Tiga Puluh Delapan♪

44 4 7
                                        

"jika bumi tak merestui, aku harap langit mempersatukan."

.
.
.
.
.
.

Happy Reading 📚

Nabila beserta keempat dayang-dayang nya hendak menuju perpustakaan untuk meminjam beberapa buku. berjalan beriringan sambil sesekali melempar candaan, dan dengan Azalea yang memukul pelan lengan Natasha ketika lawakan Alana melewati batas lucu.

Tepat saat hendak belok di persimpangan kelima gadis tersebut berpapasan dengan seorang nenek lampir, dagu terangkat serta senyum smrik terpancar dari bibirnya. berjalan bak model papan atas, berlenggak lenggok hingga mencuri perhatian para laki-laki mata keranjang yang menatap minat kearahnya.

"Kayanya ni sekolah isi nya lo doang ya? Heran gue di mana-mana muka looo mulu yang gue liat!" Alana menghela nafas lelah, sambil memutar matanya malas.

"YaAllah, musnahkan lah makhluk mu yang satu ini!" tangan Azalea menengadah dengan mata tertutup dan wajah yang mengarah keatas.

"Kenapa juga lo mesti jadi orang?" Alexa pun kini berkomentar, mungkin karna sudah muak melihat wajah angkuh perempuan itu.

"Haa.. ketemu lagi gue sama jamet SMA ini." Ucap Kaily, pandangan cewe itu melihat dari atas kebawah kearah gadis-gadis itu.

"JAMET KATA LO?! wahh.. kayaknya ni cewe jarang ngaca ya? kurang nyadar diri banget." Kata-kata Alana hampir menyamai silet karatan, tatapan Alana bahkan bisa saja membuat kepala dan badan Kaily terbelah dua.

"Lo kali tuh yang jamet. itu rambut jagung? terang amat." Sindir Alexa sambil menutup mulutnya yang terkekeh anggun.

"itu bibir menor banget kaya cabe." Natasha tersenyum smrik sambil berjalan beberapa langkah hingga berdiri tepat di depan cewe itu.

"Lo engga pantes nilai penampilan orang lain, kalo lo sendiri belum nyadar diri." Lanjutnya dan melangkah mundur kembali mensejajarkan dirinya.

"Kalian juga ga perlu berkomentar apapun tentang diri gue, selagi donatur dilarang ngatur!" sahutnya sambil bersedekap dada.

"buset! Selagi masih didaerah sekolah Lo wajib menaati peraturan disini!" Mereka semua mengangguk setuju ucapan Alana.

"Murid baru banyak gaya."

"Halah, bacot lo semua. dan lo.." Telunjuk Kaily mengarah ke Nabila sedangkan gadis itu hanya menaikkan alis nya penasaran. sedari tadi memang gadis itu banyak diam mungkin tidak ingin terlibat masalah.

"Lo tuh bukan siapa siapa Alvino, jadi jangan deket deket dia deh," lanjut kaily menatap Nabila dengan tatapan permusuhan.

"Bukan siapa-siapa? Kaya nya lo juga butuh kaca deh, mau gue beliin?"

"Gue kaya. Duit gue banyak, jadi lo ga perlu repot-repot beliin,"

"Tapi attitude gaada."

"HEADSHOT ABANGKU!" Seru mereka bersemangat. Nabila mode adu bacot memang tak pernah gagal membuat mereka terkagum sambil menatap bangga, jarang sekali gadis itu mau menganggapi omongan tak berfaedah orang lain.

"Katanya lambe turah. tapi kok engga tau info terbaru sih? kasian amat." Tatapan miris Azalea layangan pada perempuan itu.

"gapunya temen gosip tuh makanya gitu." Ucap Natasha menanggapi.

"waktu gue terlalu berharga buat sekedar gosip." jawabnya santai.

"Karna hari ini suasana hati gue lagi baik. jadi gue bakal kasih tau ke lo, orang yang tadi lo tunjuk itu pacar nya Alvino atau lebih tepatnya Queen Of AllStar!"

IMDLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang