"gue tau gue salah!! Maafin gue Fal.. Please... "
"bodo amat!! Lo udah nunggak utang neraktir ke gue dari sebulan lalu dan lo gak bayar bayar terus!! Capek capek gue bikin lo jadian ama si Farel tapi apa yang gue dapet? Capek doang anjir!"
"Fal... Besok deh gue janji.. Lo boleh minta apapun-"
Fallera menyeringai dan menatap gadis di depannya
"ser-"
"asal jangan yang mahal."
"ck. Padakah gue kan pengen minta dibeliin satu set action figure anime... Tapi kasihan juga sih, harganya kan ratusan" batin Fallera ketika melihat wajah pasrah Aliva
"yaudah deh... Beliin gue photocard Xodiac aja.. " ujar Fallera akhirnya
Aliva menatap Fallera bingung
"photocard?"
"iya."
"photocard apaan?"
Fallera sedikit kesal karena di Zaman yang sudah berkembang maju seperti ini justru bocah gadis yang satu ini malah kudet dan ketinggalan Zaman
"yaelah! Cari aja di online pasti ada! Pokoknya Photocard member Xodiac! Gue gak mau tau intinya dalam seminggu ini gue harus nerima tuh pc"
".........mahal?" lirih Aliva
"lo jangan nyari yang official nya, ada kok yang murah nya, oke gue pergi dulu soalnya si Nia udah nungguin gue"
Fallera langsung pergi. Aliva hanya termenung dan kembali ke kelas.
🐣
"Lerga.... "
Pemuda yang dipanggil hanya menoleh menatap temannya yang memiliki kelainan itu dengan malas
"Lerga.... " sahutnya lagi
"apaan sih?!" ketus Lerga
"....hiks... I.. I... "
Lerga mengangkat sebelah alis nya bingung sekaligus jijik karena melihat Rezvan yang berkaca kaca
"lo kenapa sih bjir?!!"
"..itu loh... I.. I-"
"I LOVE YOU" sahut seorang pemuda yang baru saja datang dan ikut nimbrung di kantin
Lerga langsung melotot menatap Exxa dengan kesal dan jijik
"anjir dah lah gak bener nih"
"Lerga tunggu!! Gue mau bila-"
"lo dari tadi ngomong setengah mulu Rezvan! Lo pikir kesabaran gue kayak gimana ege?!"
"tau tuh si Rezvan emang rada aneh" timpal Exxa memanas manasi
"lo juga diem tape! Baru nongol udah ngomong a lope you, lo lebih aneh dari si cicak ini!" ketus Lerga, membandingkan Exxa dengan Rezvan
Rezvan sendiri kesal karena sedari tadi tidak di dengar dan akhirnya dia memilih pergi sambil menghentakkan kaki keluar dari kantin
Dua pemuda yang duduk itu hanya menatap kepergian Rezvan sambil saling pandang
"...mampusin gak?" tanya Exxa

KAMU SEDANG MEMBACA
Meaningless Relationship
Teen FictionDatang hanya untuk menjadi pelengkap dari kepingan puzzle yang hilang. Salam kenal dan selamat tinggal. Siklus kehidupan yang takkan pernah berubah dan terus berputar bak roda. Aku, kamu, kalian, kita. Musim indah yang tak kan pernah ingin terganti...