Dua Puluh Sembilan

30 3 0
                                        

"Bu, kita ngapain di sini?" Tanya seorang siswa dengan kacamata bertengger di wajahnya.

"Coba tebak, ada yang tau kita ngapain?" Bu Henni bertanya kembali pada anak-anak muridnya, ia sengaja membuat suasana tidak terlalu menegangkan dan sedikit santai. Bu Henni tidak tega melihat anak anak muridnya terlihat masih mengantuk tapi terpaksa bangun untuk kegiatan yang akan mereka lakukan.

"Kalo kita tau gabakal tanya Bu." Sahut Alana malas, sudah tau kalo nanya berarti kita engga tau malah di tanya balik.

"Hus! gaboleh kaya gitu!" Peringat Nabila sambil menepuk pelan bahu Alana.

"Ck! Lagian.. kesel banget gue!" Nabila hanya bisa geleng geleng kepala melihat tingkah Alana yang tidak sopan terhadap guru.

"Baik anak anak, demi mempersingkat waktu kita mulai saja kegiatan kita selanjutnya. Bapak akan membagi kalian dalam beberapa kelompok." Mereka mengangguk paham, Pak Tio mulai membacakan nama nama kelompoknya. Beberapa dari mereka deg-degan dan gelisah karna takut terpisah dari circle mereka, terutama kaum perempuan.

Kelompok 1

-Gilang
-danu
- Azalea
-Natasha
-Leon

Kelompok 2
-Xavier
-Alexa
-Kaily
-Nabila
-Zio

Kelompok 3

-Alana
-Reza
-Alvino
-Guntur
-Kenzo

Dll.

Banyak siswi yang kecewa karna terpisah dari temannya, sedangkan siswa justru bersorak senang tidak sabar dengan hal menantang apa yang akan mereka lakukan.

"Karna kelompok sudah bapak bagikan, sekarang bapa akan menjelaskan apa yang akan kita lakukan dan beberapa peraturan yang harus kalian taati! Mengerti?" Semua mengangguk, dan Pak Tio mulai menjelaskan dengan seksama.

"Kalian akan berjalan menelusuri hutan atau biasa disebut jurit malam dengan beberapa tanda yang sudah di sebar di tiap tempat dan tugas kalian untuk menemukan nya. setelah itu akan ada pos yang harus kalian lewati, terdapat pembina di masing masing pos. Di sana kalian harus menyelesaikan beberapa hal tergantung dari apa yang pembina sampaikan. Jika kalian gagal akan ada hukuman di akhir berlaku untuk semua anggota kelompok!"

Tanpa  banyak bicara mereka hanya mengangguk untuk menimpali penjelasan dari Pak Tio, tak sampai disitu Pak Tio mulai memberi tahu beberapa peraturannya. Dirasa sudah cukup Pak Tio mengakhiri penjelasannya dan mereka semua mulai bersiap siap membawa barang yang sekiranya akan di perlukan seperti yang sudah di jelaskan oleh Pak Tio tadi.

Saat waktu yang diberikan untuk mengambil barang telah usai, peluit ditiup dengan nyaring. Mereka yang masih bersiap buru buru kembali dalam barisan masing masing sesuai kelompok yang sudah dibagikan. Suasana semakin menegangkan kala wajah serius dari guru guru dan pembina terlihat, derup jantung mungkin akan terdengar saking sunyi nya suasana disana.

Murid perempuan saling menautkan tangan seolah memberi semangat, rasa kantuk yang tadi menyerang langsung sirna digantikan dengan perasaan takut tapi lebih didominasi rasa penasaran akan apa yang akan terjadi beberapa waktu kedepan.

"gue takut deh.. " genggaman tangannya pada tangan Natasha semakin erat, Azalea mulai merinding entah karena udara dingin atau keadaan sekitar yang membuatnya seperti itu.

"Natt, gue mau pulang aja kalau tau gini!" rengek Azalea pada Natasha, sedangkan sang empu menatap geli pada tingkah Azalea. Wajahnya tersenyum misterius.

IMDLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang