Alexa dan Nabila sudah mulai terlihat letih berjalan, beberapa kali mereka berhenti sejenak untuk beristirahat. Xavier yang melihat sang kekasih lelah itupun berinisiatif memberi minum yang ia bawa saat tadi mengambil barang barang di tenda.
"Cape ya? Mau minum dulu? atau mau istirahat lagi, hm?" Alexa menggeleng pelan. sebenarnya ia sedikit lapar karna sebelum tidur tadi hanya makan roti saja, tapi tidak mungkin ia bilang itu kepada Xavier karna sudah di pastikan ia akan mendapatkan siraman rohani selama perjalanan.
Xavier itu sangat mengkhawatirkannya, ia bagai kaca yang rapuh dan sangat di jaga olehnya. bahkan pernah dia rela datang tengah malam ke rumah Alexa demi menuruti keinginannya yang saat itu sedang sulit makan, dia datang dengan banyak plastik tentengan di tangannya padahal yang ia minta hanya satu jenis makanan saja.
"takut kamu mau yang lain juga, jadi sekalian aku bawain" Katanya pada saat itu.
Xavier adalah definisi cowo idaman, sungguh beruntung Alexa bisa mendapatkannya. tapi jika kalian bilang itu di depannya jawabannya pasti "gue yang beruntung bisa dapetin cewe kaya dia." Tuhan sangat baik hingga bisa mempertemukan mereka berdua, sepasang kekasih yang saling menjaga satu sama lain. kini gelar kutub es sudah tidak ada lagi atau mungkin sudah di gantikan dengan gelar baru 'Couple ice' sangat cocok bukan, dengan mereka berdua?
balik lagi dengan para topping dunia, di belakang pasangan serasi itu terdapat tiga kurcaci yang menatap muak. tidak dimana-mana jika dua orang itu di satukan pasti akan menebar ke-uwu an, "gini banget jadi oksigen." sindir Nabila tapi tak di hiraukan oleh dua orang yang sedang fokus pada dunianya sendiri.
Zio beralih jalan di depan, sudah cukup untuknya yang mulai gumoh dengan kebucinan itu. Tidak di acara kemah tidak di sekolah, sama saja!
"permisi.. Pak ketu dan Bu ketu. kecebong baru jadi, numpang lewat." Izinnya pada dua sejoli itu, Xavier menatap sinis, kesal karna waktu romantis nya terganggu oleh kehadiran Zio.
"ganggu Lo elah!"
"ampun boss!"
Nabila tertawa kecil melihat itu, Xavier memang paling benci jika waktunya dengan Alexa di ganggu oleh siapapun itu. tiap detiknya terasa berharga jika dihabiskan dengan orang yang di cinta, hah.. ia juga ingin seperti itu, saat ini waktunya hanya ia habiskan untuk nonton drakor ataupun rebahan.
"beberapa menit lagi senyum itu akan hilang."
Semua orang mulai melanjutkan perjalanan yang sedikit lagi akan sampai menuju tujuan akhir. tapi tidak dengan satu orang, ia berhenti sejenak sambil tersenyum licik di dalam pikirannya sudah tergambar rencana yang ia buat bisa berjalan dengan lancar sesuai kemauannya.
Kaily berhenti sebentar, memperhatikan Nabila yang berjalan di depannya.
"Masuk perangkap lo!" Ucapnya dengan suara amat kecil sambil tersenyum smrik.
Setelah menunggu beberapa saat, hal yang ia tunggu tidak terjadi. Nabila dengan santai melewati perangkap yang ia susun sebelumnya.
"What The?! Sialan!" Emosinya memuncak.
Bagaimana bisa perangkap yang sudah ia siapkan malah gagal?!
"Enggak engga, pasti ada yang gak beres!" Kaily menggeleng tak percaya.
Karena kesal, ia berdiri di atas perangkap yang sudah anak buah nya buat, tidak terjadi apa apa?
Semakin geram, ia meloncat loncat di atasnya untuk melampiaskan kekesalannya.
Dan tunggu, APAA?!
"AAKKH!" Teriaknya terjatuh kedalam perangkapnya sendiri!
"Ck! Sialan! Kenapa jadi gue?!" Kekesalannya kali ini berkali kali lipat.
KAMU SEDANG MEMBACA
IMDL
Romancehanya ada kesunyian di antara keduanya sebelum sebuah pertanyaan terlontar dari bibir sang gadis untuk memecah keheningan. "Avinn, Aku kalo jadi princess cocok gak?" Tanya Nabila sambil menatap berbinar ke arah Alvino. "Cocok.. " "jadi nenek sihir n...
