"Terpaksa terluka, demi melihat dia bahagia"
~Nabila Yaza Derandra
♪yang lain boleh hilang asalkan kau jangan - Mitty Zasia♪
•Sambil dengerin musik seru loh! Biar nambah feel juga- Na
Tak terasa seminggu telah berlalu, selama itu pula hubungan Nabila dengan Alvino semakin renggang. Alvino yang selalu sibuk dengan Kaily dan Nabila yang selalu berusaha untuk menghindar setiap kali Alvino memintanya untuk bicara berdua.
Saat ini Nabila sedang berjalan menuju perpustakaan, mencari beberapa buku untuk persiapan ujian nanti. Berjalan di tengah koridor yang cukup ramai, dia berjalan seorang diri karna teman temannya sedang sibuk dengan urusan masing masing.
Berjalan sedikit cepat agar tidak keburu bel berbunyi, dan membuatnya mendapat hukuman berdiri di tiang bendera di saat hari yang sedang puanass ini.
Di belakangnya terdengar suara langkah kaki yang terdengar berlari, Nabila tak berniat untuk sekedar melihat kebelakang karena ia pikir itu hanya orang yang sedang terburu-buru.
"Hey! Mau kemana?" Tanya Alvino pada Nabila yang terlihat berjalan tergesa gesa, Nabila nampak terkejut sebentar sebelum kembali menetralkan raut wajahnya lagi.
"Perpustakaan, kenapa?"
"Ohh, enggak. Sore ini Lu bi- "
Dengan tidak sopannya seorang gadis tiba tiba memotong perkataan Alvino, siapa lagi kalau bukan si rusuh Kali butek?
"Kak Vino, bisa anterin Gue ke fotocopy enggak? Di suruh Bu Rika," kata Kaily memelas sambil memegang lengan Alvino erat.
"Aduh, Sorry tap- "
"Tolong Kak, Gue takut di omelin Bu Rika kalau kelamaan." sahut gadis itu dan langsung menarik pergelangan Alvino agar mau mengantar nya, sedangkan Alvino hanya pasrah saja di tarik tarik seperti kambing. Meninggalkan seorang gadis yang hanya menatap datar mereka berdua.
"Lagi dan lagi, Gue gamau berharap tapi perlakuan Lo ke Gue bikin Gue berharap lebih Vin. Salahkah Gue berharap lebih ke Lo?," Tanya Nabila pada dirinya sendiri, lantas melanjutkan perjalanan nya yang sempat tertunda.
"Jika hanya datang untuk membuat luka, lebih baik pergi. Gue cape kalo harus berjuang sendirian," ucapnya dalam hati.
"Jangan jadikan tatapan sebagai harapan, seharusnya Gue percaya kata kata itu," dengan tersenyum lirih ke arah mereka berdua.
•ALNA•
Disinilah mereka sekarang, di warjok tempat biasa anak anak SMA Diaksara nongkrong. Saat ini hanya ada inti ALLSTAR mines ketua nya, entah pergi kemana si Alvino itu apakah sedang bucin bucinan? Entah. Dan bersama ciwi ciwi yang kece badai ini suasana di warung itu terasa sangat ramai dan penuh kehangatan.
"Woii!" Teriak Danu mengalihkan semua atensi teman temannya kepadanya.
"Apaan?" Tanya Natasha mewakili semuanya.
"Gue mau tanya cita cita Lo pada deh, dan alasannya apa lo milih cita cita itu,"
"Kepo an amat Lo!" Sentak Alana.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
