Hari -Hari Yang Menyenangkan

59 2 0
                                    

Makan malam di keluarga mahendra sangat hangat seperti biasa sampai satu percakapan yang buat bastian jengkel tapi buat abangnya senang melihat wajah kesel adiknya. Marvin si tersangka hanya ketawa melihat adiknya.

"Bas,gimana satu sekolah dan satu kelas sama gebetan ," ucap marvin sambil melihat wajah merah  adiknya yang lagi manahan amarahnya dan ketawanya berakhir lepas

"Daripada cintanya abang bertepuk sebelah tangan ," ucap bastian sambil lari keliling rumah kerena  abangnya ngamuk kayak sapi kurban lepas.

Mami yang melihat adik kakak itu ribut mengeluarkan jurus yang membuat abang adik itu diam dan langsung duduk di sofa yang kosong. Bagaimana gak langsung diam mami mengancam memotong uang jajan mereka.

"Mami dan papi ada surat dari sekolah yang harus di tanda tanganin , soalnya ada study tour ke bogor minggu depan dan suratnya di kumpul besok,"Bastian menyodorkan surat dan pulpen ke depan orang tuanya.

"Papi cuma berpesan sama kamu jangan berpisah dari rombangan dan jaga barang bawaan kamu,"ucap papi sambil mengembalikan surat yang sudah di tanda tangan.

"Sip, kalau itu sih pasti pi nanti bakalan ada tambahan uang jajan kan?" Bastian menarik turunkan matanya yang mengkode papi tercintanya.

"Kalau itu, minta sama mami uang papi semua sama mami," si papi buru-buru lari ke kamar takut di tagih anaknya .

"Iya nanti mami tambahin. Kamu tidur gih  udah malam banget awas aja kamu bergadang mami gak kasih uang tambahan nya," setelah mami mengucap itu bastian mencium pipi mami sedang si abang sudah ke kamarnya kerena ada tugas kuliah.

Di lain sisi keluarga kiza seperti biasa berkumpul di ruang keluarga untuk menceritakan hari-hari yang telah mereka lewati . Kiza hampir lupa minta tanda tangan papa dan mama untuk study tour sekolah kiza berdoa semoga dia di izinkan ikut

"Pa, kiza mau izin untuk ikut study tour apakah boleh?" Kiza bertanya agak sedikit ragu kerena baru pertama kali dia  keluar tanpa keluarganya tak lupa dia menyodorkan surat dan pulpen ke papanya.

"Papa izinkan, asal bang aaron dan bang reza ikut mengawasi kamu. Tenang saja  mereka mengawasi kamu  dari jauh dan uang "ucap papa dengan tenang dan mengembalikan suratnya.

"Oke pa , kiza izin ke kamar untuk tidur kerena sudah larut malam," izin kiza untuk ke kamarnya untuk beristirahat .

Saat kiza ingin tidur tiba-tiba notifikasi hp-nya  berbunyi. Rupanya itu pesan dari bastian yang mentayakan apakah kiza di izinkan ikut atau tidak dan mengrimkan fotonya yang  sedang tiduran.

PERCAKAPAN DI CHAT


Bastian: Kiza  lu di izinkan ikut gak?
Kiza: Di izinkan asal abang aku ikut hehehe
Bastian : Oke deh gakpapa yang penting lu di izin kan ikut . Kamu tahu gak selain  putri tidur ada tahu pangeran tidur
Kiza: Masa aku  baru dengar tuh
Bastian: Ih  gak percaya tunggu gue kirim fotonya
Bastian:

 Kamu tahu gak selain  putri tidur ada tahu pangeran tidurKiza: Masa aku  baru dengar tuhBastian: Ih  gak percaya tunggu gue kirim fotonyaBastian:

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kiza: Ini mah kamu aku udah serius juga
Bastian: hehehehe
Kiza: Udah malam aku mau tidur
Bastian: Good night cantik
Kiza:😃

"Abangnya ikut , harus menyusun renca ulang semoga abangnya gak posesif biar rencana lancar jaya amin," ucap bastian dalam haati dia menyusun ulang rencana yang telah dia buat.

vote dan komen❤️‍🔥

GUE JADI KAYA ! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang