Happy Reading 🌷
"Bahkan langit pun kalah indahnya dengan parasmu"
Matahari kini berganti tugas dengan bulan, dan bintang bintang sebagai penambah aksesoris di langit. Suara jangkrik pun tak ketinggalan menambah kesan ngeri ngeri sedap di dalam hutan itu, lampu remang remang dan juga semilir angin turut serta membuat suasana malam semakin mencekam.
Setelah aksi perdebatan panjang akhirnya Tenda mereka berhasil di bangun walupun banyak cekcok yang harus di lewatin, dan mulai merapikan barang pribadi masing masing. Suasana di dalam tenda cukup tenang karna pada sibuk dengan gadget masing masing. Karna tadi sehabis ganti baju mereka melaksanakan sholat bersama sama bagi yang muslim, jadi sekarang mereka ingin bersantai ria.
"Kira kira habis ini ngapain ya?" Tanya Alana memulai percakapan dengan meletakkan handphone nya.
"Engga tau tuh, info kegiatan juga engga di kasih tau. Katanya sih biar surprise " sahut Natasha yang tak mengalihkan pandangannya dari handphone.
"Gue cuma takut ntar tiba tiba mata kita di tutup terus di dorong ke jurang." Pikiran negatif mulai meracuni otak Azalea, si gadis penakut.
"Pikiran Lo terlalu jauh!" Toyoran Azalea dapatkan dari Kaily.
"Apaan sih Lo pegang pegang!"
"Lebay deh Lo."
"Lo tuh sumber kuman!"
"Dih dipikir gu-"
"Kaily, Azalea udah jangan berantem." Lerai Nabila.
"Tau tuh, nanti yang ada di hukum kita." Sahut Alexa.
"Lagian ribut mulu sih kerjaannya." Ucap Alana yang di angguki oleh Natasha. Reflek mereka semua saling pandang,
Mereka ngaca ga sih? Siapa yang sering adu mulut di sini!
Begitulah kira kira arti pandangan mereka. Ingin sekali rasanya menimpuk mulut mereka berdua menggunakan sendal.
🌷🌷🌷
Disisi lain geng Alvino sedang berkumpul di samping tenda yang beralaskan tikar, Dengan Reza yang memegang gitar dan sesekali di petiknya. Beberapa kaum hawa yang melintas menatap kagum dengan ciptaan tuhan yang satu itu, dan ada beberapa dari mereka yang mendapat gombalan maut dari King Danu sang raja gombal hingga membuat mereka merona.
"Kebiasaan banget orang ganteng, makanya di liatin mulu."
"Kepedean banget Lo panu!" Guntur mendengus kesal dengan raja gombal satu itu.
"Heh! Jangan ganti ganti nama orang ganteng sembarangan! Gue engga siap ye kalo harus potong kambeng lagi." Danu menatap sinis Guntur.
"Yaelah beda satu huruf doang."
"Beda satu kata merubah segalanya loh." Gilang yang mulut nya penuh makanan pun ikut menimbrung.
"Nah bener tuh, Terimakasih monyet kau memang sahabatku!." Dengan gaya bicara yang meniru salah satu karakter di film kancil.
"Najis! Jijik aku bang!"
"Bertingkah aneh aneh gue jitakin kepala Lo satu satu." Guntur menatap dua manusia aneh itu dengan tajam.
"Lama lama Lo kaya si Bila dah ngomongnya." Celetuk Reza.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
