan benar saja tepat saat ia berada di dekat pintu ada nata yang sedang berjalan memasuki kelas
Berlari kecil dan mencoba meraih tangan miliknya,nata seketika membeku saat ada tangan yang menggenggam tangan nya kuat
"Nat,lo baik baik aja kan? Sorry waktu lo ada di rumah sakit gue ga pernah jenguk karena kinara anaknya gamau di tinggal,jadi gue mau mint-"
"Lepas! Gue gamau ngomong sama lo,mulai sekarang jangan temuin gue lagi udah itu aja" nata mencoba melepas cengkraman tangan nya
"Lo kenapa si nat? Masa gegara itu doang lo marah sama gue,ini bukan nata.Nata yang gue kenal ga kaya gini,nata anaknya pemaaf lo bukan nata kan?"
"Apaan si ngaco lo"
"Bilang sama gue,kenapa lo minta gue buat ngejauh" mohon jendra
"Lo sendiri kan yang minta? Dari dulu bukannya lo benci sama gue,sekarang gue turutin apa yang lo mau" satu air mata menetes
Nata mengusap air matanya kasar lalu berlari keluar dari kelasnya,jendra hanya menatap punggung itu hingga menjauh
_ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _ _
"Kenapa aku harus suka sama kamu jen? Hiks aku gamau" nata berbicara asal asalan sedari tadi,tak peduli jika ada beberapa siswa yang berbisik sambil menatapnya
Duduk sendirian di kursi taman hingga beberapa jam,tanpa sadar ternyata bell istirahat sudah berbunyi
"Kenapa aku cengeng banget si? Haha..."
"Nata..?"
Saat mendengar suara itu ia langsung menghusap air matanya kasar "I-iya? Kenapa kalian ada disini"
Lami mendekat ke arah nya dan duduk di sampingnya "Kamu yang ngapain di sini sendirian?" tangannya mengusap sisa air mata yang ada di pipi nata
"Kenapa nangis,masalah jendra lagi?" tanya shella
Sedangkan nata hanya diam mencerna fikiran "Ayo cerita sama kita kita,anggep aja kita ini saudara kamu"
"Apa aku boleh anggep kalian kaka ku?" ucap nya dengan mata berkaca kaca dan hidung memerah membuat keduanya gemas sendiri
"Boleh,lo boleh anggep kita apapun itu asal lo suka kita ga masalah sama semua itu"
_ _ _
Nata hanya menunduk di sepanjang koridor,banyak yang menatapnya dengan tatapan benci nan jijik
Srett
Tubuh nya terhuyung saat ada seseorang menarik nya ke arah kamar mandi
Brugh
"Emmh" seseorang menyumpal mulutnya dengan kain basah yang berbau menjijikan
"Heh! Lo yang deketin cowo gue kan,boti kaya lo tuh ga usah sok belagu deh " ucap seseorang yang ia yakini adalah- kinara
Nata membuka matanya perlahan "Gue benci dimana saat jendra selalu mikirin lo nat,sedangkan gue yang cewenya aja ga pernah tuh di pikirin"
"Gas aja ra?"
Anak itu mengangguk "Pisau"
Matanya membola ketika mendengar kata itu,tubuh nya bergetar hebat bahkan wajah nya memerah sebab ketakutan
Orang itu tersenyum miris "Gue harap setelah ini,lo ga lagi deketin cowo gue"
Cress
Satu sayatan mendarat di pipi kanan nya,rasa perih membuat sang empu meringis kesakitan
"Hiks"
Nata hanya bisa menangis dan terus merapalkan doa dalam hati,berharap ada yang masuk dan menolongnya
Sress
Kini tangan dan juga kakinya penuh dengan luka sayatan
Tubuhnya ambruk dengan tampilan tak karuan,matanya mengedip sejenak lalu semua menjadi gelap gulita
𓃠
Jendra berlari dengan raut khawatir tercetak jelas di wajah nya,membuka jalan untuk dirinya masuk dari banyaknya siswa bergerombol di sana
"Nata..." nama itu tak pernah hilang dari otak nya,semua firasat buruk itu benar adanya
Ia melihat nata yang sudah terkapar lemas berada di gendongan salah satu siswa,jendra membantu anak itu untuk membuka jalan keluar dari kamar mandi
"Langsung bawa ke UKS aja" perintah nya
Siswa tadi mengangguk lalu membawa nata ke ruang kesehatan agar di periksa lebih lanjut
Sedangkan jendra masih tetap di tempat nya,rasa bersalah mulai menggerogoti dirinya.Bagaimana tadi ia melihat nata dengan mulut penuh busa dan banyak luka di tubuh nya,entah apa penyebabnya dan siapa pelaku yang sudah membuat nata seperti itu
Jika memang pelaku nya sudah di temukan,jendra tak segan segan untuk membuat si pelaku masuk rumah sakit
"Jendra!"
Di tengah lamunannya jendra terkejut saat mendengar suara seorang gadis yang sangat ia kenali memanggil namanya
"Kamu kemana aja sih! Aku nyariin tau ga"
Kinara menatap kekasihnya yang tampak sangat hancur entah apa penyebabnya "Kamu kenapa si jen?"
Merasa tak ada jawaban kinara memeluk lengan kanan jendra "Sayang... Ayo ke kantin,kamu kenapa diem aja?"
Jendra mulai membalikkan tubuh nya menghadap seseorang yang berstatus sebagai kekasihnya,menarik nafas sejenak "Ayo kita putus!"
Mendengar perkataan itu pelukan nya mulai terlepas,air mata mulai menggenang di pelupuk mata nya "Kenapa jen,aku tanya kenapa! Apa karena si boti itu yang mengaruhi kamu-"
"Siapa orang yang kamu maksud?" ucapnya memotong ucapan kinara
"Ya jelas nata lah,dia kan yang udah bikin kamu kaya gini kenapa si kam-"
"Stop kinara! Udah cukup.Semua tuduhan yang kamu ucapin itu ga bener,permasalahan nya bukan di situ tapi itu karena sifatmu yang terlalu kekanakan dan gila akan uang"
"Apa maksudmu aku gila uang jen?" ucapnya lantang
"Selama kita menjadi sepasang kekasih,apa kamu ga sadar udah habisin uang aku sebanyak itu? Pengeluaran ku udah banyak,keluarga ku bermasalah sedangkan kamu seenaknya minta beli ini itu"
"Mulai sekarang kita gaada hubungan,jangan sesekali kamu memohon untuk kita kembali karena memang- aku udah ga sanggup sama sifat kamu" setelah berbicara seperti itu jendra berjalan ke arah ruang kesehatan tanpa mempedulikan kinara yang terus memanggilnya
"Nata...." matanya terpejam meruntuki dirinya sendiri,menarik nafas setenang mungkin meski pada akhirnya air mata itu berhasil mengalir keluar membasahi pipi lembut nya
Di sana,seorang teman yang selama ini selalu berada di sisi nya,menjadi sosok paling penting dalam hidup nya.Kini terbaring lemah dengan banyak nya peralatan medis menempel pada sebagian tubuh nya
"Hiks maafin gue..." ia bawa tubuh nya memeluk si manis
Jendra sudah tau semuanya,yang telah melakukan itu semua ialah mantan kekasihnya sendiri,tak salah ia memutuskan nya saat itu pula tak sedikitpun ia menyesal akan perbuatannya
Sudah tiga minggu berlalu,tapi belum ada sedikitpun perubahan dari kondisi nya,bahkan dokter sudah berkata 'Jika memang satu bulan belum ada perubahan,kami akan melepas semua alat dan membiarkan nya pergi karena memang tidak ada jalan lain'
KAMU SEDANG MEMBACA
Pecinta Kucing ||NOMIN
Romance✪Griselxvda "Ubah sifat berandalan mu itu jendra rahardian!" ➛ Merubah sifat seorang berandalan sekolah bukanlah hal yang mudah,cukup sulit dan butuh waktu untuk merubahnya.Tapi di balik kelakuan nya itu,ada suatu cerita yang membuat jendra menjadi...
