PK|20.I realy loved you

835 21 1
                                        

Cerita hasil karangan sendiri.
Dilarang mengcopy/screenshot.Jadilah pembaca yang bijak,hati hati dalam berkomentar
TYPO BERTEBARAN⚠

Siang ini rey dan juga chandra berniat untuk bolos ke kantin "Lo ga jenguk nata rey?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Siang ini rey dan juga chandra berniat untuk bolos ke kantin "Lo ga jenguk nata rey?"

"Nanti sore gue kesana" jawab rey dengan mata fokus mengahadap depan

Chandra mengangguk menanggapi.Manik nya menatap kanan kiri melihat kelas lain di sepanjang koridor,tanpa ia sadari seseorang yang sedari tadi ada di sebelahnya seakan menghilang

Ia menoleh ke kenan dan kiri dengan raut wajah panik "Rey? Lo dimana anjing,jangan main petak umpet goblok"

Tanpa ba bi bu haikal berinisiatif untuk mencari di sekitaran koridor,dan ia menemukan dua orang yang ia yakini salah satunya adalah rey

Disana terlihat kawan nya ketakutan bahkan sampai tubuh nya bergetar hebat,anak itu terus mundur hingga menatap tembok di belakangnya

Siswa laki-laki dengan wajah tak asing bagi chandra kini sudah mengukung rey dengan tubuh kekar nya

Chandra terus meneliti sedikit demi sedikit wajah itu,lebih dekat dan perlahan "GALEN SAPUTRA!"

Anak itu menoleh kearahnya dengan tatapan tajam "Mau apa lo? Ga usah ikut ikutan urusan gue sama rey"

"Bangsat" Chandra berbalik dan tak lama ia kembali dengan kayu besar yang ia ambil dari gudang

Bugh

Satu pukulan ia kenakan pada kepala galen,dan benar saja.Anak itu langsung tumbang dan terkapar lemah di lantai koridor

Chandra langsung memeluk sahabat nya yang kini sudah tidak bertenaga bahkan nafas nya sesak "Rey? Lo gapapa kan"

------------------------------

Kembali bersama pemeran utama kita,dua anak itu sedang bercerita satu sama lain.Lebih tepatnya nata yang sedari tadi bercerita,dan nampaknya jendra tak di beri celah untuk berbicara

Sedari tadi ia hanya mengangguk dan tersenyum sebagai tanggapan,matanya sibuk menatap wajah cantik milik sahabatnya hingga tak sadar ternyara si manis sudah memberinya celah untuk berbicara

"Kamu ko ngelamun si jen? Ga dengerin aku cerita ya.." bibirnya menggerucut lucu

Akhirnya jendra pun tersadar dari lamunan nya "E-eh engga ko.. Aku denger,aku paham sama apa yang kamu omongin"

"Beneran?"

Jendra mengangguk sambil tersenyum "Heum"

Bukannya menjawab justru malah si manis bergerak membelakangi jendra yang masih bingung sama dirinya sendiri

"Nata..."

Anak itu masih tak mendengarkan nya "Jangan ngambek dong... Nanti kalo gabisa jadi pacar aku gimana?"

Nata langsung menoleh dan membalikkan tubuh nya menghadap jendra,memukuli dada anak itu dengan tangan mungil nya "Apasih.. Jangan gombal deh"

"Eh tapi iya tau.. Kalau suka ngambekan nanti gabisa jadi pacar aku" anak itu mulai tertawa dan memeluk jendra dengan erat secara tiba-tiba

Tawanya kini mulai mereda,tangannya masih mengalung di leher pemuda itu "Jendra"

"Hm? Kenapa"

"Aku mohon,jangan pernah berubah.Dan jangan sesekali kamu menjadi diri kamu yang dulu,cukup sampai disini aja aku ngerasa kecewa sama sifat kamu"

Di balik sana jendra tersenyum pahit "Aku dulu sejahat itu ya? Sampai kamu takut sama diriku yang dulu"

"Jahat.Kata itu bisa aja mendeskripsikan kamu,tapi kamu ga sejahat itu.Kamu itu cuman sebatas nakal dan susah di atur,selebihnya kamu itu baik"

Rangkulan tangan nya kini mulai melepas,keduanya saling bertatapan satu sama lain "Boleh aku ngungkapin sesuatu?" ucap nata di tengah keheningan

"Tentu"

Nata menunduk dalam mempersiapkan diri,menarik nafas nya lalu mulai berbicara "Aku gatau ini bakal bikin kamu kesel,marah atau apapun.Tapi-"

"Tapi?"

"Tapi aku cuma pengen ngungkapin,dan ga berharap jawaban kamu sesuai sama apa yang aku inginkan"

"Nataniela arkananta.Boleh aku berbicara terlebih dahulu?" tanya jendra halus

Nata mengangguk sebagai jawaban

"Kamu tau kita udah temenan lumayan lama bukan? Hampir satu tahun kita terus sama sama kaya gini,aku udah tau sifat kamu gimana,sukanya apa.Dan... Kayanya ini waktu yang tepat,i'm so sorry.But-- i like you,you know?"

"Jendra?" matanya kini berkaca-kaca,isakan lirih mulai terdengar

"Kenapa nangis hm?" tanya jendra lembut "Maaf,mungkin ini ga sesuai sama ekspetasi kamu"

"Aku- minta maaf sama apa yang aku omongin tadi,lupain aja.Aku pamit pulang dulu,maaf gabisa nemenin kamu disini" jendra beranjak dari atas brankar dan lalu mengambil tas ransel nya

Nata menggeleng angkuh "Ga gitu jendra hiks.Tolong dengerin dulu,kamu jangan nyimpulin kaya gitu"

Jendra terdiam di ambang pintu,memjamkan matanya sejenak dan berbalik kembali menatap sahabatnya "Kemarilah"

Tuk tuk tuk

Suara sepatu fantofel yang dipakainya menggema di lantai ruangan

"Aku ga nyangka kalau kamu yang ngungkapin lebih dulu di banding aku.Kamu lebih berani daripada aku.Kamu tau? Aku juga sama"

Matanya membola saat mendengar ucapan nata yang mulai ia mengerti

"Yap benar,kamu ga salah denger.Aku juga suka sama kamu,i really loved you"

"Jadi?"

"Aku--"

TBC

Halohalo
Udh lama bgt g up ya
Kayanya udah pada ngilang nih
Ada yg msi kepo sma kelnjutannya g nih

Pecinta Kucing ||NOMINCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang