Pagi hari yang cerah , tiga pria sedang serapan seadanya . Tiba-tiba papi mengutarakan keinginannya yang bikin Bastian dan bang Marvin kaget setengah mati.
"Papi mau punya anak cewek deh, lihat teman papi manja sama anak ceweknya papi jadi iri," papi membayangkan kalau dia punya anak cewek segemes apa.
"Marvin gak setuju, lagian papi udah tua dan resiko juga buat mami hamil umur sekarang . Dan aku dan Bastian udah gede jaraknya terlalu jauh pi ," ucap Marvin yang menolak usulan papinya itu.
"Kalau Bastian bingung mau bilang apa , kalau bisa papi renungkan resiko ke mami. Kemungkinan besar kalau mami hamil takutnya kejadian yang tidak di inginkan. Ayo bang kita berangkat kami pamit pi," ucap Bastian kalau bang Marvin dia kayaknya bad mood soalnya diam dia aja.
Papi yang melihat kepergian anak- anaknya termenung,kenapa dia tidak berpikir tentang kesehatan istrinya yang masuk usia yang rentan kalau hamil. Sepertinya papi mengubur dalam -dalam keinginannya punya anak perempuan.
Sedangkan Bastian bergelut dengan pikirannya tidak sangka dia sudah sampai di sekolah. Baru sadar gara-gara abang tepuk pipinya.
"Ngelamun aja, sudah sampai nih kalau sekolah yang bener. Jangan lupa pulang sekolah kabar kabari," Ucap bang Marvin yang di balas acungan jempol.
Saat masuk kelas Bastian langsung duduk , dia masih kepikiran tentang papi yang pingin punya anak perempuan.
"Kamu kenapa,mumpung gitu mukanya ," Ucap Kiza yang aneh dengan
Bastian yang biasanya selalu ceria.
"Gue gapapa Kiz , btw Viel mana biasanya datangnya lebih cepat," ucap bastian yang heran tidak ada nya Viel.
"Syukur deh kamu gapapa , Viel izin bundanya sakit, " ucap Kiza yang menjelaskan kemana perginya Viel.
Beberapa menit kemudian bel masuk pun berbunyi,guru yang mengajar masuk dan menagih tugas kelompok yang di berikan.
"Anak-anak sekarang kita presentasi kerja kelompok kalian , silahkan maju Viel,Bastian,dan Kiza," ucap bapak guru tersebut .
"Maaf pak , kelompok saya kurang satu kerena orang tuanya sakit. Tapi dia ngerjain juga kok pak," ucap Bastian menjelaskan ke gurunya.
"Olah gapapa nak yang penting kalian kerjakannya bareng," ucap bapak tersebut.
Skip bel istirahat
"Bas maaf bekalanya nasi goreng dan telor mata sapi doang," ucap Kiza yang tak enak hati.
"Iya Kiza gapapa kan gu udah bilang apapun lu masak gue makan kok ,btw gue butuh pendapat lu kalau seumuran gue punya adik masih pantas ," ucap Bastian sambil makan nasi goreng nya.
"Menurut aku tergantung orangnya, kalau aku suka aja tapi mikirin gimana kondisi ibunya takutnya rentan," ucap Kiza mengutarakan pendapatnya.
"Terimakasih pendapatnya Kiza ," ucap bastian Kiza hanya mengguk saja.
Happy birthday to me🎊🎂🎂🎂
Jangan lupa vote dan komen ❤️🔥
KAMU SEDANG MEMBACA
GUE JADI KAYA !
Novela JuvenilBudi Satryo merupakan seorang anak yang hidup sederhana yang meninggal kerena kecelakaan dan berakhir berpindah jiwa ke tubuh Bastian Umran Mahendra anak yang koma dua bulan kerena menjadi korban bully oleh kakak kelasnya bastian merupakan orang...
