~ ♪ Song: L - Hal ♪
Nyalakan data kalian guys! Sambil dengerin musik biar tambah dapet feel nya. Happy reading 🌷
Kringg..
Kring..
Tanpa terasa bel istirahat sudah berbunyi, akhirnya bisa bebas juga dari pelajaran yang bikin mumet otak.
"Bil, kantin gak?" Tanya Alana menatap Nabila yang terlihat sedang membereskan buku bukunya.
"Engga dulu deh,"
"Tumben banget, kenapa?" Azalea ikut menatap Nabila aneh, pasalnya ia tak pernah seperti ini sebelumnya.
"Ga laper aja,"
"Beneran? Lo engga lagi ada masalah kan?" Alexa memegang bahu Nabila bertanya khawatir.
"Gue aman kok! Kalian duluan aja deh, kalo laper Gue nyusul,"
"Yaudah, kita duluan ya?" Pamit Natasha dan diangguki yang lain.
Nabila mengangguk singkat, setelah teman temannya pergi menuju kantin dia lebih memilih meninggalkan kelas. Menuju tempat yang ia pikir bisa menenangkan hati nya yang saat ini sedang gelisah, taman belakang sekolah.
"Gue harap, bisa sedikit lebih tenang,"
Menyusuri koridor sekolah, yang terdapat banyak anak anak yang sedang bercanda tertawa, ada yang bucin juga di pojokan. ketika sudah hampir sampai taman belakang terlihat beberapa cowo yang entah melihat apa di depan sana, terdengar mereka yang sedang memperebutkan sesuatu.
"ehh liat deh, murid baru nya bening banget!"
"Cakep banget cuy!"
"Gass gebet ah!"
"Otw jadiin crush"
Begitulah kira kira yang mereka omongin, ternyata di depan sana ada dua remaja yang sedang duduk berdua. Muka mereka berdua kurang terlihat jelas karena Nabila melihat dari jauh.
"See? Beauty always win," Ucap Nabila tersenyum lirih.
karena rasa penasaran yang tinggi akhirnya dia memberanikan diri untuk semakin mendekat, kira kira siapa cowo yang sedang bersama murid baru itu?
Deg!
"Kenapa? Kenapa lagi dan lagi harus Alvino? Apa engga ada cowo lain di sekolah ini selain Dia?" Ucap Nabila dengan pandangan yang sedikit berkaca kaca.
Di ujung sana terlihat dua remaja yang sedang mengobrol sambil bercanda ria bersama, terlihat sang gadis yang nampak ceria dengan seorang pemuda yang berusaha membuat si cewe agar terus tertawa.
Terlihat..
Romantis
Membayangkan dia yang berada di posisi itu, tertawa dan tersenyum seperti yang di lakukan gadis itu. Tapi, apa mungkin? Bukankah itu suatu hal yang mustahil?
"Terlalu berharap lebih itu gabaik,"
Dia segera pergi dari tempat itu, agar hatinya tidak semakin terluka. Rasanya sangat sakit, melihat orang yang kita cintai malah tertawa bahagia bersama perempuan lain. Cinta? Harus kah ia percaya jika ada orang yang mencintai nya?
"Lo bodoh Bil, perlakuan dia kemarin bullshit! Nyatanya?"
Rasanya ingin tertawa keras melihat nasib nya ini, sangat mengenaskan. Orang yg dia suka di ambil orang, nilai turun, dan keluarga lagi berantakan, rumah mana lagi yang harus aku percaya?
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
