PK|18.Pengakuan

1K 45 0
                                        


Cerita hasil karangan sendiri.
Dilarang mengcopy/screenshot.Jadilah pembaca yang bijak,hati hati dalam berkomentar
TYPO BERTEBARAN⚠

Jadilah pembaca yang bijak,hati hati dalam berkomentarTYPO BERTEBARAN⚠

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seperti hari biasa.Jendra selalu berkunjung ke ruang rawat sahabat nya setelah pulang sekolah

Yap- sahabat,ia sudah mengakui semua fakta yang ada

"Sore bunda" seru nya kepada wanita yang berstatus sebagai seorang ibu

"Tadi jendra beli makanan buat bunda,pasti bunda belum makan kan?" ucapnya seraya menaruh paper bag di atas nakas lalu menyodorkan satu bungkus nasi uduk

"Makasih banyak ya.. Maaf kalo sering ngerepotin kamu-"

"Ini bukan apa apa bund dan... maaf jendra belum bisa jaga anak bunda dengan baik"

"Ini bukan salahmu... Jangan berkecil hati" lalu windy berdiri dan mengambil sebungkus nasi yang ia taruh di atas nakas

"Kalau begitu bunda makan dulu di kantin,siapa tau kamu mau ngobrol sama nata" ucapnya seakan mengerti dengan apa yang jendra inginkan

Windy keluar dari ruangan putra nya dan berjalan kearah kantin rumah sakit

Sedangkan jendra kini sudah duduk di kursi sebelah brankar rumah sakit,mengambil paper bag yang lumayan besar lalu mengeluarkan sesuatu di dalam sana- boneka

"Nata.... Liat deh,aku bawa boneka kesukaan kamu- kelinci,kamu suka boneka kelinci kan? Hiks" air mata yang sedari tadi susah payah ia tahan kini sudah mengalir bak air terjun

"Aku mohon... Hiks tolong jangan pergi nat,kamu janji kan buat buka mata dan bilang semua isi hati kamu ke aku?" jendra sudah tau perihal nata yang mempunyai rasa kepadanya

Mulai sekarang,ia menuruti apa yang nata inginkan dari awal mereka bertemu.Terutama dari cara berbicara,jendra sudah mulai memakai aku-kamu mengikuti apa yang di inginkan sahabat nya

"Hiks ayo bilang tentang perasaan mu ke aku nat,aku bakal jawab dengan sejujurnya bahwa-" menarik nafasnya sejenak lalu..

"-aku benar benar mencintai mu nataniela arkananta"

Cklek

Windy masuk dengan yuta di samping nya,jendra yang menyadari pintu hendak terbuka ia langsung tergopoh menghapus air mata nya

"Bunda..."

Windy mendekat lalu mengelus punggung kekar seseorang yang sudah dianggap nya putra sendiri "Benar bukan? Penyesalan selalu datang di akhir" ucap yuta tiba-tiba

"Ayah..." tegur windy dengan tatapan tajam nya

Jendra menunduk dalam meruntuki dirinya sendiri akibat kebodohannya malah memilih berkencan dengan seorang pembunuh

"Eee... Kalau begitu jendra pamit dulu ya bund,habis ini ada janji kerkom sama yang lain"

"Yaudah hati hati ya nak.."

______________ _______________

"Banyak amat absen nya si nata" monolog chandra yang langsung mendapat sahutan dari teman kelas nya

"Langganan rumah sakit nata mah,baru juga kemarin dia masuk ehh absen lagi tu anak" ucap rey dari pojok kelas sambil menyapu lantai

Chandra terus membolak balik buku absensi mengabaikan ucapan rey dan mengabsen anak yang sudah memberi surat izin atau dispensasi

"Bantu gue napa si chan" gerutu rey di belakang sana

"Itu tugas lo ya hari ini piket,gue disini cuma ngurus absen bukan buat bantu lo piket.Salah sendiri tadi siang di suruh piket kaga mau" omel nya panjang lebar

"Dihh" di ujung sana ia menggerutu tak jelas sambil terus menyapu lantai kelas

______________ ________________

Di sini,tempat yang pernah ia datangi bersama sahabat dekat nya- nata

Taman yang pernah mereka kunjungi saat bersepeda pada hari minggu kala itu,piknik dadakan dan menggayuh sepeda mengelilingi taman

Jendra menatap tempat dimana mereka mengadakan piknik dadakan,tepat di bawah pohon besar nan banyak orang di sana

Ia berjalan kedepan lalu mendudukkan dirinya di atas rumput tanpa alas,menyenderkan dirinya pada pohon besar yang menjadi saksi antara dua insan yang berbeda dalam segi sifat dan etika

Memjamkan matanya lalu menarik nafas sedalam mungkin hendak menenangkan dirinya,hingga....

"Jendraa!!" suara itu membuatnya kembali membuka mata

Di sana,kinara berdiri di hadapannya dengan wajah penuh kekhawatiran

Ia berdiri hendak pergi meninggalkan kinara yang menatapnya sendu "Jendra.Aku mohon maafin semua kesalahanku,aku mau berubah jen ku mohon"

Langkahnya terhenti ketika merasa ada yang memeluk kaki kanan nya,kinara bersujud memeluk kaki nya erat dengan tangisan yang terdengar sangat pilu

"Jendra,ku mohon hiks"

Menatap lurus kedepan menghiraukan semua ucapan yang terlontar dari mulut mantan kekasihnya "Lepas!"

"Ku mohon maafkan aku hiks" kinara bersikukuh memohon kepada jendra untuk kembali

"LEPAS KINARA SABRINA!" teriaknya membuat beberapa pengunjung disana menatapnya aneh

🪡 . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . . .

"Ayah jangan kaya gitu lagi sama jendra" tutur windy masih fokus dengan menata barang yang dibawanya

Yuta kembali memakan roti bakar yang di belinya "Apa salahnya,lagi pula aku berkata jujur"

"Sama aja itu buat jendra nya sakit hati sama omongan mu"

"Orang tadi dia biasa aja,bunda kenapa si tiba-tiba banget ngebela jendra"

"Yakan jen-" ucapannya terpotong kala melihat nata mengeluarkan suaranya

"Bunda.... "

TBC

Halo haloo!
Udh lama bgt ya aku ga up
Maaf yang udh nungguin,jangan ngilang plis
Tq yang udah votmen (﹡ˆ﹀ˆ﹡)♡

Pecinta Kucing ||NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang