Dua Puluh Delapan

30 4 0
                                        

Happy Reading guys 🌷

Setelah tawa mereka reda semua siswa dan siswi bergantian untuk maju kedepan, di mulai dari cerita horor yang membuat mereka merinding, cerita lucu yang membuat mereka tertawa serta cerita yang membuat mereka mengeluarkan air mata.

Hingga tak sadar hari semakin larut dan kini sudah jam 11 malam, saatnya mereka beristirahat dari hari yang cukup melelahkan.

"Nah berhubung sudah malam, lebih baik kita sudahi saja acara hari ini dan lanjut untuk mengistirahatkan badan." Murid murid yang tadinya masih sibuk dengan acara makrab akhirnya beralih atensi pada Bu Rika, yang nampaknya sudah lelah menghadapi tingkah ajaib anak anak muridnya saat bercerita tadi.

"Yahh Ibuu.. kita masih seru tau Bu" Alana memelas pada Bu Rika yang terlihat sudah mengantuk dengan wajah lelah.

"Kalian harus tidur sekarang!" Suara tegas Pak Tio membuat mereka semua tersentak kaget dan berakhir menuruti perintah guru itu, satu persatu dari mereka mulai meninggalkan tempat berkumpul.

Sedangkan para guru saling tatap dan mengeluarkan senyuman masing masing, ada rencana apakah malam ini?

"Ibu dan Ibu Henni bakal meriksa kalian satu persatu, apabila ada yang begadang jangan harap bisa kabur dari hukuman yang akan ibu beri!" Mereka mengangguk patuh atas perkataan Bu Rika setelahnya mereka semua kembali ke tenda masing masing dan bersiap untuk tidur.

🌷🌷🌷

"Entah kenapa perasaan Gue engga enak." Perkataan Azalea membuat gadis gadis yang berada satu tenda dengannya itu menatapnya heran, kali ini apa yang membuat gadis itu overthinking. Sepertinya akhir-akhir ini gadis manis itu sedang banyak pikiran yang membuatnya gampang cemas, bahkan hingga tiba-tiba saja menangis.

"Kali ini apalagi Le? Kayaknya Lo aja deh yang gampang cemas." Azalea menatap Alana dengan wajah cemberut, apakah ia salah? Sepertinya tidak! Dalam hati ia sudah menyumpah serapahi Alana dengan berbagai nama binatang, tapi itu berbanding terbalik dengan wajahnya yang hampir menangis. Sepertinya ia sulit untuk menutupi perasaannya.

Nabila hanya bisa geleng geleng kepala, ia pun ikut heran dengan tingkah sahabatnya itu. "Udah udah, tidur udah malem!" Ia menarik tangan Azalea pelan berniat mengajaknya untuk menyelami mimpi bersama.

Tatapan datar Natasha layangkan, sepertinya ia setuju dengan ucapan Azalea. Seperti ada yang tidak beres dengan guru guru itu. "Kali ini Gue setuju, Gue rasa guru guru kaya ada yang di sembunyikan." Ucapan Natasha sontak membuat Azalea menatapnya dengan binar bahagia, akhirnya kali ini ada yang setuju dengannya.

"Sebaiknya kita tidur sebelum di tegur sama guru, masalah ini kita omongin besok." Bagai tugas yang tak bisa di bantah mereka mengikuti perintah Alexa, daripada berakhir mereka di hukum kan?

Gadis gadis itu mulai menarik selimut dan bersiap untuk tidur, diiringi suara jangkrik sebagai lagu penghantar tidur dan angin malam yang bertiup sepoi-sepoi. Sungguh, baru kali ini mereka bisa tidur dengan suasana yang tenang dan damai tanpa ada gangguan lalu lintas yang kerap kali membuat mereka tidak bisa tidur.

Jam pun terus berdetik hingga menunjukkan pukul 02:00 dini hari, suara gaduh terdengar dari luar. Sepertinya tidur nyenyak mereka terpaksa berakhir karna pekikan keras dari semua guru-guru bersiap membangunkan anak-anak murid mereka.

"Bangun semua! Sekarang waktunya kita melanjutkan kegiatan!"

Teriakan itu cukup keras hingga membuat mereka membuka mata dengan berat hati, di tambah guncangan di depan tenda oleh guru wanita untuk membangunkan siswi perempuan. Di dalam tenda masing masing dari gadis gadis itu mulai mengedipkan mata dan duduk termenung sambil mengumpulkan kembali nyawa mereka yang entah kemana.

"Hemmh—hoamm.. Gue masih ngantuk please, apa engga bisa lima menit lagi?" Alana kembali menutup mata dan menarik selimut berniat kembali tidur sebelum sebuah teguran membuatnya kembali sadar dengan nyawa yang sudah terkumpul sepenuhnya.

"Yang kembali tidur jangan harap bisa lolos dari hukuman ibu, dan bakal di persulit ketika jalan nanti." Peringatan mengalun pelan dengan nada lembut, tapi justru malah membuat mereka merinding.

"Yaelah.. jam bera—buset! Baru jam dua njirr! Ini mah bisa kali tiga jam lagi buat Gue tidur!" Decakan Kaily terdengar dan muka yang memberengut kesal, mimpi indah nya dengan seorang pangeran terpaksa harus buyar karna teriakan guru guru di depan.

Alis Azalea menukik tajam, sambil mempautkan bibir nya ia berkata. "Lagian mau ngapain sih bangun jam segini? Mau ngepet bareng gitu?!" Dengan gerakan kasar ia menyingkap selimut yang melindunginya, tangannya terulur untuk mengucek-ucek mata.

"Udahlah girls jangan protes, terima aja nasib kita. Lagian kapan lagi coba acara kaya gini kan?" Suara Nabila membuat mereka semua menatapnya tajam, jangan protes katanya?!

"Nabila-ku, cintaku, manisku~ gini ya sayang, Gue jelasin.. tidur nyenyak princess princess ini di ganggu dan itu membuat mimpi indah kita semua sirna dan Lo tau? Gue mimpi lagi nikah sama jodoh Gue please, dan anjir nya malah di rusak gara gara suara toa di depan sana!" Penjelasan panjang lebar Natasha hanya di balas anggukan polos oleh Nabila, sepertinya nyawa gadis itu belum terkumpul sepenuhnya.

Tanpa mereka sadari sedari mereka bertengkar tadi Alexa tanpa protes langsung bersiap-siap dan memakai jaket tebal agar tidak terlalu dingin di luar. Saat sudah selesai ia menatap malas teman-temannya itu, terlalu banyak drama dan merepotkan.

"Keluar guys, sebelum Lo di jewer satu satu sama Bu Rika."

"Heh! Kapan Lo siap siap nya? Udah rapi aja perasaan?" Azalea menatap heran.

"Tau nih, satset banget deh? Pake sihir ya lo?!" Tuduh Kaily sambil menunjuk Alexa dengan mata yang menyipit curiga, sedangkan Alexa hanya memutar matanya malas. "Iya pake sihir Gue, puas lo?! Nanti Gue kutuk Lo satu satu biar jadi kodok!" Jawabnya ketus.

"Mau request aja dong kaka, udah follow sama komen ya!" Canda Natasha sambil tertawa kecil dan itu menular pada teman temannya.

"Lima menit kalian belum keluar juga, ibu siram satu satu tendanya!"

"Waduh guys, ketua sudah ngamuk jadi mari kita cepet keluar." Titah Nabila dan mereka pun mengikuti perkataannya dalam waktu beberapa menit mereka sudah siap dengan beberapa perlengkapan yang di bawa untuk jaga-jaga.

Satu persatu dari gadis gadis itu mulai keluar dari tenda, udara di luar sungguh dingin dan sejuk secara bersamaan. Sekitar hutan masih sangat gelap dan nampak ada satu jalan sengaja di kelilingi lampu yang terbuat dari minyak tanah menuju tengah hutan.

"Kira-kira kita mau ngapain ya?" Gumam Azalea menatap temannya yang lain sedang berlarian mencari tempat duduk kosong.

Alana mengangkat bahu nya tanda tidak tau. "Udahlah gabung aja, daripada nanti ga kebagian tempat duduk."

Ia dan teman temannya mulai mendekati area berkumpul dan mencari tempat duduk kosong, dan mulai fokus mendengar apa yang guru ucapkan di depan sana. Dengan mata yang masih sayup sayup tertutup dan mulut menguap lebar berusaha mencerna apapun yang mereka dengar.

Tunggu pembalasan Gue!

"Hmm.. sesuai rencana," gumamnya pelan dengan senyum licik.




Thanks for reading!
Jangan lupa vote dan komen yaa biar semangat upp!

Follow TikTok: beruang.coklatt0
Follow IG        : beruang_coklatt21

IMDLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang