Budi Satryo merupakan seorang anak yang hidup sederhana yang meninggal kerena kecelakaan dan berakhir berpindah jiwa ke tubuh Bastian Umran Mahendra anak yang koma dua bulan kerena menjadi korban bully oleh kakak kelasnya bastian merupakan orang...
Setelah habis menyelamatkan bapak tukang pentol akhirnya dia sampai di taman dan duduk di salah satu bangku yang ada di sana.
"Gue ikhlas kiza atas kepergian lu, gue ingat pesan lu buat buka hati buat perempuan lain tapi gue gak bisa secepat itu buat buka hati buat orang lain. Tapi gue berusaha membuka hati kok tenang saja," ucap Bastaian dalam hati sambil memakan pentolnya.
Tiba-tiba ada pengamanan lewat di panggilan sama Bastian dia butuh hiburan yang sederhana pu jadi.
"Sini dek sebentar, abang boleh request gak lagu melukis senja kita menyanyi bareng bareng. Ini duit buat kalian setelah nyanyi kalian pulang yah," Bastian kasih uang dua ratus ribu buat mereka.
"Bang terimakasih duitnya ,kami akan nyayi buat abang. Maaf kalau suara kita jelek bang", ucap salah satu anak dan mereka akhirnya nyanyi bareng.
Lirik lagu
Melukis senja -Budi doremi
Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia
Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak indah Biar ku menemanimu membasuh lelah mu
Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia hah
Izinkan ku lukis senja Mengukir namamu di sana Mendengar kamu bercerita Menangis tertawa Biar ku lukis malam Bawa kamu bintang-bintang Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia Tuk temanimu yang terluka Hingga kau bahagia
Mereka bernyanyi dengan riang, orang orang sekitar yang kagum ada juga yang merekam. Ayra yang melihat kakak kelas bernyanyi kagum dengan suaranya apalagi tadi dia juga melihat Bastian membantu bapak pentol. Nyayian Bastian berakhir dengan tepuk tangan orang sekitar.
"Wah terimakasih semua atas aspirasinya saya dan adik adik ini pamit undur diri ," Bastian berucap seperti itu sambil melalaikan tangan kepada semua.
Setelah dari taman niat Bastian mau pulang capek mau tidur malah lihat adik kelasnya jalan sendiri. Kasihan tanpa mikir panjang Bastian mau menawarkan tumpangngan.
"Ayra sini sama gue aja , kalau nunggu bis ,ojek , dan angkot jarang di sini. Ini mau malam juga gak baik buat anak perempuan kayak lu. Jangan sungkan ayo naik tunjukin jalan ke rumah lu nanti," Ayra mau nolak gak bisa dan akhirnya dia naik dan di pasangakan helem dan jantungnya Ayra berdebar debar dengan kencang.
Selama perjalanan percakapan Bastian dan Ayra sebatas tanya arah saja ,tak terasa sudah sampai di rumah Ayra. Bastian melepaskan helem Ayra dengan pelan pelan.
"Terimakasih atas tumpangngan nya sampai jumpa besok," ucap Ayra sambil melabaikan tangan dan di balas acungan jempol oleh Bastian.
Perjalanan cukup cepat buat sampai di rumah setelah memarkirkan motornya Bastian langsung masuk dia melihat keluarga nya sedang di ruang tv.
"Kok Bastian pulang malam nak kamu gak macam -macam kan?" Ucap mami dengan wajah penuh curiga.
"Enggak mi tadi antar adik kelas dulu kasihan dia gak ada kendaraan umum yang lewat. Mami nanti puk puk belakangan ini Bastian susah tidur," ucap Bastian dengan wajah memelasnya.
"Oke nanti mami puk puk, sana mandi dulu sana. Kamu udah makan belum kalau belum sekalian mami bawa makannya "ucap mami sambil memegang rambut anaknya.
"Udah mi , kalau gitu Bastian mandi dulu bye bye semua," ucap Bastian langsung meluncur ke kamarnya.
Selesai mandi Bastian langsung ketempat tidur nya dia melamun sebentar. Tiba-tiba mami datang di ikuti dengan papi dan abang .
"Loh abang dan papi kenapa ikut, Bastian kan suruh mami doang. Yah gagal deh berdua doang sama mami," ucap Bastian dengan wajah sedihnya .
"Kami takut kejadian kamu ngigo parah lagi, dan kita udah lama gak tidur bareng kayak gini. Terakhir pas kita sd jadi sekarang kita tidur," ucap bang Marvin panjang lebar dan mencari posisi enak.
Bastian bersyukur mempunyai keluarga yang sangat perhatian kepada dirinya sebagai anak bungsu . Dan mereka akhirnya tidur dengan posisi yang susah.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.