Pentol Dan Adik kelas

34 1 0
                                        

Setelah habis menyelamatkan bapak tukang pentol akhirnya dia sampai di taman dan duduk di salah satu bangku yang ada di sana.

"Gue ikhlas kiza atas kepergian  lu, gue ingat pesan  lu  buat buka hati buat perempuan  lain tapi gue gak bisa secepat itu buat buka hati buat orang  lain. Tapi gue berusaha  membuka hati kok tenang saja," ucap Bastaian  dalam  hati sambil memakan pentolnya.

Tiba-tiba  ada pengamanan  lewat di panggilan  sama Bastian dia butuh hiburan yang sederhana pu jadi.

"Sini dek sebentar, abang boleh request gak lagu  melukis senja kita menyanyi  bareng bareng. Ini duit buat kalian setelah nyanyi  kalian pulang yah," Bastian kasih uang dua ratus ribu buat mereka.

"Bang terimakasih  duitnya  ,kami akan nyayi buat abang. Maaf kalau suara kita jelek  bang", ucap salah satu anak dan mereka akhirnya  nyanyi  bareng.

Lirik lagu

Melukis senja -Budi doremi

Aku mengerti perjalanan hidup yang kini kau lalui
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak mudah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu

Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia

Aku disini walau letih coba lagi jangan berhenti
Ku berharap meski berat kau tak merasa sendiri
Kau telah berjuang menaklukankan hari-hari mu yang tak indah
Biar ku menemanimu membasuh lelah mu

Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia hah

Izinkan ku lukis senja
Mengukir namamu di sana
Mendengar kamu bercerita
Menangis tertawa
Biar ku lukis malam
Bawa kamu bintang-bintang
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia
Tuk temanimu yang terluka
Hingga kau bahagia

Mereka bernyanyi dengan riang, orang  orang sekitar yang kagum ada juga yang merekam. Ayra yang melihat  kakak kelas bernyanyi  kagum dengan suaranya  apalagi  tadi dia juga melihat Bastian membantu bapak pentol. Nyayian  Bastian berakhir  dengan tepuk tangan orang  sekitar.

"Wah terimakasih  semua atas aspirasinya saya dan adik adik ini pamit undur diri ," Bastian berucap seperti  itu sambil  melalaikan tangan kepada semua.

Setelah dari taman niat Bastian mau pulang capek mau tidur  malah lihat adik kelasnya  jalan sendiri.  Kasihan tanpa mikir  panjang Bastian mau menawarkan  tumpangngan.

"Ayra sini sama gue aja , kalau nunggu bis ,ojek , dan angkot jarang di sini. Ini mau malam juga gak baik buat anak perempuan  kayak lu. Jangan sungkan ayo naik tunjukin jalan ke rumah lu nanti," Ayra mau nolak gak bisa dan akhirnya  dia naik  dan di pasangakan  helem dan jantungnya Ayra berdebar  debar dengan kencang.

Selama perjalanan  percakapan Bastian dan Ayra sebatas tanya arah saja ,tak terasa sudah sampai di rumah Ayra. Bastian melepaskan  helem  Ayra  dengan pelan pelan.

"Terimakasih  atas tumpangngan nya sampai jumpa besok," ucap Ayra sambil melabaikan  tangan dan di balas acungan  jempol  oleh Bastian.

Perjalanan  cukup  cepat  buat sampai di rumah setelah memarkirkan  motornya Bastian  langsung  masuk dia melihat keluarga nya sedang di ruang tv.

"Kok Bastian pulang malam nak kamu gak macam -macam kan?" Ucap mami dengan wajah penuh curiga.

"Enggak mi tadi antar adik kelas dulu kasihan dia gak ada kendaraan  umum yang lewat.  Mami nanti  puk puk belakangan ini Bastian susah tidur," ucap Bastian  dengan wajah memelasnya.

"Oke nanti  mami puk puk, sana mandi dulu  sana. Kamu udah makan belum kalau belum sekalian mami bawa  makannya "ucap mami sambil memegang  rambut anaknya.

"Udah mi , kalau gitu Bastian  mandi dulu bye bye semua," ucap Bastian langsung  meluncur  ke kamarnya.

Selesai  mandi Bastian langsung  ketempat tidur nya dia melamun sebentar.  Tiba-tiba  mami datang di ikuti  dengan papi dan abang .

"Loh  abang dan papi kenapa ikut, Bastian kan suruh  mami doang.  Yah gagal deh berdua doang sama mami," ucap Bastian  dengan wajah  sedihnya .

"Kami takut kejadian  kamu ngigo  parah lagi, dan kita udah lama gak tidur  bareng kayak gini. Terakhir  pas kita sd jadi sekarang  kita tidur," ucap bang Marvin panjang lebar dan mencari  posisi  enak.

Bastian bersyukur  mempunyai  keluarga  yang sangat  perhatian kepada dirinya  sebagai anak bungsu . Dan mereka akhirnya  tidur dengan posisi yang susah.

 Dan mereka akhirnya  tidur dengan posisi yang susah

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Vote dan komen 🔥



 

GUE JADI KAYA ! Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang