PK|21.Kita

695 21 1
                                        

Cerita hasil karangan sendiri.
Dilarang mengcopy/screenshot.Jadilah pembaca yang bijak,hati hati dalam berkomentar
TYPO BERTEBARAN⚠

Jendra menatap lekat mata coklat milik seseorang spesial di sebelahnya

"Aku mau aku dan kamu berubah menjadi kita aku ingin kata itu bisa membuat kau dan aku pada jenjang yang lebih sempurna,entah sampai kapan kita bersatu.Dan aku berharap,kita hanya bisa dipisahkan oleh maut"

Matanya bahkan berbinar menatap manik hitam milik nata.Ia mendekat ke arah seseorang yang sedang ia cintai pada saat ini

Bibir mereka menempel satu sama lain.Sedetik lagi,tempelan bibir keduanya akan menjadi sebuah ciuman panas yang di lakukan pertama kali oleh keduanya.Atau,biasa disebut- frist kiss

Cup

Pertukaran antara lidah dan air liur terasa begitu panas.Jendra mengobrak abrik mulut simanis dan meng absen deretan gigi,bibirnya terasa manis begitu juga yang dirasakan oleh nata

Nata memukul dada lelaki di hadapannya dengan kasar seolah memberitahu jika nafas nya sudah terasa begitu sesak

Setelah ciuman tersebut lepas.Nata menatap lekat manik kecoklatan milik pemuda di depannya,begitu sempurna dengan hidung mancung yang setia menambah ketampanan bak pangeran kerajaan

"Aku mencintaimu"

"I love you too babe" jendra mencium kening nata sekali

"Mau kita mulai dari sini?"

☕︎☕︎

"KAK MAHENNN!!"

Mahen menoleh ke arah seseorang yang memanggilnya,menaikkan sebelah alisnya pertanda ia sedang bertanya 'ada apa?'

"Nanti pulang sekolah anter aku nyari gitar buat perfom nanti ya"

Yap.Sekolah mereka memang sedang mengadakan acara kecil kecilan untuk menyambut kedatangan kepala sekolah baru,dan ia terpilih sebagai pemain music karena chandra termasuk pemain yang cukup handal dalam bermain gitar

"Ya" jawabnya singkat

Chandra berlari kecil berusaha menyamakan langkah keduanya "Oh ya.Kaka kebagian satu band sama jendra kan?"

Mahen mengangguk "Iya.Kenapa?" ia menoleh menatap pria manis yang sedang fokus mengoceh dan bertanya

"Mau nanya aja sih,kalian bawa lagu apa?"

"Katanya sih Paint The Town Red,tapi belum pasti juga"

Chandra membentuk bibirnya berbentuk huruf O dan mengangguk ngangguk

Tiba tiba suara bel berbunyi menandakan istirahat telah tiba.Chandra terlihat sangat antusias dan menarik lengan remaja di sebelahnya "Ayo kaa,kita ke kantin bareng" ucapnya sambil terus berjalan

"Iyaa sabar elah chan,kalo gue nyelungsep elo gue bunuh"

۝

Nata menatap sahabatnya sendu setelah mendengar ceritanya "Gue gatau apa salah gue sama dia nat.."

Anak itu mulai mengeluarkan air mata setetes demi setetes "Hiks.. Gue kotor nat"

Nata membelalakkan matanya kaget,ia menatap sahabatnya tak percaya "Mak- sudnya?"

"Iya" rey mengangguk lalu mengusap air maranya sejenak "Gue pernah diperkosa sama galen sekaligus lima temennya"

Puk

Tak ambil diam,nata menarik punggung rey untuk masuk kedalam dekapannya.Air matanya ikut turun perlahan "Hiks.. Maafin aku gabisa jadi sahabat yang baik buat kamu hiks,aku gatau kalo udah sebanyak ini sakit yang kamu lewati rey..."

"Maaf..." ucapnya lagi

Mereka berpelukan di dalam kelas yang sepi dan sunyi.Karena memang saat istirahat jarang ada anak yang berdiam diri di kelas

"Rey? Nata? Ada apa,kenapa kalian disini dan... Kalian nangis?" tanya celvin menatap kedua sahabatnya penuh tanya

Pada akhirnya mereka menceritakan semua yang telah terjadi.Celvin serius pada cerita tersebut dan mengingatkannya dengan sesuatu yang masih saja berputar di kepalanya "Gue inget"

Nata menatap celvin bingung "Inget apa?"

"Waktu itu.Pas sekolah udah mulai sepi dan gue pulang telat,galen nyamperin gue dan dia bilang kalo minta ke gue buat ngasih tau lebih dalam tentang rey"

"Terus kamu kasih?"

Celvin menggelengkan kepalanya "Nggak.Gue ga sebodoh itu buat ngasih tau privasi orang apalagi sahabat gue sendiri"

"Dan disini gue nyimpulin kalo si galen obsesi sama lo rey,saran gue lo harus lebih hati hati.Gue bakal usahain selalu ada di samping lo,dan inget.Jangan keluar rumah tanpa pendamping sekalipun itu lo di tinggal ke kamar mandi waktu jalan,jangan sungkan buat ikut dan jangan ngerasa ga enak sama orang"

Nata mengangguk pertanda ia setuju dengan apa yang dibicarakan oleh celvin "Betul.Aku juga bakal ngomongin ini sama yang lain biar kita bisa kerja sama"

"G-gue takut nat,cel" ucap rey menunduk

Celvin tersenyum lalu mengelus punggung rey lembut "Gapapa.Kan ada kita,mereka gabakal gangguin lo lagi"

"Oh iya.Jendra katanya punya geng motor,kalau kita mintol ke mereka aja gimana? Aku yakin mereka bisa ngadepin semuanya sampe galen dkk ada di tangan polisi"

"Bener juga sih nat.Nanti bicarain dulu aja sama mereka mereka,gue yakin jendra gabakal nolak.Orang calon bininya yang minta,tinggal melas doang juga dikabulin" canda celvin yang membuat nata tersenyum malu sampai pipinya memerah


TBC
Lama bgt ga up ya?? Aku sibuk banget seriuss,tapi aku usahain bisa terus up ya guyss
See youu👋👋👋

Pecinta Kucing ||NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang