Happy Reading! 🌷
"Vinn.."
"Kenapa sayang?" Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel yang ia pegang.
"Alvinoo!"
"Hm?" Masih berusaha memancing kekesalan pacarnya itu.
"Alvino Putra Reynaga!!"
"Kenapa cantik?"
Blushh..
Wajah yang tadinya kesal sekejap berubah menjadi merah padam. Setelah menetralkan wajah nya, ia pun mulai bertanya serius.
"Vinn.. kapan kamu kasih tau tentang hubungan kita ke temen temen kamu?"
"Sabar Sayang, tunggu waktu yang tepat ya?"
"Tapi Nata gamau nunggu lama loh!" Menatap sebal pada pacarnya itu.
"Iya Sayang, secepatnya pasti aku bakal publish hubungan kita"
"Iya! Pokoknya harus, Aku juga mau kenalin kamu ke mama sama papa," rengek nya pada sang kekasih.
"Tentu Sayang. Apasih yang engga buat Kamu?" Seraya mengusap surai nya dengan lembut.
"Setelah masalah ini selesai, Aku mau kita langsung tunangan. Gamau di tunda tunda lagi, apalagi sampai ada orang ketiga kaya cewe lemah itu!" Amarah nya, dengan menatap tajam kedepan.
"Anything for you Natasha Rizki Amelia," dengan tersenyum malu malu lantas Natasha langsung memeluk kekasihnya itu.
"Janji yaa?"
"Janji, Sayang,"
Jawaban dari Alvino membuat mood nya lebih baik dari sebelumnya, ia terus tersenyum manis sambil menatap sang kekasih dari samping. Ternyata, mau dari sudut manapun ia tetap tampan!
"I love yo— "
Brukk..
"Aduhh.. encok dah pinggang Gue," keluh nya entah pada siapa.
"Ternyata cuma mimpi toh? Kirain beneran," dengan wajah linglung nya dia melihat sekitar, lalu mengangguk anggukan kepalanya.
"Enggak pindah alam ternyata,"
Ada yang bisa nebak dia siapa?? Yapp! Yang jawab itu Nabila dapat 💯 dari kakNa.
Setelah pulang dari aksi berpetualang dan diam diam menyamar walaupun ujung ujungnya tetep ketahuan, Nabila langsung merebahkan tubuhnya pada kasur yang empuk. Dan tanpa sadar sudah terlelap, saat sedang seru serunya bermimpi ia malah terguling dan nyungsep ke bawah kasur.
Entah kesialan atau apa tiba tiba dia bisa mendapatkan mimpi seperti itu, ataukah itu pertanda? Tidak ada yang tau.
Di lihat ke arah jendela, ternyata matahari telah menampilkan mentari nya. Untung saja sekarang hari libur, jadi ia tak perlu terburu-buru untuk mandi dan bersiap untuk kesekolah.
"Enak nya ngapain ya? Joging ah! Kayaknya enak pagi pagi jalan sambil menghirup polusi udara," setelah mengucapkan itu Nabila tertawa kecil lalu beranjak dari kasur nya menuju kamar mandi.
Setelah mandi dia berkaca sambil memakai skincare agar kulit nya tetap lembab dan terlihat lebih fresh, tak lupa untuk mengoleskan lipbalm supaya kelembaban bibirnya tetap terjaga.
"Ternyata Gye kalo di liat liat mirip kembaran Dasha Taran tapi versi pungut nya," Nabila mengatakan itu sambil tersenyum sombong dan menguraikan rambutnya kebelakang.
"Udah ah, kalo lama lama ngaca ntar kaca nya pecah lagi. Karena terlalu lama ngeliat cantik nya Gue," dengan tingkat ke PD–an yang tinggi dia mengatakan itu dan berlalu pergi menuju meja makan karena cacing di Perut nya sudah disko minta di kasih makan.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
