Ketika melewati gerbang, mata Nabila terpaku pada beberapa remaja yang sedang mengobrol di parkiran sekolah. dengan Danu, Gilang, serta Xavier yang duduk menyamping di jok motor bersama para kekasih mereka yang anteng di rengkuhan masing-masing.
Hanya ada satu orang pria yang tidak memiliki pasangan, dia melipat kedua tangannya didepan dada. Kesan dingin menguar dalam diri pria itu, sebelum kedua netra mereka saling bertabrakan. senyum simpul tercipta dibibir menggodanya hingga membuatnya ingin terus mengingat momen manis ini.
Terdengar candaan samar dan tawa menghiasi parkiran yang sepi.
"kalah lo boss sama kita-kita, kita aja punya gandengan masa lo engga." itu suara Danu yang sedang mengejek Alvino, ia dengan sengaja mempererat pelukannya pada Alana dan gadis itu menunjukkan senyum smrik.
Suara langkah kaki mendekat ke arah sekumpulan anak SMA itu. saat hendak bergabung, sebuah sapaan terdengar dari salah satu mereka. "pagi mbak pacar."
PYURR!
Semburan tak terduga datang dari Azalea yang sedang menyedot susu kotak berwarna pink, hingga mengenai wajah Gilang serta tatapan tak percaya dari mereka yang mendengarnya.
Keadaan sempat sunyi sejenak, sebelum tawa mereka terdengar seperti mengejek. "ha ha ha.. lucu banget Vin, bercandanya." tawa terpaksa itu keluar dari mulut Danu.
"gue tau lo suka sama Bila, Vino. tapi engga begini juga lah pake ngaku-ngaku segala." Alana mengangguk sambil menimpali ucapan Danu.
"Bila, lo kalo risih pukul aja kepalanya. mulai rada-rada emang ini anak." saran Gilang dengan tangan yang bergerak memukul pelan kepala Alvino hingga membuat sang empu meringis kesal.
Nabila tidak memperdulikan omongan teman-temannya, dia mendekat kearah Alvino dan memeluknya erat seolah menyalurkan rasa rindu.
"Selamat pagi mas pacar!"
Semua terkejut akan balasan santai dari Nabila, ditambah dengan panggilan manis dari keduanya.
"Lo berdua ganti status dari temen sonoan dikit jadi temen level 5?" pertanyaan heran dari Alexa yang baru saja sadar dari keterkejutannya.
"Enak aja temen, ini cewe gue!" bantah Alvino tidak terima sambil merengkuh posesif pinggang Nabila.
"Cewe gue.. cewe gue.. minimal pacaran lah!" sahut Natasha.
"udah jadian kemarin."
"HAH?!!!" serempak semuah berteriak kaget.
"sejak kapan?"
"kok engga ngabarin?"
"pajak jadiannya mana?"
"kok bisa?"
"kok mau?"
"nolak-nolak tapi diterima juga."
Rentetan pertanyaan terdengar dari satu-persatu mulut mereka, hingga membuat orang yang dipertanyakan hanya bisa tersenyum kecil.
"karna kita berdua saling mencintai." jawab keduanya kompak dan menjadi penutup pembicaraan kali ini. Sepasang kekasih yang baru saja launching itu pun beranjak dari sana dan hendak ke kelas masing-masing tapi sebelum itu Alvino akan memastikan jika pacarnya itu selamat sentosa sampai kedalam kelas dan duduk manis di kursinya.
Sepertinya itu akan menjadi kebiasaan baru bagi pria itu mulai sekarang.
ALNA
Ketika lonceng berbunyi tanda pulang, semua murid berbondong-bondong untuk segera menaiki motornya dan segera pulang bertemu kasur yang empuk. tapi berbeda dengan kedua manusia berbeda jenis ini, keduanya sedang duduk anteng di kursi taman.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
