Happy Reading! 🌷
Kalian penasaran kan, apakah kemarin Nabila pulang pulang di omelin? Tentu saja!
Sudah habis sodet legend bunda melayang ke arah nya, belum lagi ceramah panjang lebar udah kaya pidato. di tambah dengan tatapan tajam ayah yang mengarah padanya.
Habis sudah waktu 2 jam untuk mendengarkan ceramah bunda yang tiada habis nya, sedangkan ia hanya bisa menjadi pendengar setia.
Walaupun begitu dia tetap saja di marahi, kata bunda 'kamu ini ga punya mulut? Di bilangin diam saja!' tapi giliran di jawab malah di omelin juga 'di bilangin ngejawab terus bisanya!' lantas harus apakah dirinya?
Saat ini dia sudah rapih dengan seragam sekolahnya, bersiap untuk berangkat. Hari ini dia berangkat di anter ayah karena sang kaka yang sudah pergi lebih dulu meninggalkan dirinya, katanya sih harus piket kelas makanya datang pagi pagi.
"Bun, Bila berangkat dulu ya," pamit Nabila sambil menyalami tangan sang bunda.
"Hati hati, jangan lupa makan pas istirahat." mau bagaimana pun bunda marah, tapi tetap saja khawatir padanya.
"Siap bunda!" Dengan gaya hormat Nabila menatap bunda dengan tersenyum manis yang terukir di bibir nya.
Berjalan keluar rumah menuju mobil Ayahnya, terlihat sang Ayah yang sudah menunggu nya sedari tadi. Memasang seat belt dan bersiap pergi menuju sekolah.
Membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk sampai dikarenakan jalan sedang macet macet nya pagi ini, Nabila turun dari mobil setelah bersalaman dengan Ayah Azka.
"Bila pamit dulu Yah,"
Di balas anggukan olehnya, "Belajar yang bener!".
"Pasti dong Yah!" Setelah keluar Nabila melambaikan tangannya dan berlalu pergi menuju kelas nya.
Sepanjang jalan terlihat banyak anak anak yang ramai sedang berbisik bisik, entah ada apa sebenarnya.
"Sendirian aja Nek!" Baru juga dateng udah di bikin spot jantung aja.
"Ngagetin Lo!" Kata Nabila kesal pada Natasha.
"Lagian, Gue panggilin dari tadi juga! Engga nyaut nyaut, mikirin apa sih?" Tanya Natasha bingung.
"Mereka pada ngomongin apa sih? Rame banget kayaknya dari tadi?" Tanya Nabila sambil menunjuk beberapa remaja yang sedang bergosip ria di pagi hari.
"Lo engga denger beritanya atau gimana? Padahal rame banget tadi pagi di grup angkatan,"
"Gue engga sempet cek hp tadi pagi karena buru buru,"
"Pantes! Jadi katanya sih bakal ada murid baru, seangkatan sama kita tapi Gue engga tau kelas mana. Gue denger denger juga kalo murid barunya itu cewe." Jelas Natasha.
"Ohh, cuma gitu doang?"
"Iya, tapi Gue takut deh!"
"Takut kenapa Lu?"
"Takut aja gitu cowok Gue kepincut, katanya sih murid barunya cantik. Gue kan takut kalah saing," ucap Natasha dengan rasa insecure yang mulai keluar.
"Cieilah! Di akuin juga nih? Ciee cowok Gue," goda Nabila pada Natasha yang sudah bersemu merah wajahnya.
"Ish! Gue lagi serius juga!"
"Yailah Nat! Biasanya juga kepede-an Lo tingkat dewa, murid baru mah lewat kali sama Lo," Kata Nabila berusaha menenangkannya.
"Iya juga sih, buat apa kalah saing? Gue juga cantik kalee!" Nah kan mulai lagi kepede-an nya, tadi siapa coba yang bilang insecure?
"Kadang pengen banget Gue geplak kalo lagi gini," Nabila menghembuskan nafasnya kasar.
"Udah ah yok! Kita let's goo ke kelas," Ajak Natasha sambil menarik Nabila.
Saat hendak menuju kelas tanpa sengaja mereka melihat seorang gadis dengan seragam berbeda dengan mereka, seperti nya itu murid baru yang di bicarakan orang orang.
"Itu gak sih yang katanya murid baru?" Tanya Nabila penasaran.
"Iya kali, soalnya seragam nya beda sama kita"
"Enggak kalau jauh ternyata sama Gue," lanjut Natasha. Nabila yang mendengarnya hanya menatap malas temannya satu ini.
Jika di lihat siswi itu sedang berbicara dengan seorang pemuda..
TUNGGU!
Dia berbicara dengan, Alvino? Tapi untuk apa? Terlihat dia berusaha memaksa Alvino sambil menghentak hentakan kaki nya, sebenarnya ada hubungan apa mereka?
"Sudahlah, jangan pikirkan itu. Lebih baik kita langsung ke kelas saja," Ajak Nabila, mereka berjalan melewati dua remaja itu. Nabila berhenti tepat di depan keduanya, wajah cewe itu kayak ga asing?
"Kaily?" Tanya Nabila ragu menatap perempuan itu.
"Hum? Kaya kenal. bentar bentar Gue inget inget dulu," Jawab perempuan itu sambil berusaha berpikir keras.
"OHH, GUE INGET! Lo Nabila kan? Temen kecil Gue dulu?"
"Ternyata masih Inget juga," kata Nabila sambil terkekeh kecil.
"Lo pindah ke sini juga Kay?"
"Iya, bokap Gue pindah kerja jadi Gue pindah sekolah juga dan ternyata satu sekolah juga sama Lo,"
"Ohh, gitu? Btw tadi Lo ngapain sama Dia?" Tanya Nabila penasaran sambil menunjuk lelaki yang sedari tadi hanya diam saja.
"Oh, ini? Tadi Gue minta kak Alvino buat nganter Gue ke ruang kepsek, Gue kan murid baru jadi belum tau di mana kelas Gue,"
"Yaudah kalau gitu Gue duluan ya, ayo Kak!" Lanjut Kaily berpamitan, Alvino hanya diam mengikuti langkah kaily.
Setelah mereka sedikit menjauh, Natasha beralih menatap Nabila kepo.
"Tadi siapa Bil?"
"Temen kecil Gue, kenapa?"
"Engga, cuma kayak nya dia ngincer Vino deh," ucap Natasha sambil memperhatikan pergerakan Kaily dari tadi.
"Oh yaudah, terus apa masalah nya?" Tanya Nabila bingung.
"Lo ga cemburu gitu?"
"Cemburu? Buat apa coba? Gue kan bukan siapa siapa nya," jawab Nabila dengan suara lirih di akhir.
"Kasian banget temen Gue jones, tenang tenang Gue bakal jadi Mbak comblang buat Lo berdua!" Kata Natasha semangat.
"Enak aja jones! Gue ini jompy tau!"
"Jompy? Apaan tuh?"
"Kamu nanyakk?? Kamu bertanya tanyak?" Sahut Nabila sambil mengikuti nada trend yang ada di tiktok.
"Si Alan Lo!"
"Iya deh iya, karena Gue lagi baik nih Gue kasih tau. Jompy itu kepanjangan dari jomblo happy, enak aja Lo ngatain Gue jones!"
"Padahal kenyataannya kok,"
"Udah lah mari kita capcuss ke kelas, eh btw Lo udah ngerjain PR MTK?" Tanya Nabila.
"Hah? PR apaan coba?"
"Itu loh yang ngerjain 45 soal pake cara,"
"Mam pyus Gue belom!!" Panik Natasha.
"Hayo loh! Pelajaran pertama lagi, untung gw udah,"
"Ih Lo mah gaasik! Seharusnya sebagai sohib yang baik Lo temenin Gue ga ngerjain,"
"Temen sesat Lo mah!"
"Yaudah lah nanti izin aja ke UKS bilang sakit,"
"Hadehh, Nat Nat Lo mah gaada sehari ga bikin geleng geleng kepala sama kelakuan Lo!"
"Gausah di pikiran bestai, nanti nambah beban pikiran Lo aja. Lebih baik di buang ke tong sampah kaya mantan,"
"Kelamaan ngomong Lo mah, keburu bel dah!" Ucap Nabila dan menyeret Natasha menuju kelas, jika terus di biarin mengoceh ga bakal ada habis nya sampai pulang sekolah.
Tinggalkan jejak dengan Vote! ⭐
Jangan jadi silent Readers!
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
